Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Makan dan Tidur



"Kembar?" Trevor tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata perasaannya saat ini. Tangannya mengusap perut Gwen kembali.


"Anak-anakku, awas kalian kalau membuat ibu kalian repot atau menghabiskan waktunya. Aku pasti akan..."


"Trey, jangan mengancam mereka!?"


"Tapi kau tetap menyukaiku kan, sayang?"


"Ish, kau cemburu pada anakmu sendiri?"


Trevor langsung mencium bibir istrinya, dia sangat merindukan bibir stroberi Gwen.


"Kau hanya milikku, tidak ada yang lain termasuk anak-anakku!" ungkap Trevor sambil melucuti baju istrinya.


"Trey..." Gwen jadi takut sendiri, dia tahu Trevor ingin bercinta tapi Trevor selalu tidak terkendali jika menyentuhnya, dia takut akan membahayakan bayi kembarnya. Apalagi jika hamil anak kembar itu sangat rentan keguguran. "Apa yang ingin kau lakukan?"


"Aku merindukanmu sayang." Trevor menggeram, tangannya mengusap bagian sensitif milik Gwen.


Tapi tiba-tiba pintu kamar terbuka yang membuat Gwen berlari meminta perlindungan pada mertuanya.


Violet yang tahu bagaimana otak kotor Trevor segera menyelamatkan menantu dan cucunya. Dia tidak akan membiarkan Trevor membahayakan mereka.


"Sayang..." panggil Trevor saat Gwen berlari menjauh.


"Sayangmu tidak boleh disentuh karena sekali kau menyentuhnya, kau pasti tidak akan mau berhenti! Seharusnya kau kembali saat usia kandungan Gwen menghitung hari saja!" ucap Violet panjang lebar.


Violet kemudian menarik tangan Gwen dan keluar dari kamar.


"What? Mom..." protes Trevor tapi tiba-tiba Noah masuk ke kamar dan menertawakan putranya.


"Dasar berandal gila, kalau sampai terjadi sesuatu dengan cucuku, aku sendiri yang akan menghabisimu! Mereka adalah calon anak muridku!" Noah memberi peringatan keras.


Trevor hanya bisa mengusap wajahnya kasar. "Kenapa istri dan anak-anakku jadi hak milik orang tuaku?"


Kemudian Trevor berdiri dan menantang sang ayah. "Mereka ada dua, kita didik satu-satu. Aku ingin lihat siapa yang lebih hebat diantara mereka!"


"Didikanku pasti akan menjadi calon King Mafia!" Trevor sangat percaya diri sekali.


Noah terkekeh mendengar tantangan itu. "Bagaimana kalau anakmu perempuan? Aku akan mengambil anak yang lahir pertama!"


*****


Sementara Maudy yang juga tengah hamil begitu dimanjakan oleh ibu mertua dan suaminya. Maudy tidak boleh melakukan apapun, pekerjaannya hanya makan dan tidur.


"Aku bosan!" keluh Maudy.


Maudy menuju taman istana dan ingin mengambil buah apel yang tumbuh di taman.


"Aku ingin memanjatnya," gumam Maudy yang tidak tahan.


Dengan perut buncitnya, Maudy memanjat pohon untuk bisa mengambil buah apel dengan tangannya sendiri.


"Ya Tuhan, Nyonya..." teriak salah satu pelayan yang melihat dan menyadari jika Maudy tengah memanjat pohon apel.


Pelayan itu segera melapor pada Erik yang tengah melakukan pekerjaannya.


"Ada apa?" tanya Erik yang melihat pelayan itu lari tergopoh-gopoh mendatanginya.


"Nyonya.."


Erik langsung berlari dan mencari Maudy yang tengah asyik duduk di atas pohon dengan memakan apel.


"Istriku, apa yang kau lakukan? Bukankah seharusnya kau tidur siang?" ucap Erik cemas luar biasa.


"Aku bosan suamiku, biarkan aku di sini sebentar saja," balas Maudy tanpa dosa.


"Tapi kau bisa membahayakan anak kita, ayo cepat turun!!" perintah Erik yang membuat Maudy langsung takut.


Maudy turun perlahan dari pohon dan langsung mendapat pelukan dari Erik.


"Jangan ngidam aneh-aneh," ucap Erik yang membuat Maudy memutar bola matanya jengah.


"Kalau kau mau menyentuhku, aku tidak begini, suamiku. Jadi, ayo kita nana nini nunu, kata dokter tidak apa-apa," bujuk Maudy.


Semenjak Maudy ketahuan hamil, memang Erik tidak menyentuh istrinya sama sekali. Erik takut akan menyakiti calon anaknya.


"Kita akan melakukannya kalau anak kita sudah lahir," sahut Erik yang tetap teguh dengan pendiriannya.


Lalu Erik memerintahkan beberapa pengawal untuk menebang semua pohon yang ada di istana tanpa terkecuali.


"Aish, jadi aku harus apa sekarang?"


"Tidur lagi lah."


"Aku bosan makan dan tidur," keluh Maudy.


"Istriku, banyak wanita yang ingin di posisimu sekarang. Mempunyai suami tampan dan kaya, tidak perlu memikirkan apapun kecuali makan dan tidur," bujuk Erik lagi.