Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Aurora Gwen



Trevor terus memikirkan perkataan Violet, dia menghela nafasnya beberapa kali karena merasa berurusan dengan wanita sangatlah rumit.


Saat ini dia tengah berbaring di kursi malas yang berada di pantai. Trevor merenung dan memikirkan langkah apa yang akan dia ambil selanjutnya.


Sampai Neil, Dozer dan Zack menghampiri bos mereka karena ingin minta izin untuk cuti.


"Kenapa kalian cuti bersama?" tanya Trevor keheranan.


"Kami ingin ikut Dozer ke Hawaii!" jawab Zack dengan menepuk pundak Dozer yang membuat lelaki itu menggerutu sebal karena Dozer ingin sendirian pergi ke Hawaii.


Trevor mengerutkan dahinya dalam, tapi kalau dipikir-pikir anak buah intinya itu memang lama tidak mengambil cuti.


"Baiklah, kalian boleh pergi tapi cepatlah kembali karena kita harus melakukan misi di Hongkong!" Trevor memberi peringatan tentang metode baru yang akan dia lakukan untuk melakukan pencurian besar-besaran kali ini targetnya orang-orang kaya yang gila judi di Hongkong.


Semua mengangguk paham mereka segera pergi meninggalkan bos mereka tapi sebelum mereka berlalu, Trevor bertanya. "Apa kalian pernah menyukai seorang gadis? Tapi bukan gadis malam, gadis yang membuat kalian tidak ingin jauh dari kalian?"


"Apa kalian ingin menikahi gadis itu?"


Kemudian Trevor lekas sadar. "Ah, lupakan pertanyaanku! Cepat pergi sana!"


Trevor kembali berbaring dengan menggunakan kaca mata hitamnya, dia menyesap jus yang berada di meja sampingnya.


"Kau tampaknya begitu santai sekarang?" tegur Noah yang ikut bergabung bersama putranya.


"Kepalaku mau pecah karena terus memikirkan Gwen," keluh Trevor yang atensinya menatap lautan. "Apa Daddy dulu mau menikah dengan mommy begitu saja?"


"Bukankah kau sudah mendengar ceritanya?" tanya Noah balik. Noah sepertinya tahu yang dirasakan putranya karena dia dulu juga tidak mau menikah apalagi mempunyai anak. "Apa kau sudah bilang I love you pada Gwen?"


"Apa itu perlu?" tanya Trevor yang menganggap semua itu kekanak-kanakan.


Noah ikut membaringkan tubuhnya. "Kau ingin tahu bagaimana cara mommy mu mengatakan cintanya padaku?"


"Violet menembak dadaku tiga kali yang artinya I love you!"


Trevor sontak memegangi dadanya, dia tidak mau Gwen menembak dadanya atau dia akan mati.


"Apa tidak ada cara lain?" tanya Trevor kemudian.


"Setiap manusia pasti memiliki kisah mereka sendiri lebih baik kau dan Gwen mendekatkan diri saling melengkapi setelah itu nyatakan perasaanmu, kemudian lamar lah dan nikahi dia. Baru kau bisa memikirkan anak!" Noah berusaha mengajari kebaikan. Agak aneh biasanya dia mengajari dunia kejahatan pada putranya.


Trevor menghembuskan nafasnya kasar, dia masih fokus pada lautan tapi atensinya teralihkan saat mendengar gelak tawa Violet dan Gwen yang mendekati pantai.


Trevor menoleh dan dia menelan ludahnya karena melihat Gwen yang hanya memakai bikini. Ternyata Violet mengajak Gwen untuk main surfing karena kebetulan ombak di laut sedang tinggi.


"Ayo Gwen! Aku akan mengajarimu!" Violet tampak bersemangat karena mempunyai teman dan tidak merasa kesepian seperti sebelumnya.


Gwen yang belum pernah melakukan surfing menjadi penasaran dan mengikuti arahan Violet.


"Kau mau kemana? Jangan campuri urusan wanita!" tegur Noah saat melihat Trevor yang berdiri dan mendekati Gwen.


"Aku tidak tahan melihat aurora Gwen, aku ingin menyusu lagi!" Trevor melangkah dengan percaya diri.


Violet yang melihat Trevor mendekat langsung menghadang anaknya itu dengan papan surfing.


"Jika kau mau membawa Gwen ke kamar, hadapi aku dulu! Gwen bukan barang yang bisa dipakai sesuka hati!" tegas Violet supaya Trevor cepat sadar.