
Disisi lain, Carol bertengkar hebat dengan Peter karena tiba-tiba lelaki itu memutuskan hubungan mereka.
Peter bahkan mengemasi barang-barang Carol dan meminta gadis itu keluar dari apartemennya.
"Kau memang laki-laki brengseek, Pete! Mana janjimu?" tagih Carol.
"Bagaimana jika aku hamil? Apa kau tidak mau tanggung jawab?"
Carol masih berusaha mempertahankan hubungannya dengan Peter tapi lelaki itu tetap kekeh pada keputusannya.
"Kita selama ini berhubungan suka sama suka, Carol. Lagi pula aku bukan pria pertamamu," sahut Peter tanpa beban.
Pupil mata Carol membulat mendengar itu, dia tidak menyangka Peter yang biasanya sangat manis padanya bisa berkata seperti itu.
"Ada apa sebenarnya denganmu, Pete?" tanya Carol keheranan, dia jadi mengingat artis pendatang baru yang Peter jadikan peran utama. "Apa ini semua karena Anna?"
"Bukan urusanmu, Carol. Cepatlah pergi dari sini!" usir Peter mulai gusar. Dia tidak mau berpura-pura lagi, dia mengeluarkan sifat aslinya pada Carol.
Merasa tidak diinginkan Peter lagi dengan berat hati, Carol meninggalkan apartemen Peter. Gadis itu terus menangis dan meratapi nasibnya sekarang.
Bahkan gerak-geriknya selalu diawasi oleh Aland, rasanya dia tidak punya harapan hidup lagi.
"Aku harus kemana sekarang?" gumam Carol yang tidak punya tujuan.
Carol tidak mau kembali ke rumah orang tuanya, untuk itu dia memutuskan menginap di hotel sementara waktu.
Tapi saat masih dalam perjalanan menuju hotel, tiba-tiba taksi yang Carol tumpangi dihadang oleh beberapa mobil yang membuat supir taksi terpaksa berhenti.
"Siapa mereka?" tanya Carol cemas.
Ternyata Aland dan para anak buahnya yang menghadang, Carol dipaksa keluar dari taksi dan diseret untuk masuk ke salah satu mobil di mana ada Aland di mobil itu.
"Apa kau datang ingin membunuhku? Bunuh saja! Aku tidak takut, aku sudah tidak punya apa-apa lagi," ucap Carol pada Aland dengan menantang, dia tidak takut seperti sebelumnya.
"Ternyata kau punya nyali juga," sahut Aland terkekeh.
"Tidak ada yang aku takutkan sekarang!" tambah Carol. Gadis itu menatap Aland, lebih baik dia memanfaatkan tubuhnya sekarang. Setidaknya dia akan punya kemewahan lagi. "Bagaimana kalau kau jadikan aku simpananmu?"
Aland mengerutkan dahinya dalam, dia menelisik penampilan Carol. "Boleh juga, aku belum pernah mempunyai wanita simpanan seorang artis!"
Gwen yang sudah terbangun menyeret tubuhnya ke kamar mandi. Air matanya kembali menetes ketika melihat pantulan wajahnya di depan cermin wastafel.
Tapi buru-buru dia menghapus air mata itu, semua sudah terjadi. Waktu tidak akan berputar mundur jadi sekarang Gwen hanya bisa menerima nasibnya. Mungkin itu adalah harga yang harus dia bayar untuk membalas budi pada Trevor selama ini.
"Menjadi teman ranjang? Tidak mungkin selamanya aku akan melayaninya bukan?" Gwen bermonolog pada dirinya sendiri.
Gwen harus bisa menyelesaikan misi balas dendamnya kemudian mencari orang tua aslinya.
"Aku harus pergi dari penjahat kelamin itu," Gwen bertekad kuat dalam dirinya.
*
*
*
*
*
Mau promoin novel karya "Rini Sya" judulnya "Mantan Terindah". Jangan lupa mampir juga ya guys.
Sinopsis :
DIA MENCERAIKAN ISTRINYA DEMI KEMBALI KE CINTA MASA LALUNYA? APAKAH INI ADALAH KEPUTUSAN YANG TEPAT!?
Zien menceraikan istri sahnya demi kembali pada kekasih masa lalunya.
Serasa disambar petir perasaan sang istri saat Zein mengungkapkan keinginannya itu.
Keputusan apa yang akan diambil oleh istri sah Zein? Mungkinkah ia akan meluruskan niat suaminya itu?
Lalu bagaimana dengan kekasih masa lalu Zein? Mungkinkah ia akan tetap melangkah maju, setelah ia tahu bahwa Zein menceraikan istrinya demi kembali padanya?