Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Kecurigaan Carol



Carol terus menertawakan Gwen sampai atensinya teralihkan oleh tatto di dada Gwen. Carol mengerutkan dahinya karena merasa tidak asing dengan gambar tatto itu.


Untuk memastikan, Carol berjongkok supaya sejajar dengan Gwen di detik itu juga, Gwen menendang teman-teman Carol supaya mereka melepaskan dirinya.


Kemudian Gwen mengambil pistolnya dan tanpa ragu Gwen menembaki bahu mereka.


Dor!


Dor!


Dor!


Gwen menembak tepat sasaran membuat suara teriakan melengking di tangga darurat itu. Terakhir, Gwen menodongkan senjatanya di kepala Carol.


Peluh langsung membanjiri pelipis Carol karena pistol Gwen tetap berada di dahinya. Bergerak sedikit saja pasti dia akan kena tembak.


Dor!


Gwen menembak bahu Carol sama seperti yang dia lakukan pada yang lain.


"Sekali kau berani menyentuhku selanjutnya aku akan merobek wajahmu dan mengeluarkan isi kepalamu. Aku akan membuatmu mati secara perlahan-lahan!" ancam Gwen yang belajar dari Trevor cara mengancam musuhnya.


Derap langkah terdengar membuat Gwen bergegas pergi dari tangga darurat itu. Dia bersumpah akan memberi perhitungan pada Carol di lain waktu, sekarang bukan saat yang tepat untuk Carol mati. Seperti kata Gwen, dia akan membuatnya mati secara perlahan-lahan.


*****


"Siapa sebenarnya Anna itu?" gumam Carol. Kecurigaannya yang sempat hilang sebelumnya kini muncul kembali, suara dan mata gadis itu sangat mirip dengan Gwen. Tapi kenapa wajahnya bisa berubah cantik?


Mungkin benar apa kata Maya jika wajah Gwen memang wajah hasil operasi plastik.


"Akh! Pelan-pelan, bodoh!" pekik Carol saat seorang perawat berusaha memeriksa luka tembaknya.


Kini Carol tengah berada di rumah sakit, setelah Gwen pergi para security yang mendengar suara tembakan segera mencari sumber suara dan mereka mendapati Carol dan teman-temannya mendapat luka tembak.


Akhirnya Carol dan teman-temannya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.


Berita kembali beredar mengenai agensi milik Peter yang tidak aman. Otomatis nilai saham di agensi itu pasti semakin menurun.


"Sebentar lagi pasti Peter akan bangkrut! Lebih baik aku juga ikut keluar dari agensi itu," ucap Maya yang lukanya sudah mendapat penanganan. Dia melirik ke arah Carol dengan sebal. "Aku tidak mau berteman denganmu lagi, kau pembawa sial!"


"Kau yang pembawa sial, Bi*tch!" pekik Carol yang tidak terima.


Tak berselang lama, Aland dan beberapa anak buahnya datang untuk melihat keadaan Carol setelah mendapatkan laporan mengenai gadis itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kau bisa mendapat luka tembak seperti ini?" tanya Aland saat sampai.


Carol memutar bola matanya malas karena harus menjelaskan hal menyebalkan yang dia alami hari ini.


"Gadis itu sepertinya bukan gadis sembarangan! Dia membawa senjata!" ketus Carol.


"Artis pendatang baru itu?" tanya Aland memastikan.


Carol mengangguk. "Ya, gadis yang merebut semua dariku!"


"Kenapa dia sepertinya sangat terobsesi padamu?" tanya Aland yang membuat Carol terdiam dan berpikir.


"Dia juga keluar dari agensi padahal mendapat peran utama, aku rasa tujuannya memang bukan menjadi artis tapi mendepakku dari posisi itu dan merebut Peter," ucap Carol kemudian. Sampai Carol mengingat sebuah tatto yang ada di dada Gwen. "Dia mempunyai tatto dan tampaknya tidak asing."


"Tatto apa?" tanya Aland serius.


"Tatto gambarnya ular, kau tahu apa itu?" tanya Carol berharap Aland mengetahuinya.


Aland tersenyum smirk. "Dia anggota Black Mamba! Organisasi mafia yang aku incar tapi kenapa mereka mengincarmu?"


"Aku tidak tahu tapi aku curiga akan satu hal. Aku curiga Anna adalah Gwen!" jawab Carol.


*


*


*


*


*


Aku sedih bestie, kenapa bos Trey ratenya turun jadi 4,7😭 siapa yang tega kasih rate jelek begitu, walaupun ceritanya gak mendidik tapi janganlah begitu. Mikir alurnya membuat kepala cenat cenut.


Tolong bantu kasih rate 5 ya🥺 aku tambah 2 bab lagi sore atau malam. Luvvv😘