
[Kondisi Jullian dan Juvel cuma khayalan author semata. Tapi kembar emang punya ikatan batin kuat soalnya anak author juga kembar tapi versi kembar double J agak lebay๐ ]
Juvel dan Jullian kini hidup terpisah demi mengurangi ikatan batin di antara keduanya yang kadang membahayakan saudaranya sendiri.
Juvel dibesarkan oleh Gwen dan Trevor, mereka harus sering berpindah-pindah tempat karena Gwen yang selalu ingin berada di dekat suaminya.
Sementara Jullian dibesarkan oleh Noah dan Violet, bocah kecil itu akan dilatih menjadi calon king mafia.
Untuk pendidikan, Jullian melakukan home schooling tapi saat beranjak sekolah menengah pertama, Jullian membaur di sekolah umum karena ingin mempunyai teman.
Jullian menyembunyikan identitasnya yang seorang keturunan mafia dan menjadi anak normal lainnya. Tapi saat kembali ke Pulau Biru, dia akan menerima latihan ekstrim dari kakeknya karena dia harus tumbuh menjadi lelaki tangguh.
"Ayo, jangan pernah takut pada apapun!" seru Noah yang melihat Jullian masuk ke kandang heina.
Hari ini Jullian harus menjinakkan Silvia, heina tua yang hanya bisa jinak dengan Noah selama ini.
Saat melihat Jullian masuk ke kandang, Silvia langsung menyerang pemuda itu.
Jullian sudah memasang kuda-kuda untuk melawan Silvia, beberapa kali Jullian berhasil menghindari serangan dari Silvia sampai membuat Silvia semakin gencar melakukan serangan.
"Sekarang giliranku, Silvia!" Jullian menangkap mulut Silvia dan membukanya selebar mungkin sampai badan Silvia kejang-kejang.
"Jullian, kau bisa membunuh Silvia!" teriak Noah yang ikut masuk ke kandang.
Jullian melepas Silvia yang membuat heina itu langsung berlari ke arah Noah.
"Aku memintamu untuk menjinakkan Silvia bukannya membunuhnya," tambah Noah.
"Aku lihat lebih dari jinak, Silvia tampak takut padaku sekarang!" sahut Jullian bangga.
Dan sedetik kemudian, Jullian merasa sakit pada perutnya. Perut Jullian seperti terlilit sesuatu.
"Ada apa? Apa kau terluka?" tanya Noah cemas.
"Tidak tapi kenapa perutku sakit sekali, Akh..." Jullian berteriak karena tidak tahan dengan rasa sakitnya.
Akhirnya Noah membawa cucu laki-lakinya itu untuk masuk ke dalam rumah.
Violet segera mengambil kompres dingin untuk mengompres perut cucunya.
Beberapa jam berlalu rasa sakit itu tak juga mereda, kebetulan hari ini waktunya Juvel berkunjung ke Pulau Biru untuk melihat saudaranya.
Saat turun dari helicopter, Juvel langsung berlari masuk ke dalam rumah besar untuk mencari saudaranya.
"Jullian! Jullian!" panggilnya.
Saat itu Jullian berbaring di ruang santai dengan terus merintih kesakitan.
"Kau kenapa?" tanya Juvel yang melihat Jullian tampak kesakitan.
"Entahlah, di mana mommy dan daddy?" tanya Jullian yang tidak mau memperlihatkan sisi lemahnya.
"Ada di belakang. Aku punya berita bagus, Jullian!" Juvel duduk kemudiab berbisik pada saudaranya. "Aku hari ini mendapat menstruasi pertamaku!"
"Apa!? Pantas saja! Jadi, aku sakit karena ulahmu, Juvel!" teriak Jullian sambil melempari Juvel dengan bantal.
Juvel justru tertawa dan berlari, Jullian mengejar saudaranya karena kesal harus merasakan sakitnya wanita saat menstruasi.
"Sakitnya akan mereda kalau kau minum obat pelancar datang bulan!"
"Lebih baik aku mati daripada harus meminum obat seperti itu!?"
Dan hal itu disaksikan oleh Gwen dan Trevor, keduanya menghela nafas mereka bersama. Ternyata dipisah pun ikatan batin si kembar tidak bisa hilang.
"Sekarang, bagaimana Trey?" tanya Gwen.
Trevor merangkul pundak istrinya. "Kita hadapi semua bersama sayang!"
*****
TAMAT
Cerita mereka berlanjut di cerita si kembar ya guys, nanti Trevor akan sadar dan tobat demi Juvel. ๐
Judul baru : The Baby'S Mafia