Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Calon Orang Tua



"Argh!" Gwen berteriak memegang perutnya. "Hiks..."


Gwen yang sensitif langsung menangis dan berlari untuk masuk ke kamar.


"Kau jahat, Trey!!"


Violet yang ikut tinggal di mansion mendengar teriakan Gwen, dia jadi panik karena takut terjadi sesuatu pada menantunya.


"Ada apa?" tanyanya saat berpapasan dengan Gwen yang menangis.


"Trey pulang tapi langsung menyentil perutku!" keluh Gwen.


"Apa!? Anak itu..." amarah Violet tersulut, dia langsung mengambil tongkat bisbol untuk menghajar anaknya.


Sementara Trevor sendiri masih merasa kebingungan, dia masih mencerna semuanya karena saat ini otaknya perlu diinstal ulang.


"Mom, ada di sini juga?" tanya Trevor saat Violet mendekat padanya.


"Kau pikir, aku akan membiarkan menantuku sendirian saat hamil!" Violet mengayunkan tongkat bisbol ke arah anaknya. "Dasar anak berandal, istrimu hamil, kau kemana saja, hah!?"


Trevor berusaha menghindari amukan Violet dan menangkap tongkat bisbol dari tangan ibunya. "Gwen, hamil?" tanyanya.


"Astaga, aku menyentil anakku!" Trevor jadi panik sendiri.


"Kenapa Zack tidak memberitahu!?" seru Trevor yang menyalahkan anak buahnya yang dia tugaskan untuk menjaga Gwen.


Violet menjewer telinga Trevor supaya cepat sadar. "Jangan menyalahkan bawahanmu! Aku yang menyuruhnya untuk diam!?"


"Gwen setiap hari menunggumu, dia takut jadi janda muda!"


"Pikiran dari mana itu? Gwen tidak akan pernah jadi janda!?" elak Trevor yang langsung berlari mencari istrinya.


"Gwen... Sayang..." Trevor menggedor pintu kamar tapi Gwen tidak mau membuka pintunya. "Maafkan aku, okay!"


"Pantas saja, aku merasa mual terus ternyata kau hamil sayang. Ayolah, buka pintunya!"


Trevor berusaha membujuk Gwen tapi Gwen rupanya tidak mudah luluh.


"Kau menyakiti anak kita, Trey!?" teriak Gwen dari dalam kamar.


"Aku tidak sengaja, aku merindukanmu! Buka pintunya, please!" ucap Trevor memohon.


Karena takut Trevor akan merusak pintu seperti yang sudah-sudah, Gwen mengalah untuk membuka pintu kamar.


Hidung Gwen yang sensitif langsung menolak aroma dari tubuh Trevor yang menurut Gwen bau amis.


"Apa kau habis membunuh? Kau sangat bau, Trey!?" Gwen menjauhi Trevor yang membuat lelaki itu menciumi tubuhnya sendiri.


"Apa baunya tercium?" gumam Trevor yang langsung berlari ke kamar mandi.


Trevor mandi dan juga mencukur jambangnya supaya dia kelihatan tampan lagi. Rambutnya yang belum sempat dia potong, Trevor kuncir ke belakang supaya rapi.


"Kalau sekarang bagaimana sayang?" tanya Trevor saat keluar kamar mandi. Lelaki itu hanya memakai handuk yang melilit pinggangnya.


Gwen malas menjawab karena dia masih marah, dia lebih memilih duduk di balkon kamar dan memandangi lautan. Gwen juga memutar musik klasik sambil mengusap perutnya.


Sebulan setelah kepergian Trevor, Gwen mendapat kabar jika Maudy hamil jadi Gwen memeriksakan diri ke dokter dan ternyata dia juga hamil.


Gwen tidak mengalami mual dan muntah selama trimester pertama, sekarang usia kandungan Gwen sudah memasuki bulan keempat.


Selama itu Trevor meninggalkan Gwen, setiap malam gadis itu merasa kesepian karena tidak ada suami di sisinya. Beruntung Gwen mempunyai mertua yang perhatian, Noah dan Violet ikut tinggal bersama dan mengurus Gwen supaya selalu sehat saat masa kehamilannya.


"Sayang..." Trevor memeluk Gwen dari belakang, tangannya ikut mengusap perut Gwen.


"Kau jahat, Trey." Gwen mulai berkeluh kesah, matanya mulai berkaca-kaca lagi.


"Aku kan memang penjahat sayang," goda Trevor dengan mencium tengkuk istrinya. "Aku merindukanmu, percayalah aku sangat tersiksa!"


"Kalau tersiksa, kenapa tidak menghubungiku?"


"Aku tidak bisa menahan diri kalau mendengar suaramu tapi Zack selalu melapor semuanya padaku kecuali kehamilanmu!"


Sedetik kemudian, Trevor merasakan ada tendangan di dalam perut Gwen.


"Akh!" Gwen terkejut karena itu tendangan pertama yang dia rasakan kemudian dia merasakan satu tendangan lagi. Gwen jadi mengingat kata-kata dokter saat terakhir dia memeriksakan kandungan.


"Bayinya menendang!" Trevor merasa kagum. Dia yang sebelumnya tidak mau punya anak merasakan hal aneh.


"Trey..." Gwen membalik badannya supaya bisa berhadapan dengan suaminya. "Bayi kita ada dua!"


"Ada dua?"


"Ya, mereka kembar!"