Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Kurang Sah



"Gwen...," panggil Trevor karena sedari tadi gadis itu tak kunjung keluar dari kamar mandi. "Kau tidak apa-apa?"


Trevor jadi cemas tapi tak lama kecemasannya hilang karena Gwen akhirnya keluar juga.


"Kau sedang apa? Apa masih sakit?" tanya Trevor perhatian.


"Ternyata kau masih peduli juga padaku," ketus Gwen sambil berjalan dengan menahan ngilu di antara kedua pahanya.


Gwen duduk di sofa sambil menggosok rambutnya yang basah karena dia baru saja membasahi rambutnya.


Tiba-tiba Trevor merebut handuk yang ada di tangannya, tubuhnya diangkat dan duduk di atas paha Trevor. Dengan telaten Trevor menggosok rambut Gwen.


Gwen pasrah, toh kalau dia melawan akan percuma. Dia pasti akan kalah.


"Cepat pakai baju, dokter Marry sudah menunggumu!" ucap Trevor memerintah.


"Dokter Marry? kenapa dia kemari?" tanya Gwen keheranan. "Lagi pula aku tidak punya baju karena bajuku sudah kau sobek. Jadi aku pakai apa?"


"Kau bisa pakai kemejaku," jawab Trevor dengan bibir mendekat pada telinga Gwen. "Tidak usah memakai pakaian dalam!"


Gwen langsung meninju dada Trevor cukup keras. "Kalau ada nominasi kemesuman, kaulah juaranya, Tuan Mafia!"


Karena memang tidak punya pilihan, Gwen mengambil kemeja Trevor dan memakainya. Dimata Trevor sekarang, Gwen begitu seksi.


Trevor ingin menerjang Gwen sekarang juga tapi ada sesuatu yang harus dokter Marry lakukan sebelum itu.


"Cepat masuk ke dalam kamar!" perintah Trevor pada Maudy dengan melakukan panggilan telepon.


Maudy yang sedari tadi menunggu diluar bersama dokter Marry akhirnya mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar.


"Dokter!" seru Gwen melihat dokter bedah plastiknya ada di sana. Gadis itu setengah berlari saat mendekati dokter Marry. "Kita sudah lama tidak bertemu!"


"Apa kabar, Gwen?" tanya dokter Marry bersahabat.


"Cepat lakukan tugasmu!" potong Trevor yang ingin dokter Marry cepat- cepat pergi.


Dokter Marry mengangguk, dia duduk berdua dengan Gwen di sofa kamar. Dokter wanita itu memeriksa keadaan luka di telapak tangan Gwen.


"Bukankah ini terlalu berlebihan, aku hanya luka biasa tapi Trevor malah memanggil dokter bedah plastik!" ungkap Gwen sambil menahan sakit saat lukanya diobati.


"Sebenarnya ada hal lain yang harus aku lakukan, Gwen. Tuan Trevor tidak mau kau ditangani oleh dokter manapun kecuali aku karena dari awal yang tahu semua tentangmu adalah aku," sahut Dokter Marry.


Kemudian dokter Marry mengeluarkan botol obat dan sebuah suntikan dari dalam tasnya. Obat yang dipesan Trevor sebelumnya, obat kontrasepsi.


"Aku akan memberikan obat ini, mungkin akan mempengaruhi hormon di tubuhmu jadi apapun itu, kau bisa langsung berkonsultasi padaku!" tambah dokter Marry.


Gwen bingung tapi dokter Marry menjelaskan kembali.


"Ini suntikan kontrasepsi agar kau tidak hamil, Gwen," jelasnya lagi.


Mendengar itu, wajah Gwen langsung merona malu. Pasti dokter Marry sudah tahu semuanya tapi dokter itu tetap bersikap profesional.


Gwen memejamkan matanya saat suntikan itu menembus kulitnya. Dia tidak protes karena memang dia juga tidak mau mempunyai anak hasil dari kemesuman Trevor.


"Sudah, 'kan? Sekarang pergi sana!" usir Trevor saat dokter Marry sudah selesai menyuntik Gwen.


"Baiklah, saya permisi dulu!" Dokter Marry buru-buru pamit undur diri karena melihat Trevor dengan wajah yang mengerikan di kamar itu.


Gwen memandangi Dokter Marry yang hilang dibalik pintu, di sana dia melihat Maudy yang menunggu dan bersiap mengunci pintu kamar dari luar.


Trevor benar-benar sudah gila!


"Sekarang apa maumu, Trey?" tanya Gwen sambil menatap lelaki yang saat ini masih sibuk menghisap rokoknya. Tapi mata lelaki itu terus memperhatikan Gwen.


"Aku ingin bercinta lagi karena yang kemarin kurang sah. Aku ingin merasakannya tanpa pengaman," jawab Trevor dengan gamblang.