
Gwen baru terbangun dari tidurnya, dia mencari Trevor di sampingnya tapi gadis itu tidak menemukan apa yang dia cari.
"Trey..." panggil Gwen. Tidak ada suara apapun, Gwen yakin jika Trevor tidak ada di kamarnya.
Kemudian ingatan Gwen kembali pada percintaan panas yang dia lakukan dengan Trevor di kamar mandi sebelumnya. Gwen begitu menikmati permainan lelaki itu, apalagi saat Trevor mengajarinya dengan gaya baru rasanya begitu menggairahkan.
"Aaaaa...." Gwen berteriak sendiri karena malu.
Tak lama pintu kamarnya diketuk dan Maudy menyembul masuk ke kamar Gwen dengan panik.
"Nona..." Maudy mendekati Gwen, wajahnya tampak cemas. "Bos Trevor..."
"Ada apa dengan Trevor?" tanya Gwen jadi ikut panik sendiri.
"Bos Trevor terluka dan sekarang berada di rumah sakit, dokter Marry sedang menanganinya," jawab Maudy yang membuat Gwen menutup mulutnya.
Gwen bergegas mengganti bajunya dan menyusul Trevor ke rumah sakit.
*****
Di rumah sakit, Trevor tengah ditangani oleh dokter Marry. Sementara di ruang tunggu ada Neil dan Zack yang menunggu bos mereka.
Dozer yang mendengar insiden di klab juga bergegas menyusul ke rumah sakit.
"Bagaimana Ruby bisa berkhianat?" tanya Dozer gusar, dia tidak menyangka Ruby akan melakukan hal itu.
Zack mengepalkan tangannya kemudian meninju ke udara. "Aku menyesal menyetujuinya untuk ikut!"
"Sudahlah, semua sudah terjadi. Aku justru kesal karena kita kalah, Aland sepertinya memang menyiapkan semuanya termasuk Ruby," ungkap Neil sambil mengusap wajahnya.
Beberapa menit kemudian, dokter Marry keluar setelah berhasil mengobati Trevor.
"Bagaimana, Dok?" tanya Neil kemudian.
"Aku sudah menjahit luka di punggungnya, beruntung tuan Trevor memakai rompi anti peluru jadi peluru tidak sampai menembus jantungnya," jelas dokter Marry.
Dokter Marry memutar bola matanya malas karena tidak mengerti dunia mafia.
"Aku lebih baik cepat pergi sebelum mendengar hal gila lagi dari kalian," pamit dokter Marry undur diri.
Neil, Zack dan Dozer bergegas masuk ruangan Trevor dirawat.
"Bagaimana dengan Gwen?" pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Trevor saat melihat Neil masuk.
"Pikirkan keadaanmu dulu, Bos." Neil miris melihat kondisi Trevor yang tubuhnya di penuhi oleh perban tapi masih memikirkan Gwen.
"Kalian semua, kemarilah!" Trevor memerintah anak buahnya yang berada di ruangan itu.
"Dengarkan aku baik-baik, kalian harus merahasiakan orang tua asli Gwen sebelum kita tahu motif Aland itu apa," ucap Trevor memberi peringatan.
Trevor tidak menyadari jika Gwen menyusulnya ke rumah sakit dan mendengar semua yang dia katakan.
Gwen segera membuka pintu dan melihat bagaimana tubuh setengah telanjang Trevor dipenuhi oleh perban.
"Gwen..." panggil Trevor saat melihat gadisnya masuk. Dia bersyukur Gwen baik-baik saja.
Tapi tidak dengan Gwen yang justru marah pada Trevor dan para anak buahnya.
"Jadi kalian tahu mengenai orang tua asliku? Dan kalian mau merahasiakan semua dariku?" Gwen merasa kecewa luar biasa.
"Kami punya alasan, Gwen!" bujuk Dozer.
Gwen menggeleng. "Alasan apa? Oh, aku tahu. Kalian pasti menertawakan aku saat bos kalian berhasil meniduriku dan menjadikan aku partner ranjangnya, kan? Dan sekarang kalian sengaja tidak memberitahuku mengenai orang tua asliku supaya aku bertahan melayani hasrat bos kalian!"
"Tidak seperti itu," seru Zack.
Trevor mengeratkan gigi gerahamnya mendengar itu. "Stop, Gwen! Jadi kau masih ingin pergi dariku?"
"Iya, aku sangat kecewa padamu, Trey. Aku tak lebih dari teman ranjangmu!" jawab Gwen dengan derai air mata.