
"Hahaha!" Carol tertawa sendiri. "Tidak mungkin kau adalah Gwen! Gwen itu hanya gadis buruk rupa!"
Gwen yang sebelumnya tegang menjadi lega sekarang. Kemudian dia menepis tangan Carol yang masih berada di dagunya.
"Apa pembicaraan kita sudah selesai? Aku ada urusan yang jauh lebih penting dari ini!" ketus Gwen dengan wajah sinis memandang Carol dan Maya bergantian.
Gwen segera masuk ke dalam mobil di mana Maudy sudah menunggunya sedari tadi.
"Apa Nona tidak apa-apa?" tanya Maudy yang ingin membantu tapi Gwen memberinya kode untuk tidak ikut campur yang mana akhirnya dia mengurungkan niatnya.
"Cepat pergi dari sini saja!" perintah Gwen.
Supir yang mendengar itu langsung menginjak pedal gas mobil, mobil melaju dan meninggalkan gedung agensi.
Di dalam perjalanan Gwen lebih banyak diam dengan memejamkan matanya. Perkataan Carol dan Maya masih terlintas dipikirannya. Dia tidak boleh lemah, dia harus bisa melawan mereka.
"Carol harus hancur!" geram Gwen. Kemudian dia mendelik ke arah Maudy. "Kita akan menemui Dozer, 'kan?"
"Iya Nona, kita akan menemui Dozer di kapal pesiar," jawab Maudy yang sebelumnya sudah menghubungi Dozer.
"Kenapa dia ada di kapal pesiar?" tanya Gwen keheranan.
"Seperti biasa. Dozer melakukan misinya, dia mata-mata terbaik Black Mamba," jelas Maudy berusaha meyakinkan Gwen karena sebenarnya ini semua adalah perintah Trevor.
Gwen percaya, dia jadi mengingat kejadian tadi pagi saat Gwen merusak pintu kamar mandi dan meninggalkan Trevor di sana.
"Pintu kamar dan kamar mandi apartemen, apa sudah ada yang memperbaiki?" tanya Gwen, sebelumnya dia sudah menyuruh Maudy untuk mencarikan orang yang bisa memperbaiki pintu.
"Tidak usah memikirkan hal itu, Nona!" Maudy tak habis pikir, seharusnya Gwen memikirkan Trevor bukannya pintu.
*****
Akhirnya mobil yang membawa Gwen sudah sampai di dermaga. Ada sebuah kapal boat yang menunggu kedatangan mereka, kapal boat itu akan membawa mereka ke kapal pesiar yang sudah berada di tengah laut yang belum jauh dari dermaga.
Saat kapal boat itu mendekat ke kapal pesiar, barulah Gwen dan Maudy bisa masuk ke dalam sana.
"Di mana Dozer? Aku ingin bicara di bar kapal pesiar saja!" ucap Gwen yang ingin sekaligus menenangkan diri dengan minum-minum hari ini.
"Sepertinya Dozer memang ada di bar kapal ini, Nona," sahut Maudy mencoba menghubungi Dozer kembali.
"Hallo, sisters!" sapa Dozer dengan merentangkan kedua tangannya, Dozer ingin memeluk Gwen tapi tangannya ditepis oleh Maudy.
"Jangan macam-macam!" Maudy memberi peringatan.
"Aku hanya merindukan, Gwen. Kita sudah lama tidak bertemu!" gerutu Dozer sebal karena usahanya mendekati Gwen selalu saja gagal.
Gwen hanya menggelengkan kepalanya kemudian dia duduk di meja dan memanggil bartender di bar.
"Aku mau cocktail dan zaitun," ucap Gwen memesan minumannya.
Setelah memesan, atensi Gwen beralih pada Dozer lagi. Dia ingin menanyakan informasi yang didapat Dozer dari mulut lelaki itu sendiri tapi jawaban Dozer sama seperti yang Trevor ucapkan padanya.
"Bukan keluarga Watson yang mencariku tapi orang lain. Aku yakin itu adalah orang dari keluarga asliku," ucap Gwen merasa sangat yakin dengan firasatnya.
"Sebaiknya jangan gegabah, Nona. Kita akan mencari tahu semuanya secara hati-hati," sahut Maudy mencoba memberi peringatan bahwa Gwen jangan mudah percaya dengan siapapun.
Gwen mengangguk, dia meminum cocktailnya yang sudah jadi.
"Tapi aku penasaran akan sesuatu. Apa aku boleh melihatnya, Gwen?" tanya Dozer tiba-tiba.
"Melihat apa?" tanya Gwen balik, dia tidak mengerti pertanyaan Dozer padanya.
"Saat aku membuat tatto di dadamu, aku melihat sebuah tanda lahir di pundakmu! Aku ingin melihatnya dengan teliti tapi bos Trevor terus melotot padaku!" ungkap Dozer.
"Tanda lahir?" Gwen mencoba membuka kancing baju atasnya. Kemudian membuka pundaknya. "Yang mana? Aku bahkan tidak tahu kalau aku mempunyai tanda lahir!"
Dozer melihat dengan seksama tapi tidak menemukan tanda lahir yang dia maksud. Kemudian dia meminta Gwen membuka pundak sebelahnya.
"Nah, ini dia!" Dozer langsung meraih ponselnya kemudian memotretnya.
Sebenarnya bukan tanda lahir tapi lebih tepatnya seperti luka yang membekas. Luka sayatan pisau.
"Sejak kecil aku sudah mempunyai luka ini," ucap Gwen saat melihat foto dari ponsel Dozer. "Apa ini penting?"
"Aku seperti pernah melihat bekas luka ini, aku akan menyelidikinya lagi," jawab Dozer gusar karena sepertinya dia tahu siapa Gwen sebenarnya.