Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Final Battle



Gwen meneteskan air matanya saat melihat Trevor berada di ambang pintu. Dia ingin berteriak memanggil nama lelaki itu tapi lehernya tiba-tiba di todong pedang oleh Marquez.


"Gwen adalah putriku jadi yang berhak atas diri Gwen hanya aku!" Marquez mengancam Trevor menggunakan anaknya sendiri.


Trevor semakin terbakar emosi melihat dan mendengar sendiri bagaimana Marquez memperlakukan gadis yang disebut putrinya itu.


"Yang aku tahu semenjak aku meniduri Gwen, gadis itu menjadi milikku. Jadi, aku akan merebutnya darimu!" Trevor tidak takut, dia tidak mau Gwen menjadi kelemahannya. Dan Trevor yakin Marquez tidak akan membunuh Gwen karena dia masih membutuhkan anak perempuannya itu.


Marquez semakin menekan pedangnya yang membuat leher Gwen tergores dan berdarah.


"Semakin kau menyakiti gadisku semakin aku ingin membunuhmu!" Trevor mengeratkan gigi gerahamnya.


Trevor terus melangkah tanpa ragu tapi tentu langkahnya tidak mudah karena para penjaga yang ada di sana mengepung dirinya.


"Targetku bukan kalian jadi minggir! Atau..." Trevor mengayunkan pedangnya pada salah penjaga kemudian dengan cepat menebas lehernya.


Dug!


Satu kepala terjatuh dan Trevor langsung menginjaknya.


"Atau nasib kalian akan seperti ini!" sambung Trevor tanpa belas kasih.


Semua jadi merinding melihat dengan mudahnya Trevor memenggal kepala seseorang. Ditambah anak buah Trevor yang berdiri di belakangnya membuat mereka menyerah dan memberi jalan pada Trevor.


"Keputusan yang bijak," ucap Trevor kembali maju ke depan.


Marquez yang melihat penjaganya menyerah dengan mudah membuatnya geram sekarang dia sendirian yang harus melawan Trevor sampai dia mengingat jika Erik juga ada di sana.


"Erik, bantu aku!" pinta Marquez pada putranya.


Erik bergeming, dia yakin jika Trevor dan pasukannya yang akan menang. Untuk itu, dia tidak mau melawan atau membantu ayahnya, Erik justru mengajak Isabel untuk pergi.


"Ibu, ayo keluar dari sini. Setidaknya kita bisa menghabiskan waktu berdua sebelum aku mati!" bujuk Erik agar Isabel merelakan dirinya.


Isabel hanya bisa menangis dan memeluk putranya, memang langkahnya dengan Marquez sudah salah dari awal.


Akhirnya mereka keluar dari tempat ritual itu, meninggalkan Marquez seorang diri.


"Lihatlah! Bahkan anak dan istrimu tidak menganggapmu sebagai suami atau ayah," ucap Trevor dengan nada cibiran yang kental.


Marquez melepaskan Gwen dan menantang Trevor karena tidak terima.


"Derajatku jauh lebih tinggi dari pada seorang mafia sepertimu!" serunya.


"Oh iya? Kita buktikan sekarang." Trevor tidak mau membuang waktu lagi. Dia berlari dan menyerang Marquez di sana.


Trang! Trang!


Melihat Gwen sudah terlepas dari Marquez membuat Violet segera mendatangi Gwen untuk melepaskan ikatan yang membelenggu gadis itu.


"Tenang Gwen, sebentar lagi kau akan bebas!" Violet berusaha memotong tali menggunakan pisau.


Gwen hanya menurut walaupun dia belum mengenal Violet.


"Dunia mafia begitu rumit, Gwen. Aku harap setelah kejadian ini, kau banyak belajar." Violet masih sempat memberi wejangan.


"Aku pasti akan belajar lebih keras lagi," sahut Gwen.


"Akhirnya kau bersuara juga, good girl. Kau mengingatkanku saat baru pertama kali masuk dunia mafia!" ungkap Violet yang sudah berhasil memotong semua tali dan membantu Gwen untuk duduk. "Ayo kita pergi dari sini!"


"Tapi Trey?" Gwen tidak mau meninggalkan Trevor yang tengah bertarung dengan ayahnya.


"Gwen, Marquez tidak pernah menganggapmu sebagai anaknya jadi apakah kau masih menganggap dia ayahmu?" Violet mencoba membujuk Gwen agar merelakan Marquez jika mati di tangan Trevor nantinya dan mencoba untuk tidak peduli. "Dia tak lebih dari budak iblis."


Gwen meneteskan air matanya menerima kenyataan jika keluarga aslinya tidak seperti yang dia harapkan.


"Kau harus menjadi wanita tangguh, Gwen. Bukankah Trevor mengajarimu seperti itu?" tanya Violet.


Buru-buru Gwen menghapus air matanya. Dia turun dari batu besar dan meminta busur panah yang ada pada Violet.


Gwen mendekati Marquez dan membidik mata ayahnya itu. Dia akan membalaskan dendam saudara-saudaranya yang telah Marquez bunuh karena tidak memenuhi syarat menjadi tumbal.


Slerp!


Satu anak panah tepat mengenai salah satu mata Marquez.


Terdengar teriakan Marquez di sana, Marquez berteriak dengan bersimpuh mencoba mencabut anak panah yang menancap di matanya.


Disaat itulah Trevor tanpa ampun langsung menebas kepala Marquez.


Crash! Dug!


Darah Marquez sampai muncrat mengenai wajahnya. Trevor menancapkan pedangnya dengan berlutut. Matanya terpejam dengan nafas yang masih memburu.


"Trey..." panggil Gwen yang mendekat.


"Menjauhlah, Gwen! Di wajahku ada darah ayahmu!" usir Trevor yang masih memejamkan matanya.


Tapi Trevor justru merasakan sebuah pelukan dari belakang dan tentu saja pelukan itu dari Gwen yang menangis terisak membasahi punggungnya.


"Aku tidak akan pernah pergi lagi darimu, Trey! Aku akan mempercayaimu!" ucap Gwen terisak.


"Jadi, apa kau sudah menyukaiku, Gwen?" tanya Trevor yang jiwa narsisnya kembali.