Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Gigitan Luar Biasa



Setelah berhasil memerawani seorang gadis, Trevor jadi kelimpungan sendiri. Dia jadi ingin mencoba sensasi baru karena saat bercinta dengan Gwen rasanya sangat berbeda.


Trevor pikir rasa penasaran itu akan hilang tapi ternyata rasa itu semakin menjadi-jadi.


Akhirnya, dia memerintahkan Neil untuk menjemput dokter Marry. Trevor memaksa dokter Marry untuk memberikan suntikan kontrasepsi pada Gwen.


"Bosmu sepertinya semakin gila," komentar dokter Marry saat turun dari helicopter yang membawanya ke kapal pesiar.


Neil mengangguk setuju. "Bos Trevor sedang tergila-gila pada Gwen sampai batas mengerikan untuk dibayangkan!"


"Apa setelah bosan bosmu akan membuang, Gwen?" tanya dokter Marry gusar. "Aku mengenalnya selama 6 bulan penuh saat dia melakukan operasi plastik, aku menyaksikan sendiri bagaimana dia berjuang. Dia tidak pantas untuk disakiti!"


Neil tidak bisa berkata-kata lagi karena dia juga belum tahu perasaan bosnya bagaimana, yang dia tahu Trevor saat ini begitu terobsesi dengan Gwen sampai wanita secantik dan seseksi apapun dimata Trevor hanyalah sampah kecuali Gwen.


"Silahkan, Dok." Maudy mempersilahkan dokter Marry masuk ke kamar setelah dia membuka pintu kamar yang dihuni oleh Trevor dan Gwen.


Setelah beberapa menit berlalu, Maudy mendengar suara Trevor yang mengusir dokter Marry. Dan sekarang hanya tertinggal dua anak manusia di kamar itu.


"Sekarang apa maumu, Trey?" tanya Gwen sambil menatap lelaki yang saat ini masih sibuk menghisap rokoknya. Tapi mata lelaki itu terus memperhatikan Gwen.


"Aku ingin bercinta lagi karena yang kemarin kurang sah. Aku ingin merasakannya tanpa pengaman," jawab Trevor dengan gamblang.


Gwen memalingkan wajahnya karena melihat Trevor yang berdiri dari tempatnya, lelaki yang hanya menggunakan jubah itu membuka kain yang melekat pada tubuhnya.


"Kau sudah melihat semuanya, Gwen. Kenapa kau malu begitu?" Trevor mendekati Gwen yang membuat gadis itu bergerak mundur.


"Semakin kau menolakku, semakin aku penasaran padamu!"


"Trey..." Gwen menahan tubuh Trevor yang hendak menciumnya. Dia ingin bernegoisasi dulu. "Aku harus melakukan misiku, sebentar lagi aku akan mulai syuting!"


"Jadi kau menganggap aku sebagai pengganggu sekarang?" tanya Trevor yang menyimpulkan kalimat Gwen itu.


"Bukan begitu tapi..." Gwen memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rona merah di pipinya. "Jangan terlalu sering melakukannya!"


Trevor menyeringai. "Aku tidak bisa janji, kau yang sudah membuatku penasaran sampai sejauh ini!"


"Padahal aku tidak pernah menggodanya, hiks..." batin Gwen menjerit.


"Ta--tapi, jangan jadi nyamuk kanibal yang membuat tubuhku merah-merah!" pinta Gwen yang tidak mau meninggalkan bekas saat bercinta.


"Kalau itu bisa aku usahakan!" Trevor tidak mau menunggu lama lagi karena gairahnya yang sudah meledak-ledak sekarang. Dengan buas Trevor melumaat bibir Gwen dan satu tangannya kembali merobek kemeja yang dikenakan gadis itu.


Gwen tidak habis pikir, kenapa lelaki yang menciuminya itu seakan mempunyai tenaga yang tidak ada habisnya.


Puas mencumbu Gwen, Trevor membalik badan gadisnya karena dia ingin mengajari Gwen cara bercinta dengan gaya baru.


"Trey, pelan-pelan!" pinta Gwen yang masih merasa ngilu di bagian inti tubuhnya tapi Trevor akan menghujamnya lagi.


"Rileks, Gwen," Trevor berusaha membujuk Gwen dengan menciumi punggung mulus gadis itu sambil dia yang mengarahkan senjatanya.


Baru pertama kali ini, ada wanita yang dia akan tiduri tanpa pengaman. Seperti sebelumnya, dia kesusahan untuk masuk tapi dia terus berusaha sampai dia merasa benda perkasanya serasa dijepit dan terasa hangat di dalam sana.


"Argh! Gwen..." Trevor menggeram karena merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa. "Ternyata rasanya begitu menggigit!"