Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Jebakan Batman



Sedari tadi ada lelaki yang terus memperhatikan Gwen, lelaki yang bernama Baron itu terus memperhatikan Gwen yang jaraknya hanya beberapa meter dari gadis itu.


Baron mendekati Gwen bersama para anak buahnya.


"Hallo cantik," sapanya.


Gwen memutar bola matanya malas. Dia tidak ingin diganggu, untuk itu dia mencoba mengusir Baron.


"Enyahlah, aku sedang tidak berselera!" Gwen mengatakan itu dengan meminum cocktailnya kembali dan enggan menatap Baron yang menurutnya tidak penting.


Tapi Baron seakan tidak mendengar penolakan Gwen. Dengan berani Baron menyentuh pundak gadis itu, refleks Gwen mengeluarkan tehnik bela dirinya.


Gwen mencekal tangan Baron kemudian membantingnya di meja.


"Don't touch me!" geram Gwen dengan mata melotot tajam.


Aksi Gwen mengundang para anak buah Baron untuk menyerang. Gwen berdiri dan melempar kursi sampai mengenai salah satu anak buah Baron.


"Apa yang kalian lihat? Cepat bantu aku!" Gwen berteriak pada Dozer dan Maudy yang seakan menjadi penonton.


"Kau yang memulainya, Gwen. Jadi kau yang harus menyelesaikannya," sahut Dozer yang seakan mendapat tontonan gratis. Dia bersikap begitu bukan tanpa alasan, Baron dan bawahannya adalah anggota Black Mamba yang Gwen tidak ketahui.


"Saya tidak bisa berkelahi, Nona." Maudy memberi alasan klasik, dia merasa yakin jika Baron hanya menjalankan perintah dari bosnya.


Gwen memicingkan matanya kepada kedua orang itu. Baiklah, dia bisa sendiri tanpa bantuan mereka.


"Persetan dengan kalian!" Gwen membalik badannya melawan para bawahan Baron. Dia mencoba memukul dan menendang mereka.


Tapi tentu saja perlawanan Gwen tidak berarti apa-apa karena jumlah mereka banyak sementara dia seorang diri.


"Hahaha!" Baron tertawa kemenangan, dia mengeluarkan pisau dari balik jasnya.


Baron akan melakukan tugas dari bosnya. Melukai tangan dan kaki Gwen.


Disaat Gwen sedang baku hantam dengan para bawahannya, disaat itulah Baron mencuri kesempatan. Dia menyabetkan pisaunya pada telapak tangan Gwen.


Gwen masih merasakan sakit pada telapak tangannya tapi Baron mulai menyerangnya lagi, kali ini sasarannya adalah kaki gadis itu.


Beruntung Gwen dengan sigap untuk menghindar, dengan sisa tenaga yang ada Gwen mencoba meraih kursi kayu panjang yang ada di bar kemudian memukulkannya pada kepala Baron.


Brak!


Baron terhuyung ke belakang dengan kepala berdarah.


Situasi semakin tidak terkendali, Dozer memberi kode pada Baron dan lainnya untuk pergi. Sepertinya luka yang diterima Gwen sudah cukup dan gadis itu juga tampak kelelahan.


"Damn you!" umpat Gwen dengan nafas yang terengah-engah pada Dozer yang mendekat padanya.


Dozer hanya tergelak kecil. "Aku hanya ingin melihat kemampuanmu, Gwen. Kau lumayan juga pasti itu adalah latihan dari bos Trevor!"


Maudy juga tak acuh, dia meminta kotak P3K pada bartender di bar untuk mengobati luka ditangan Gwen.


"Kalian berdua mau mempermainkan aku, ya?" Gwen mulai curiga atas sikap Dozer dan Maudy.


"Tidak, Nona. Lebih baik Nona istirahat, kita menginap di sini malam ini," sahut Maudy berusaha menutupi semuanya.


Gwen berpikir yang dikatakan Maudy ada benarnya juga, setidaknya dia bisa menghindari Trevor malam ini.


Setelah tangan Gwen sudah diperban, Maudy membawa Gwen ke salah satu kamar VVIP yang berada di kapal pesiar itu.


"Silahkan istirahat, Nona!" pamit Maudy undur diri.


Karena lelah, Gwen tidak mau menanggapi Maudy lagi. Dia segera membuka pintu kamar supaya bisa beristirahat.


Tapi niatnya itu tidak akan terwujud karena ada seseorang yang sudah menunggu kedatangannya dan siap menerkamnya tanpa ampun.


"Trevor!" pekik Gwen saat melihat lekaki itu berada di dalam kamar.


Gwen berbalik ingin keluar tapi pintu kamar itu sudah dikunci dari luar. Sekarang Gwen sadar jika dirinya telah dijebak oleh penjahat kelamin itu.