Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Merasa Dejavu



"Beraninya kau!" Peter menjadi emosi. Semua sudah dia lakukan untuk Gwen, Peter sudah berekspektasi memiliki Gwen untuk meredam berita yang tersebar tapi jika begini pasti berita buruk akan semakin dia dapatkan karena dicampakkan oleh artis pendatang baru itu. "Kau tidak akan bisa lepas dariku, kau sudah menandatangani kontrak!"


"Oh iya? Bukankah Carol juga sudah menandatangani kontrak?" Gwen menantang Peter dan membalik semua keadaan. "Ck, kau memang CEO yang payah!"


Gwen terus-terusan teringat Trevor dan membandingkannya dengan Peter.


"Aku lebih suka penjahat," batin Gwen. Jantungnya berpacu dengan cepat lebih baik dia segera pergi dari tempat itu dan menemui Trevor.


Gwen tidak mau berbasa-basi lagi. Dia mengambil pistol yang dia sembunyikan di pahanya kemudian menodongkannya pada Peter.


"A--apa yang kau lakukan, Anna?" tanya Peter langsung tergagap.


"Untuk memberimu peringatan supaya kau berhenti menggangguku! Atau..." Gwen mengarahkan pistolnya pada milik Peter. "Kau tidak akan menjadi lelaki seutuhnya lagi!"


Peter menelan ludahnya, dia kehabisan kata-kata.


"Dan pastikan jika Carol tidak akan diterima di agensi manapun!" tambah Gwen.


Gwen yang naif mengira jika balas dendamnya cukup sampai disitu saja, dia tidak tahu jika Carol berada di kubu Aland sekarang.


*****


Carol sudah mengincar Gwen, dia tidak lekas pergi dari gedung agensi setelah diusir oleh Peter. Carol sangat yakin jika Gwen akan datang dan benar saja tak lama gadis itu datang di sana.


"Aku akan memberi perhitungan pada gadis tidak tahu diri itu," gumam Carol dengan kilatan amarah.


Carol menghubungi Maya dan teman-teman artis lainnya supaya membantunya untuk merundung Gwen.


Kebetulan mereka semua ada di gedung agensi dan mereka menunggu Gwen keluar dari ruangan Peter.


"Itu Anna!" seru Maya yang melihat Gwen berjalan dengan santai di lobby.


"Ayo cepat seret dia ke tangga darurat!" perintah Carol pada pasukannya.


"Berita itu pasti sebentar lagi akan turun daun karena aku tidak minat menjadi artis!" tanggap Gwen.


"Apa maksudmu?" tanya Maya yang tidak paham.


"Aku keluar dari agensi Peter. Jadi selamat tinggal," jawab Gwen sambil melambaikan tangannya.


Maya langsung menangkap tangan Gwen. "Kau keluar dari agensi karena ingin jadi simpanan Peter, 'kan?" tuduhnya.


"Lepaskan tanganku, Bi*tch!" pekik Gwen yang ingin balik memutar tangan Maya tapi Gwen tidak sempat melakukannya karena teman-teman artis lainnya juga ikut menangkap Gwen. Mereka membawa Gwen ke tangga darurat di mana Carol sudah menunggu.


Gwen merasa de javu, dia jadi teringat ketika dirinya dirundung.


"Katanya Anna keluar dari agensi! Setelah beritanya dengan Peter tersebar? Apa kalian percaya?" Maya mulai mengompori.


Carol tersenyum sinis, dia mencengkram wajah cantik Gwen. Carol menatap mata Gwen dengan lekat dan ingatannya kembali pada pelayannya yang telah menghilang.


"Tentu saja aku tidak percaya!" Carol langsung merobek baju Gwen. Dan bekas tanda percintaan yang dibuat Trevor masih jelas terlihat di sana.


"Kalian lihat tubuhnya? Bukankah itu tubuh seorang jalaang!"


Carol meyakini jika Peter yang membuat Gwen seperti itu. "Kau menikmati bercinta dengan Peter setelah aku berpisah darinya? Sungguh menjijikkan!"


Plak! Plak! Plak!


Tamparan demi tamparan Gwen terima dari Carol, Maya dan teman-teman artis lainnya.


"Lihatlah pipinya! Wajahnya itu memang wajah plastik!"


"Hahaha!"


Gwen mengeratkan gigi gerahamnya, benar kata Trevor semua tidak akan pernah berakhir sebelum ada kematian.