
Mampir juga di cerita author Shim Chung
Judulnya : My Enemy My Love di Fizzzoo
Dor!
Dor!
Dor!
Tembakan demi tembakan terdengar di markas rahasia organisasi mafia The Blanco. Malam itu mereka mendapat serangan tak terduga dari musuh.
"Bos, kita kalah jumlah!" teriak salah satu anak buah Roby Carter, ketua mafia dari The Blanco.
Roby segera mendatangi istrinya bernama Lisa yang berada di kamar anak mereka. Lelaki itu ingin menyelamatkan istri dan putrinya dahulu sebelum dia ikut membantu para anak buahnya. Mereka diserang di tengah malam saat Roby dan para anak buahnya sedang beristirahat.
"Lisa!" panggil Roby saat membuka pintu kamar.
Saat itu Lisa dan putrinya bernama Jesslyn tengah bersiap dengan senjata mereka untuk membantu Roby.
"Kami sudah siap!" Lisa memegang pistol di kedua tangannya.
"Aku juga siap, Ayah." Jesslyn yang sudah berusia 20 tahun itu tanpa rasa takut ingin menghadapi musuh yang berani menyerang klan mafia ayahnya. Sebagai penerus dan calon Queen mafia, Jesslyn harus bisa mengalahkan kubu musuh.
Roby menggelengkan kepalanya. "Kalian harus pergi dan menyelamatkan diri!"
"Kenapa? Biarkan kami membantu, Ayah," protes Jesslyn.
Lisa yang bisa melihat wajah cemas suaminya segera mendekati Roby. "Ada apa?"
Tidak biasanya Roby tampak cemas seperti itu.
"Penyerangan ini pasti sudah direncanakan sebelumnya, Babe. Aku yakin ada banyak pengkhianat di markas jadi aku minta kau dan Jesslyn pergi!" jelas Roby kemudian.
Untuk kali ini, Lisa menuruti perintah suaminya. Lisa mencium Roby sejenak sebelum pergi dari markas.
Setelah itu, Lisa dan Jesslyn berlari melewati pintu rahasia untuk menyembunyikan diri. Tapi rupanya para pengkhianat sudah menempatkan beberapa orang di pintu rahasia itu.
Jesslyn ingin protes tapi dia tidak bisa berbuat banyak selain menurut. Gadis itu bersembunyi supaya para musuh tidak ada yang melihatnya.
Dan malam itu, Jesslyn melihat kedua orang tuanya tertangkap. Roby dan Lisa bahkan saling bergandengan tangan saat kepala mereka di tembak.
Jesslyn mengintip semua itu dari celah tempat persembunyiannya.
"Ayah... Ibu..." Jesslyn hanya mampu berteriak dalam hatinya. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya menahan isak tangisnya supaya tidak terdengar.
Sampai Jesslyn mendengar salah satu anak buah dari pemimpin kelompok melapor pada bos mereka.
"Bos, sudah tidak ada lagi! The Blanco sepenuhnya runtuh!"
Pemimpin kelompok tertawa kemenangan. "Hahaha... ayo kita pergi! Kalau pun ada yang tersisa, mereka pasti akan lari terbirit-birit."
Jesslyn tidak bisa melihat wajah pemimpin kelompok itu tapi dia bisa melihat di pergelangan tangan lelaki itu ada gambar tatto kepala harimau.
"Siapa pun kau, aku pasti akan menuntut balas!" Jesslyn bertekad dalam hatinya.
*****
Jesslyn berada di pemakaman orang tuanya seorang diri. Hujan membasahi tubuh kurusnya tapi gadis itu bergeming dari tempatnya.
Setelah pembantaian di markasnya, ada sekelompok polisi yang datang dan mengevakuasi seluruh korban.
Jesslyn tetap bersembunyi karena dia tidak mau identitasnya sebagai putri mafia terbongkar.
"Ayah, Ibu. Aku akan membalas semuanya, lihatlah nanti aku pasti akan membuat The Blanco bangkit lagi dan aku akan menjadi Queen Mafia yang ditakuti."
Hari itu Jesslyn bersumpah pada dirinya sendiri.
Jesslyn pergi dari pemakaman dan menuju ke sebuah rumah tua yang terbengkalai. Saat Jesslyn masuk ke rumah itu, gadis berambut panjang itu menuju ruang bawah tanah di mana di situ adalah markas tersembunyi jika terjadi situasi genting seperti sekarang.
Jesslyn menuju brankas dan melihat banyak uang dan juga senjata yang ada di dalam brankas.
"The Blanco pasti akan bangkit lagi!" Jesslyn mengambil satu pistol dan menembak sebuah patung yang ada di sana.
Bab selanjutnya langsung kesana ya💃