
Trevor mempersiapkan diri untuk menemui Aland Smith, Dozer sudah mengirimkan lokasi lelaki itu sepertinya kali ini Aland memang sengaja menampakkan diri. Aland yang biasanya sangat lihai sampai tidak bisa terlacak.
"Neil dan Zack, kalian ikut aku!" Trevor membawa orang-orang kepercayaannya.
Saat mereka akan berangkat tiba-tiba Ruby ikut masuk ke dalam mobil yang mereka tumpangi.
"Aku ikut, Bos." Ruby berbicara duluan sebelum Trevor mengusirnya. "Aku ahli dalam membaca situasi, aku pasti berguna!"
Trevor melirik ke arah Neil dan Zack, keduanya mengangguk tanda setuju. Mau tidak mau Trevor akhirnya membawa Ruby juga untuk menemui Aland Smith malam ini.
Di sebuah klab malam, Aland bersama Carol menikmati waktu mereka. Walaupun Carol menjadi teman tidurnya tapi Aland masih juga mencari mangsa.
"Dasar tua bangka mesum," umpat Carol dalam hatinya.
Carol lebih baik menjauh, dia ingin mencari udara segar karena dekat dengan Aland penuh dengan kepulan asap rokok.
Anak buah Aland tak lama mendekati bosnya, dia berbisik jika Trevor datang untuk menemuinya. Dan itu memang tujuannya untuk membuka diri, dia tidak mau bersembunyi lagi.
Plok! Plok! Plok!
Aland bertepuk tangan saat melihat Trevor yang datang. "Kau memang seorang bos mafia yang dengan mudah bisa menemukan lawanmu!" cibirnya.
"Cih, apa maumu?" seperti biasa Trevor tidak mau berbasa-basi. "Di mana rubah betina itu? Aku ingin mengulitinya hidup-hidup!"
Trevor memindai tempat itu dan mencari Carol tapi dia tidak menemukan keberadaan mangsa yang dicarinya selain Aland.
"Sepertinya itu tidak penting karena Gwen yang jauh lebih penting," tanggap Aland yang memancing Trevor.
Trevor memicingkan matanya, dia tidak suka nama gadisnya disebut oleh mulut kotor Aland.
"Aku tahu kau yang menyembunyikan Gwen selama ini, serahkan gadis itu padaku. Aku anggap kita impas," ucap Aland yang semakin memancing.
"Sepertinya aku tidak punya hutang apapun padamu keparaat!" Trevor mengeratkan giginya sampai berbunyi.
"Nyawa dibalas nyawa. Noah telah membunuh ayahku jadi aku juga ingin nyawamu!" ucap Aland dibarengi para anak buahnya yang menodongkan senjatanya pada Trevor.
"Tidak akan semudah itu, anak muda!" seru Aland yang tak mau kalah.
Suasana di klab malam itu menjadi gaduh karena melihat kubu Trevor dan kubu Aland saling memegang senjata.
Neil dan Zack berusaha membantu bos mereka, mereka mengeluarkan senjata dan berdiri di belakang Trevor. Tapi tidak dengan Ruby yang menggunakan keramaian pengunjung yang ingin keluar dari klab sebagai kesempatan.
Tentu saja diantara Trevor, Neil dan Zack tidak ada yang menyadari atas tindakan Ruby. Gadis itu melirik ke arah Aland dan memberi kode, otomatis anak buah Aland segera menarik pelatuk mereka.
Bukannya berlindung, Trevor dengan membabi buta menyerang dan menebas lengan anak buah Aland.
Crash! Crash!
Suara teriakan menggema dari anak buah Aland yang kehilangan lengan mereka.
"Selanjutnya kepala kalian!" Trevor mengayunkan pedangnya kembali tapi bersamaan dengan itu, Ruby dengan cepat menyerang Trevor dari belakang.
Ruby yang melihat Neil dan Zack yang adu senjata langsung saja mencuri kesempatan, Ruby mengambil pisau dan menancapkan pada punggung Trevor.
"Argh!" Trevor menggeram karena merasakan tusukan di punggungnya tapi belum sempat dia berbalik, Aland memberi tembakan pada dada Trevor.
Dor!
Trevor terhuyung diserang dari dua arah. Dengan sisa tenaga yang ada, Trevor ingin menyerang Aland tapi lagi-lagi Ruby menusuk punggungnya.
Neil dan Zack yang menyadari itu segera mengarahkan senjata mereka pada Ruby.
"Pengkhianat kau, Ruby!"
Didetik itu juga, lampu klab langsung padam. Dan beberapa detik menyala kembali. Ruby, Aland serta anak buahnya kabur menyisakan Trevor yang bersimpuh dengan tubuhnya yang bersimbah darah.
"Bos!" Neil berlari mendekati bosnya tapi ditengah kesadarannya yang menipis Trevor berkata. "Pastikan Gwen aman!"