
Gwen memandangi Pulau Biru dari helicopter yang semakin menjauhi pulau itu. Gwen memejamkan matanya, setelah ini dia harus benar-benar merubah mindset di kepalanya. Dia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.
"Aku harus banyak berlatih," gumam Gwen. Lalu matanya melirik Trevor yang ada di sampingnya. Sedari tadi Trevor hanya diam dan sibuk berkutat dengan layar tab miliknya.
"Sangat aneh!" Gwen bermonolog pada dirinya sendiri. Tapi baguslah, setidaknya Gwen terbebas dari cumbuan lelaki itu.
Bukannya Trevor tidak menghiraukan Gwen tapi dia sedang sibuk mencari referensi untuk acara lamaran. Semua referensi yang dia baca tidak sesuai dengan keinginannya, dia tidak bisa berperilaku romantis seperti pria normal lainnya.
"Semua menjijikkan!" umpatnya dalam hati. Tapi Trevor dapat ilmu baru jika melamar harus memberikan cincin. "Aku harus membeli dan memesan khusus untuk Gwen!"
*****
Maudy bersembunyi dari kejaran sekelompok pria berbadan besar suruhan dari Erik dan Isabel. Mereka terus mengincar Maudy supaya Maudy memberitahu mereka di mana Gwen berada.
"Aku harus cepat memberitahu Dozer supaya mereka cepat kembali!" Maudy segera meraih ponselnya dan menghubungi Dozer yang masih di Hawaii.
Setelah itu Maudy kembali berlari untuk mencari tempat persembunyian paling aman.
Tapi sayang, nasib baik tidak berpihak pada Maudy, dia tertangkap kemudian Maudy dibawa untuk menghadap Erik dan Isabel.
"Di mana Gwen?" tanya Isabel tidak sabaran.
"Tenanglah, Bu. Biar aku yang berbicara," sahut Erik mendekati Maudy. Dia terpaksa melakukan cara kasar karena Maudy terus kabur dan tidak bisa diajak bicara baik-baik. "Tolong beritahu di mana keberadaan Gwen!"
Maudy terus diam, dia tidak bisa memberitahu keberadaan Gwen. Dia tidak tahu tujuan Erik dan Isabel mencari Gwen untuk apa.
"Ternyata kau begitu setia, baguslah!" komentar Erik melihat keterdiaman Maudy.
Erik kemudian meminta bodyguardnya untuk memotret Maudy dan mengirimnya pada Trevor.
"Aku mau lihat apa bosmu akan menolong anggotanya yang setia ini!" Erik menyilangkan kedua tangannya di dada. Dia berharap Trevor akan datang bersama Gwen.
Saat Trevor baru saja turun dia mendapat pesan yang berisi foto dan video Maudy disekap.
"Ada apa?" tanya Gwen ingin tahu karena melihat ekspresi wajah Trevor yang berubah menjadi menyeramkan.
"Ternyata mereka tidak ada kapoknya!" kesal Trevor yang bergegas masuk ke Kasino dan meminta beberapa anak buahnya yang ada di sana untuk ikut bersamanya.
Gwen yang merasa diabaikan Trevor menjadi bingung sendiri. Dia terus mengikuti Trevor dari belakang.
"Trey, kau mau ke mana?" tanya Gwen sekali lagi. "Apa aku bisa ikut?"
"Tidak!" tolak Trevor tegas. "Kau tunggu aku di sini saja!"
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Gwen terus mendesak agar Trevor mau berbicara padanya.
Trevor menghembuskan nafasnya kasar. Dia meraup wajah Gwen dengan kedua tangannya.
"Mereka masih mencarimu, Gwen," ucap Trevor yang membuat Gwen berpikir siapa yang dimaksud Trevor sampai lelaki itu berkata lagi. "Sisa keluargamu!"
Gwen agak terkejut tapi mengingat beberapa kali Erik menolongnya, sepertinya tujuan Erik tidak jahat.
"Biarkan aku ikut, Trey," pinta Gwen yang yakin jika Erik mempunyai tujuan lain selain menjadikannya tumbal pengganti.
Trevor tampak gusar, tentu saja dia masih tidak mau jika Gwen ikut menyelamatkan Maudy.
"Trey..." Gwen mencoba meyakinkan Trevor. "Disaat kau menolongku malam itu, aku sudah berjanji akan mengabdi seumur hidupku padamu dan..."
Gwen memberanikan diri untuk melanjutkan kalimatnya. "Aku sudah menyukaimu!"