
Trevor merasa pusing dan mual lagi, padahal sekarang adalah misi terakhirnya. Dia ingin cepat kembali dan bertemu istrinya yang sudah beberapa bulan Trevor tinggal.
Penampilan Trevor juga berubah demi menjalankan misi rahasia, dia melakukan penyamaran. Rambutnya panjang, wajahnya ditumbuhi jambang.
"Bos!" panggil Neil yang khawatir akan kondisi bosnya. "Apa mual itu datang lagi?"
Aneh, padahal Trevor sudah memeriksakan diri ke dokter tapi Trevor dinyatakan baik-baik saja. Pusing dan mual itu datang diwaktu-waktu tertentu.
"Sepertinya aku memang haus darah!" Trevor mengambil pedangnya dan ingin segera mengakhiri permainan.
Ada pengkhianat di kubu Trevor yang membocorkan di mana saja lokasi markas organisasi mafia Trevor, untuk itu Trevor melakukan penyamaran untuk menyelidiki siapa musuhnya. Trevor harus mempertahankan wilayah kekuasaannya.
Ternyata musuh kali ini begitu licik, beberapa kali Trevor gagal mendapatkan informasi.
Tapi hari ini, Trevor sudah tahu siapa dalang dibalik semuanya. Sebelum mereka menyerang, Trevor akan menyerang duluan.
Trevor menyusup di kubu lawan dan memerintahkan anak buahnya untuk memasang bom di sana.
"Biar aku yang menghabisi Maroon!" geram Trevor menyebutkan nama pimpinan mafia yang secara rahasia akan menyerang kelompoknya.
Trevor berjalan ke pintu utama dengan menyeret pedangnya.
"Biarkan aku masuk karena aku ingin memenggal kepala pimpinan kalian!" ucap Trevor pada para anak buah Maroon yang berjaga di pintu utama.
Para anak buah Maroon mengepung Trevor dengan todongan senjata.
Trevor tersenyum smirk. "Jadi, kalian tidak ingin memberi jalan?"
Dor!
Dor!
Tiba-tiba mereka semua ambruk karena tembakan dari Neil dan Dozer dari belakang.
"Bom sudah di pasang semua, Bos!" lapor Neil.
"Maroon berada di ruang latihan, di lantai bawah!" timpal Dozer yang sudah melacak keberadaan Maroon.
Trevor berusaha menemukan keberadaan Maroon yang tengah melakukan pertandingan dengan anak buahnya untuk berlatih melawan Trevor sendiri.
Brak!
Trevor membuka pintu ruang latihan itu dengan paksa.
"Kau berlatih untuk melawanku tapi sekarang aku datang dengan suka rela!" ucap Trevor dengan menatap tajam ke arah anak buahnya yang berkhianat.
Maroon sendiri merasa geram karena bisa-bisanya Trevor tahu lokasi markasnya padahal dia sudah mati-matian menyembunyikan diri dari incaran Trevor selama beberapa bulan ini.
Trevor terkekeh mendengar itu. "Aku tidak tertarik dan tidak suka berbasa-basi! Aku sedang ingin melihat banyak darah hari ini!"
Bersamaan dengan itu, Trevor maju dan menebas setiap para anak buah Maroon.
Crash! Crash!
Trevor seperti kesetanan, dia meloncat ke atas ring dan menodongkan pedangnya di leher Maroon.
Pedang yang berlumuran darah itu membuat Maroon membeku di tempatnya.
"Kau sudah mengusik acara honeymoon bersama istriku sekarang rasakan akibatnya!" Trevor mengayunkan pedangnya di leher Maroon.
Wajah Trevor berlumuran darah, dia bersimpuh dengan bertumpu pada pedangnya. Matanya terpejam dan bayangan Gwen yang ada di kepalanya. Entah sampai kapan Trevor akan hidup seperti itu dan berhenti.
"Bos..." panggil Neil dibalik chip. "Semua sudah aman dan bom akan meledak!"
Trevor langsung membuka matanya. "Kita pulang sekarang!"
*****
Trevor mendapat laporan dari Zack kalau Gwen berada di mansion rahasianya, Gwen tidak suka tinggal di markas utama karena terlalu banyak asap rokok.
Saat helicopter yang dikendarai Trevor mendarat di mansion rahasianya, Trevor segera turun, dia tidak sabar bertemu dengan istrinya.
Tapi sensor wajah di mansion tidak bisa memindai wajah Trevor karena penampilannya yang berubah.
"Ck!" Trevor berdecak karena dia memang belum sempat mencukur rambut dan jambangnya.
Trevor meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Gwen untuk membukakan dia pintu.
"Sayang..." panggil Trevor.
"Oh, jadi kau masih mengingatku! Sudah berapa bulan kau tidak pulang dan menghubungiku, Trey!! Aku kira kau sudah mati di luar sana!?" teriak Gwen yang merasa emosi luar biasa. Bisa-bisanya Trevor menghilang bagai ditelan bumi.
"Aku rindu kau yang marah begini sayang, cepat buka pintunya!"
"Kau memang suami gila, Trey!"
Gwen akhirnya membuka pintu mansion dan dia terkejut melihat penampilan Trevor yang seperti gelandangan.
Bukan hanya Gwen yang terkejut tapi Trevor merasa Gwen sangat berbeda karena perut istrinya yang membuncit.
Pletak!
Trevor menyentil perut Gwen tanpa dosa. "Sayang, selama aku tinggal ternyata perutmu jadi mengembang!"