
Noah dan Violet yang sudah sampai segera bergabung dengan Dozer dan lainnya, mereka sedang menyusun rencana untuk pembebasan Trevor dan penyelamatan Gwen.
"Kita bagi menjadi dua tim, aku dan Violet akan menjadi pemimpin!" Noah mulai memberi instruksi dan membagi kelompok menjadi dua tim.
Tak lama Ruby ikut bergabung dengan mereka semua, mereka yang belum tahu fakta sesungguhnya menjadi geram pada Ruby.
"Dasar pengkhianat!"
Noah segera meredam semuanya dan menjelaskan kalau Ruby tengah menjalankan misi darinya.
"Ruby masih anggota kita!" jelas Noah.
Dozer yang sejak awal memang tidak percaya akan tindakan Ruby, mendekati gadis itu dan memeluknya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Dozer perhatian.
Ruby menjadi emosional, gadis itu membalas pelukan Dozer dan menangis. Ruby hanya butuh sebuah sandaran sementara.
"Apa terjadi sesuatu pada Ruby? Dia tidak biasanya menangis begitu?" komentar Zack yang merasa ada yang tidak beres.
"Dunia mafia memang kejam jadi kau harus menguatkan mentalmu!" timpal Neil yang sudah terbiasa melihat banyaknya air mata tumpah.
Setelah suasana sudah kondusif kembali, Noah dan Violet mulai bergerak untuk melakukan misi mereka.
Tim Noah akan menyelamatkan Trevor dan tim Violet akan menyelamatkan Gwen.
"Apa chip semua sudah terpasang?" tanya Noah memastikan.
Semua menjawab dengan anggukan kepala.
"Okay. Lets do it."
*****
Noah yang beranggotakan Dozer dan Zack segera menuju penjara bawah tanah. Mereka berhati-hati karena penjagaan yang sangat ketat.
"Apa ada pintu rahasia? Jika kita menyerang terang-terangan akan memicu pertumpahan darah dan itu membuang waktu," ucap Zack yang melihat jika memang mereka kalah jumlah.
"Memang ada jalan pintas tapi untuk melewati itu pasti banyak jebakan," ungkap Dozer yang sudah mempelajari denah dari bangunan istana Marquez.
Noah tampak berpikir opsi apa yang akan mereka ambil.
Akhirnya mereka sepakat menggunakan jalan pintas menuju penjara bawah tanah.
Sesuai dugaan Dozer banyak jebakan di jalan pintas itu.
"Semua merapat ke dinding!" perintah Noah saat sadar jika ada puluhan pisau melesat ke arah mereka.
Tim Noah merapat ke dinding dan puluhan pisau itu melayang diantara mereka. Adrenalin mereka terpacu, mereka bersiap menghadapi jebakan selanjutnya.
"Di bawah ada ratusan ular berbisa!" ucap Zack saat memeriksa papan kayu yang akan mereka lewati.
"Jangan melihat ke bawah!" Dozer memberi peringatan. Dia akan maju duluan supaya yang lain mengikuti jejaknya.
Jebakan demi jebakan mereka lewati dan akhirnya mereka sudah sampai ke penjara bawah tanah, mereka menyerang para penjaga dan mencari keberadaan Trevor.
"Trey...." panggil Noah mencari putranya.
Trevor menyunggingkan senyumnya mendengar suara sang ayah. "Aku di sini, Dad!"
Noah segera mencari sumber suara dan menemukan putranya yang dibelenggu rantai.
"Ck, jadi kau masih tidak mau menghamilinya?" tanya Noah yang melihat betapa mirisnya perjuangan Trevor hanya untuk mendapatkan seorang Gwen.
"Bisakah jangan bahas itu sekarang!" ketus Trevor yang tidak mau membahas masalah peranakan.
Tidak mau membuang waktu, Noah memasang microbom di dinding sel dan dia mundur karena microbom akan meledak.
Hanya ledakan kecil tapi bisa membuka sel tahanan.
"Biar aku yang membuka rantainya!" Zack segera mendekati bosnya dan mencoba membantu membuka rantai.
Trevor menatap Noah karena dia yakin ayahnya itu sudah tahu semua rahasia keluarga Marquez.
"Dad, ceritakan semua padaku!" pinta Trevor kemudian.
"Kau tidak akan mempercayai apa yang akan kau dengar, Boy."
"Gwen adalah anak persembahan untuk iblis!"