Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Kemarahan Violet



Trevor terus memandangi wajah Gwen yang tertidur lelap setelah dia gempur habis-habisan, niatnya hanya sekali setelah itu dia akan membiarkan Gwen istirahat tapi pada kenyataannya Trevor tidak bisa berhenti apalagi Gwen yang juga mulai aktif bergerak.


"Kau membuatku gila, Gwen." Trevor kembali membaui rambut Gwen kemudian menggigit bahu mulus gadis itu.



"Argh!" Gwen berteriak saat merasakan gigitan itu, sekarang dia mulai peka terhadap sekitarnya tidak tidur mati seperti sebelumnya.


Gwen merasakan Trevor terus mencumbu tubuhnya bahkan sekarang bermain dengan buah dadanya.


"Trey... aku lelah!" Gwen berusaha menolak supaya lelaki itu menahan birahinya sebentar saja. Gwen ingin memulihkan diri bahkan bekas percintaan mereka sebelumnya masih terasa.


"Bagaimana ini Gwen, aku tidak mau berhenti!" ucap Trevor frustasi, seharusnya dia kelelahan dan tidur panjang sekarang.


Gwen jadi bingung sendiri kenapa Trevor mempunyai tenaga begitu besar tapi dia harus menolaknya, Trevor juga butuh istirahat.


"Teruskan!" Gwen menekan kepala Trevor ke buah dadanya kemudian mengelus rambut lelaki itu. Gwen seperti ibu yang menyusui bayi besar sekarang, tak lama mata Trevor terpejam juga dengan mulut masih menganga di salah satu pucuk buah dadanya.


Gwen bernafas lega akhirnya dia bisa bebas dan bisa tidur lagi. Mereka berdua tidur dalam posisi itu sampai keesokan harinya. Sesekali Trevor masih menyesap dua buah kesukaannya bergantian.


*****


Violet menyiapkan beberapa baju untuk Gwen kenakan karena gadis itu tidak membawa apapun, setidaknya Gwen dan Trevor harus menginap beberapa hari ke Pulau Biru sampai kondisi mereka pulih.


"Apa mereka sudah bangun?" gumam Violet saat di depan pintu kamar yang ditempati Gwen dan Trevor.


Violet membuka pintu kamar itu dan masuk, matanya mengerjab beberapa kali melihat kelakuan anak laki-lakinya yang menyusu pada Gwen.


"Sepertinya mereka tidak butuh baju!" gerutu Violet dengan menaruh baju-baju yang dia bawa di atas nakas.


"Trey..." protes Violet saat tangannya dicekal dengan kuat.


Trevor melepas tangan ibunya. "Mom..." kesal Trevor yang juga melakukan protes.


"Cepat pakai celanamu!" Violet melemparkan sebuah celana ke badan Trevor.


Tanpa protes lagi Trevor memakai celana itu dalam selimut kemudian dia menaikkan selimut untuk menutupi tubuh polos Gwen.


"Aku masih ingin tidur," ucap Trevor yang sudah berdiri, dia sedikit meringis karena luka dipunggungnya terasa nyeri.


Bukannya ikut prihatin Violet mengacak pinggangnya dan marah atas perlakuan Trevor pada Gwen. "Ini sudah siang, coba lihat jam berapa sekarang? Apa kau tidak ingin memberi Gwen makan?"


Trevor melihat jam yang menunjukkan jika dia dan Gwen sudah melewatkan makan siang bahkan semalaman mereka juga tidak makan.


"Jadi kita bertaruh nyawa menyelamatkan Gwen hanya untuk ini, Trey?"


"Kau akan terus menidurinya tanpa status? Bahkan kau tidak memberinya makan!"


Violet meluapkan emosinya, dia juga seorang wanita pasti ingin dihargai. "Wanita itu bukan hanya alat untuk pemuas ranjang, Trey! Gwen tidak menolak dan menuntut karena merasa berhutang budi padamu!"


"Jangan gunakan itu untuk menindasnya!"


Trevor berusaha membujuk sang ibu kalau memang Gwen bukan hanya pemuas ranjangnya semata. "Aku pasti akan menghamili Gwen, Mom!"


"Terus setelah hamil apa?" tanya Violet semakin gusar. "Kau pasti berfikir setelah itu Gwen tidak akan meninggalkanmu, bukan?"


"Tidak begitu konsepnya, Boy. Sebelum memikirkan masalah anak lebih baik kau introspeksi pada dirimu sendiri, apa kau sudah pantas jadi seorang ayah?"