
Deg! Deg! Deg!
Jantung Maudy semakin berdegup kencang karena Erik yang membuka bajunya sampai menyisakan celana panjangnya saja.
"Astaga, aku masih tidak percaya pria super tampan itu suamiku sekarang. Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus menidurinya malam ini!" Maudy bermonolog pada dirinya sendiri.
Maudy berdiri dari tempat duduknya kemudian membuka jubahnya. Kini Maudy hanya menggunakan lingerie seksi dan berjalan mendekati suaminya.
Tangan Maudy terulur untuk meraba dada Erik dengan Maudy yang menatap nakal dan mengerlingkan matanya.
Erik hanya bisa menahan tawanya atas usaha yang dilakukan oleh Maudy.
"Kata Gwen bukankah insting laki-laki Erik akan muncul tapi kenapa dia tidak merespon sama sekali?" gumam Maudy dalam hatinya. Sepertinya dia memang harus belajar menggoda pria.
Maudy membalik badannya karena ingin mencari ponselnya, dia akan menonton film dewasa dulu.
Tapi saat Maudy berbalik tiba-tiba badannya diangkat Erik dan dinaikkan ke pundak lelaki itu, Maudy digendong seperti karung beras. Erik lalu membanting Maudy ke atas ranjang.
"Apa insting laki-laki tuan bangsawan sudah keluar? Aaaaa..." Maudy menjerit dalam hatinya.
Erik memandangi wajah istrinya yang berada di bawah tubuhnya, dia tidak akan bersikap sopan santun lagi supaya proses pembibitan cepat terlaksana.
Bret!
Erik merobek lingerie yang dipakai Maudy sampai membuat gadis itu berjingkat. Untuk pertama kalinya tubuh polos Maudy dilihat oleh lawan jenis, tentu membuat gadis itu malu luar biasa.
Tangan besar Erik mengusap tatto Maudy yang berada di dada.
"Setiap anggota Black Mamba pasti mempunyai tatto seperti ini," ucap Maudy supaya Erik tidak penasaran.
"Hm, tidak masalah. Sekarang kau bukan bagian dari mereka jadi aku akan membuat tatto baru untukmu!" Erik menunduk dan mengecup tatto Maudy kemudian menyesapnya pelan.
Maudy melenguh tanpa sadar yang membuat Erik menurunkan bibirnya di dua benda bulat yang masih ranum.
"Su--suamiku, mmmhhh..." padahal Erik baru bermain di bagian dadanya tapi Maudy merasakan hawa panas di sekujur tubuhnya.
"Kenapa?" tanya Erik cemas.
"Nana nini nunu membuat badanku jadi demam," ungkap Maudy.
Erik tidak bisa menahan tawanya lagi karena Maudy yang sangat lucu. Erik menunduk dan berbisik di telinga Maudy. "Itu artinya kau sudah terangsang istriku!"
"Ba-- bagaimana kau bisa tahu banyak suamiku?" tanya Maudy terbata karena dia tahu Erik yang sebelumnya sangat amatiran.
"Aku belajar banyak selama beberapa hari ini," jawab Erik jujur, dia membaca banyak buku dan juga menonton blue film supaya bisa menanam bibit nya pada Maudy.
Tangan Erik kembali mengusap tubuh Maudy, kali ini bagian perut rata istrinya itu. Dia berharap proses pembibitan tidak sia-sia.
"Jadi kau tahu bagaimana cara membuat tubuhku tidak demam lagi?" tanya Maudy dengan wajah merona.
"Tentu saja." Erik mencium bibir istrinya dengan lembut, Maudy membalas dengan mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh suaminya.
Erik melakukan pemanasan demi pemanasan hingga tiba saatnya penanaman bibit sesungguhnya dimulai.
Erik melepas celananya dan Maudy bisa melihat benda pusaka suaminya. Matanya membulat, Maudy jadi merinding sendiri melihat ukuran benda panjang yang dipenuhi dengan urat-urat menonjol yang membuat benda itu semakin kelihatan menantang.
"Suamiku, apa ukurannya tidak bisa dikecilkan?" tanya Maudy takut-takut. "Apa para bangsawan memang ukurannya sebesar itu?"
*
*
*
*
*
Nana nini nunu nya di skip ya😅