
"Kau ingin tahu caranya memikat wanita?" tanya Noah yang ingin memberikan tips pada putranya.
Trevor hanya diam tapi dia menunggu kalimat selanjutnya.
"Buat wanita itu hamil maka dia tidak akan pernah pergi dari sisimu!" tambah Noah dengan menaikkan kedua alisnya.
"Aku tidak suka anak-anak!" respon Trevor yang selama ini tidak mempunyai keinginan untuk menikah apalagi punya anak.
"Kau pikir aku dulu menyukaimu? Aku sangat membencimu! Kau itu pengganggu!" ketus Noah mengingat masa lalu. Dia yang terpaksa mempertahankan Trevor karena Violet yang mengancam akan pergi darinya jika dia menggugurkan kandungan. "Tapi percayalah, seiring berjalannya waktu semua akan berubah!"
"Jadi kau ingin aku mati, Dad?" respon Trevor gusar.
"Aku tidak akan membunuh darah dagingku sendiri hanya saja waktu itu aku belum siap!" tanggap Noah supaya putranya tidak salah paham.
"Itu sama saja, Dad. Kau tidak menginginkan aku!" ketus Trevor tapi dia jadi berkaca pada Noah. Bukankah dia juga sama saja?
Ah, memikirkan hal seperti itu membuatnya pusing sendiri. Yang terpenting sekarang membuat Gwen jatuh hati padanya, untuk urusan lain dia akan memikirkan nanti.
"Lebih baik kita membahas hal yang lebih penting. Keluarga Marquez mempunyai seorang putri? aku dengar mereka hanya mempunyai satu keturunan laki-laki karena permaisuri yang susah hamil," ucap Trevor mengalihkan pembicaraan.
"Aku rasa Gwen anak dari seorang selir," sahut Noah mengemukakan pendapatnya.
Trevor mengetuk-ngetuk jarinya di meja, rasanya kalau Aland ikut terlibat pasti ada sesuatu.
"Bisakah kau membantuku, Dad? Untuk sementara Gwen aman karena wajahnya pasti tidak akan dikenali. Tapi aku ingin menyelidiki semuanya!" pinta Trevor kemudian.
Noah hanya bisa menganggukkan kepala sambil mengulum senyum karena melihat putranya begitu mengkhawatirkan Gwen. Pasti Trevor sudah jatuh cinta hanya belum menyadarinya saja.
Gwen bersiap-siap untuk pergi ke apartemen Peter, dia berdandan cantik dan seksi supaya Peter semakin tertarik padanya.
"Bukankah Carol tinggal bersama kekasihnya itu?" tanya Gwen pada Maudy saat mereka dalam perjalanan.
"Aku dengar mereka sudah berpisah," tanggap Maudy yang juga baru saja mendengar kabar itu. "Aku rasa tuan Peter tergoda denganmu, Nona."
Gwen tersenyum smirk. "Memang itu tujuannya, 'kan? Carol harus kehilangan satu-satu yang dia miliki, aku hanya perlu membujuk Peter untuk mengeluarkan Carol dari agensi!"
Sampai beberapa menit berlalu akhirnya mereka sampai di bangunan apartemen mewah Peter.
Gwen turun sendirian tapi Maudy tetap siaga menunggu di mobil seperti biasa. Gwen mencoba menghubungi Peter dan memintanya menjemput di lobby apartemen.
"Anna!" panggil Peter yang menjemput Gwen di lobby apartemen. Lelaki itu semakin kagum melihat penampilan Gwen, dia mendekat dan merangkul pinggang Gwen begitu saja. "Ayo ke unit apartemenku!"
Gwen berusaha menampilan senyum cantiknya sampai deretan giginya yang rapi kelihatan. "Aku datang memang memenuhi undanganmu, bukan?"
"Ya dan aku sangat berterima kasih untuk itu," Peter mengecup telapak tangan Gwen.
Mereka tidak menyadari jika ternyata potret mereka ditangkap oleh paparazi yang mengikuti Peter selama ini.
Seorang reporter mengambil foto Peter dan Gwen diam-diam yang akan dia jadikan bahan berita.
"Berita ini pasti akan menjadi trending topic!" serunya kesenangan.
Reporter lelaki itu segera menghubungi rekannya. "Aku mempunyai bahan berita, Peter Quill setelah mencampakkan Carol Watson berkencan dengan artis pendatang baru!"