
Di pulau Biru, Noah mendapat laporan dari Ruby yang telah berhasil mendapatkan informasi mengenai rahasia keluarga Marquez.
Noah menggertakkan gigi gerahamnya karena menahan emosi mendengar fakta yang mengejutkan.
"Psikopat!" satu kata yang terlontar dari mulut Noah.
"Berhati-hatilah, Ruby! Aku akan ke sana!"
Noah segera mencari istrinya dan mengajaknya untuk membantu anak semata wayang mereka.
"Baby, ayo kita bantu Trey kalau dia mati kita tidak punya anak lagi," ucap Noah dengan gaya arogannya.
"Itu karena kau yang tidak mau mempunyai anak lagi, Noah. Aku kesepian itu karena kau yang egois!" ketus Violet yang bersiap-siap mengganti bajunya. "Aku akan meminta Trey membuat anak yang banyak nanti!"
"Sepertinya Trey juga tidak suka anak-anak," komentar Noah yang juga mengganti bajunya dengan setelan serba hitam agar leluasa bergerak.
"Itu juga salahmu karena Trey seratus persen menurun sifatmu!" Violet terus saja menyalahkan Noah atas segalanya.
Noah menarik pinggang istrinya supaya mendekat padanya. "Tapi kau suka, 'kan?"
"Terpaksa dan suka itu beda-beda tipis," tanggap Violet yang selalu saja gengsi mengakui perasaannya.
"Aku memang suka memaksa!" Noah mencium bibir istrinya dengan menggebu-gebu seperti seekor lebah yang menghisap sari-sari bunga. "Ayo kita berangkat!" ucapnya setelah mendapat madu dari istrinya.
*****
Gwen menangis mendengar kalimat yang dilontarkan Trevor padanya. Lelaki itu memang tidak pandai mengungkapkan perasaannya tapi dari semua tindakan Trevor sudah cukup membuat Gwen yakin jika Trevor mencintainya tanpa perlu berkata aku cinta padamu.
Sementara Trevor masih merentangkan kedua tangannya menunggu Gwen datang padanya.
Saat kaki Gwen melangkah maju mendekat pada Trevor, lelaki itu mengembangkan senyumnya.
"Trey..." Gwen masih terisak, gadis itu ingin sekali merasakan dekapan Trevor seperti biasa.
"Gwen, kemarilah!" Trevor sudah tidak sabar.
Tapi saat jarak mereka sudah dekat tiba-tiba anak panah meluncur dan menancap tepat di depan kaki Gwen yang membuat gadis itu menghentikan langkahnya.
"Masuk ke dalam, Gwen!" Marquez dengan suara lantang dan memegang busur panah datang untuk meminta Gwen kembali masuk ke dalam istananya.
Trevor mengambil pedangnya kembali yang membuat Gwen panik.
Trevor tidak mengeluarkan sepatah kata pun, entah apa yang ada dipikiran Trevor sekarang.
Para anak buah Trevor berlari mendekati bos mereka tapi Trevor memberi kode pada mereka untuk mundur.
"Neil, bawa pasukan untuk mundur!" perintah Trevor kemudian.
"Tapi Bos--"
"Apa kau ingin mati?" potong Trevor yang mengamati situasi.
Pasukan Marquez berada di segala sisi sekarang bahkan pasukan pemanah mengepung dari atas, kalau begini anak buahnya bisa mati.
"Turuti perintahku!" ucap Trevor lagi.
Zack yang sangat tahu bagaimana Trevor yang memperhitungkan segala sesuatu dengan baik akhirnya menuruti perintah Trevor apalagi Aland dipastikan juga akan datang.
"Ayo Neil, kita harus mundur!" ajaknya.
Dengan berat hati para anak buah Trevor meninggalkan bos mereka.
Kemudian Trevor menancapkan pedangnya ke tanah dan berkata. "Aku menyerah!"
Marquez segera memerintah para pengawalnya untuk menangkap Trevor dan mengurungnya di penjara bawah tanah.
"Trey..." Gwen hanya mampu memanggil nama lelaki itu saat Trevor digiring oleh para pengawal tapi Trevor masih sempat menatap Gwen dan mengerlingkan matanya.
"Sebenarnya apa yang ada dipikiranmu, Trey?" batin Gwen yang selalu tidak bisa menebak jalan pikiran Trevor.
*
*
*
*
*
Vote nya jangan lupa bestieeš