Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Hanya Milik Berdua



Di sisi lain, Trevor justru membawa Gwen pergi dari istana Erik secara diam-diam saat pesta resepsi berlangsung.


Trevor sudah tidak tahan lagi, dia ingin dunia hanya milik berdua dengan istrinya.


Di luar istana, Neil sudah mempersiapkan mobil sport untuk bosnya kendarai.


"Ini Bos." Neil memberikan obat kuat yang sudah dia beli saat dia memberikan kunci mobil.


"Bagus, kau memang selalu tahu apa yang aku mau. Cepat tarik seluruh anggota untuk pergi dan kembali ke markas masing-masing!" perintah Trevor kemudian.


Sementara Gwen sendiri hanya bisa pasrah, dia menarik koper kecil yang berisi barang-barang dan keperluannya. Dia tahu kalo suaminya tidak suka basa-basi, untuk itu Gwen meminta bantuan Violet supaya berbicara pada Erik dan Isabel.


"Kita mau kemana, Trey?" tanya Gwen saat mereka sudah separuh jalan.


"Kita akan ke tempat di mana tidak akan ada yang bisa mengganggu kita!" jawab Trevor yang terasa ambigu bagi Gwen.


Gwen tidak bertanya lagi karena rasa kantuk yang menyerangnya. Gwen memejamkan matanya dan tertidur di dalam mobil.


Rupanya Trevor membawa Gwen ke mansion rahasianya. Trevor akan menjadikan mansion itu tempat tinggal baru untuk dia dan Gwen, sebelumnya Trevor akan ke mansion itu jika memang benar-benar ingin sendirian. Hanya anak buah intinya saja yang tahu tempat itu.



[Ilustrasi mansion rahasia Trevor]


Trevor menggendong Gwen untuk masuk ke dalam mansion saat sampai.


Di dalam, tidak ada siapa-siapa karena mansion itu dilengkapi oleh berbagai teknologi canggih. Beberapa robot yang menjadi pelayan di mansion itu.


"Selamat datang, Bos!"


Suara itu terdengar saat Trevor sampai di pintu utama, sebuah sensor wajah memindai Trevor dan otomatis pintu mansion terbuka sendiri.


Trevor membawa Gwen ke kamar utama dan membaringkan tubuh istrinya ke atas ranjangnya yang super empuk.


"Sayang, bangunlah!" Trevor mencoba membangunkan Gwen dengan menciumi tubuh istrinya.


Gwen menggeliat dan mulai membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah wajah tampan suaminya yang berada di atas tubuhnya.


"Aku ingin menagih hadiahku!" sambung Trevor yang mendapat pukulan kecil dari Gwen.


"Kita mandi bersama!" ucap Trevor yang membawa tubuh istrinya di kamar mandi.


Gwen pasrah dan tidak bisa menolak seperti biasa, Gwen sempat bertanya di mana mereka saat ini dan Trevor menjelaskan jika mansion itu adalah tempat tinggal baru mereka.


"Kita akan tinggal dan membuat anak di sini," ucap Trevor dengan menggigit telinga Gwen.


Setelah selesai mandi, Gwen dan Trevor hanya memakai bathrobe di tubuh mereka.


Trevor menyalakan musik dan mengajak Gwen menari bersama.


Gelak tawa terdengar dari mulut Gwen karena dia bergerak sesuka hati mengikuti alunan musik.


Sampai Trevor menarik pinggangnya dan tubuh mereka saling menempel yang membuat suasana begitu intim.


"Jadi apa hadiahku?" tanya Trevor kemudian.


"Um, aku membeli sebuah lingerie. Aku akan memakainya dulu!" jawab Gwen yang ingin melepaskan diri dari suaminya.


Tapi Trevor menahan Gwen yang membuat gadis itu tidak bisa bergerak.


"Aku tidak butuh seperti itu, kau yang seperti ini sudah sangat membuatku bergairah!" Trevor mencium bibir Gwen dan tangannya membuka tali bathrobe yang istrinya pakai.


Tangan Trevor dengan nakal meraba bagian tubuh bawah Gwen.


"Kau selalu sempit dan membuatku gila, Gwen!" Trevor menggeram seperti singa jantan di musim kawin.


*


*


*


*


*


Next bab aku up malam soalnya agak vanas😅