
"Tapi aku tidak bisa berkuda," ucap Gwen merasa canggung. Dia tidak menyangka mempunyai seorang kakak laki-laki.
"Aku akan mengajarimu," sahut Erik yang mengeluarkan kuda kesayangannya.
Mereka saat ini sudah berada di kandang kuda, Erik meminta Gwen memilih salah satu kuda untuk dia tunggangi.
"Aku pilih yang warna hitam saja," ucap Gwen dengan menunjuk salah satu kuda berwarna hitam yang menurut Gwen tampak gagah.
Erik mengeluarkan kuda yang Gwen pilih kemudian dia membantu Gwen untuk naik.
"Kita berkeliling, tariknya pelan-pelan saja!" Erik memberi instruksi.
Gwen menarik tali kekang kuda perlahan dan kuda yang dia tunggangi mulai berjalan.
"Wah, kudanya jalan!" seru Gwen kesenangan.
Erik tersenyum melihat wajah Gwen yang ceria tapi kemudian Erik tertunduk seperti merasa bersalah pada adiknya itu.
"Gwen..." panggil Erik saat mereka berhenti di pinggir danau.
"Iya," sahut Gwen yang masih canggung memanggil Erik dengan sebutan kakak.
"Ceritakan kehidupanmu sebelum datang kemari," pinta Erik tiba-tiba.
Gwen terkesiap mendengar permintaan Erik itu, dia merasa diperhatikan bahkan Marquez dan Isabel seperti tidak mau tahu tentang kehidupannya selama ini.
Gwen menceritakan pada Erik semuanya sampai dia bergabung menjadi seorang mafia.
"Jadi kau anggota mafia?" tanya Erik setelah mendengar cerita Gwen.
"Ya, begitulah." Gwen menghembuskan nafasnya kasar. "Aku kabur dari Trevor dan aku tidak tahu dia akan melepasku atau tidak."
*****
Di rumah sakit, Dozer berbicara dengan Neil dan Zack mengenai Gwen yang kabur bersama Ruby. Saat ini Trevor masih belum mengetahui apapun, lelaki itu masih memulihkan diri dari luka tusukan di punggungnya.
"Mau sekarang atau nanti hasilnya juga sama, jadi lebih baik kita memberitahu bos sekarang juga," ucap Neil yang tahu tabiat Trevor selama ini seperti apa.
Akhirnya Neil masuk ke dalam ruangan Trevor dirawat. Trevor baru bangun dari tidurnya karena pengaruh obat tidur yang diberikan dokter Marry.
"Ambilkan aku minum!" perintah Trevor yang melihat Neil datang.
Neil segera mengambil air putih kemudian memberikannya pada Trevor.
"Suruh Gwen kemari!" perintah Trevor lagi setelah dia selesai minum. Trevor ingin memeluk dan mencumbu Gwen sekarang.
Trevor menatap tajam pada Neil yang membuat Neil menelan ludahnya, dia berharap Dozer dan Zack di luar menolongnya.
Tanpa sepatah kata pun, Trevor langsung mencabut jarum infus yang berada di tangannya. Kemudian lelaki yang bertelanjang dada itu keluar dari ruangan dia dirawat.
"Bos..." Zack mendekati Trevor tapi dia justru mendapat pukulan dari bosnya itu.
"Tidak becus kalian semua!" Trevor merasa kesal setengah mati.
Dozer bukannya membantu Zack tapi dia menambah laporan pada Trevor dari anggota yang mengawasi kediaman Aland.
"Kita berhasil menangkap Carol, Bos," ucap Dozer yang langsung mendapat tatapan membunuh dari Trevor.
"Setidaknya aku punya bahan pelampiasan!" Trevor mengeratkan gigi gerahamnya.
Trevor akhirnya mendatangi tempat Carol ditawan, lelaki itu meminta anak buahnya merebus air panas yang banyak.
"Baik, Bos."
Tidak ada yang bisa membantah permintaan Trevor, saat air panas yang diminta Trevor siap, anak buah Trevor membawa air panas itu ke ruang eksekusi.
"Lepas rubah betina itu dan masukkan ke dalam air panas itu!" perintah Trevor kemudian.
Carol yang badannya terikat dengan mulut disumpal kain hanya bisa menggelengkan kepalanya. Suara jeritannya tertahan saat dia masuk ke dalam wadah yang berisi air panas, kulit mulusnya seketika langsung melepuh.
"Kalian keluar dari sini!" Trevor meminta anak buahnya pergi.
Kemudian Trevor mengambil pedang samurai baru yang dia dapatkan dari kelompok mafia di Jepang.
"Kau tahu nama pedang ini? namanya Dark Blood, kau sangat beruntung karena kau orang pertama yang menjadi korban ganasnya pedangku!" ucap Trevor menyeringai.
Carol hanya bisa meneteskan air matanya melihat pedang yang diayunkan padanya.
Beberapa menit berlalu, Neil membuka ruang eksekusi karena ingin melihat keadaan bosnya.
Neil membulatkan mata melihat keadaan di dalam sana, dia meneguk ludahnya beberapa kali melihat wadah air panas yang masih mengepulkan asap yang warna airnya menjadi merah karena darah Carol. Yang paling mengerikan, potongan tubuh Carol mengambang di sana.
"Bos..." Neil mencoba memanggil Trevor yang sibuk membersihkan pedang samurainya.
Trevor mengalihkan perhatiannya pada Neil. "Kumpulkan semua anggota di markas utama dan persenjatai diri kalian!" ucap Trevor dengan memainkan pedangnya lalu mengayunkan pada leher Neil yang membuat leher Neil tergores sedikit dan mengeluarkan darah.
"Kita akan menyerang dan membantai keluarga Marquez!"