
Trevor merenung memikirkan bagaimana caranya supaya Gwen tidak bersikap pasif di atas ranjang, dia tidak ingin Gwen yang selalu memejamkan matanya dan seolah menganggap dirinya diperkosa.
"Sial!" umpat Trevor yang kesal karena gairahnya terus menggebu-gebu pada Gwen.
Neil yang melihat itu mengusulkan supaya Trevor bersikap manis, siapa tahu Gwen akan luluh.
"Kurang manis seperti apa? Aku bahkan menciumi semua tubuh Gwen, tidak ada yang terlewat seinchi pun!" tanggap Trevor.
"Bukan seperti itu Bos tapi lebih ke sikap, anggap Gwen teman kencan!" ucap Neil menjelaskan.
Lalu Neil memperlihatkan sebuah video di mana dalam video itu terdapat beberapa foto-foto sepasang kekasih saat melakukan kencan.
"Cih, menggelikan!" komentar Trevor yang tidak suka gaya kencan orang normal.
"Tapi ini biasa dilakukan saat sepasang kekasih berkencan, Bos. Dan wanita suka hal seperti itu," ucap Neil berusaha membujuk.
"Benar kah? Apa setelah itu Gwen akan tergila-gila padaku? Gwen itu punya kelainan karena tidak tertarik padaku!" kesal Trevor mengingat penolakan Gwen selama ini.
Tapi tidak ada salahnya juga mengikuti saran dari Neil, untuk itu dia berusaha bersikap manis sesuai panduan orang-orang normal.
"Jangan sampai hal ini bocor atau aku akan mengeluarkan organ dalam dari tubuhmu!" ancam Trevor saat akan melakukan latihan dansa.
"I--iya, Bos." Neil jadi menyesal menyarankan hal gila itu pada Trevor sekarang dia malah jadi korban.
Dengan berbekal video tutorial dansa akhirnya Trevor dan Neil belajar dansa di salah satu ruangan tertutup agar tidak ada yang melihat.
"Kenapa gerakannya begitu menjijikkan seperti ini!" teriak Trevor yang tidak bisa melakukan tarian dansa.
"Coba putar kaki dan tangannya, Bos!" ucap Neil sambil menggerakkan tangan dan kakinya seperti video.
Tapi hanya makian demi makian yang Neil dapatkan.
"Aku bersumpah tidak akan menyarankan hal apapun lagi pada bos!" gerutu Neil dalam hatinya.
*****
Gwen mengulum senyumnya karena membayangkan Trevor yang belajar berdansa pasti akan sangat lucu kalau dia bisa melihatnya.
Rupanya Trevor mempersiapkan makan malam romantis untuknya, terbukti karena ada meja makan yang sudah dihias begitu cantik.
Melihat Gwen datang, jantung Trevor berdebar karena Gwen begitu cantik malam ini. Dia ingin menerjangnya sekarang juga tapi dia harus memberi gadis itu makan supaya bertenaga dan juga Trevor harus bersikap manis.
"Ingat Trey, kau saat ini sedang kencan!" ucap Trevor dalam hatinya.
Trevor mengulurkan satu tangannya, Gwen menyambut uluran tangan itu karena ingin tahu usaha Trevor sebesar apa untuk bersikap manis padanya.
"Kau sangat cantik, Gwen," ucapnya.
Gwen sebenarnya ingin tertawa lepas tapi dia tahan karena takut Trevor menjadi emosi.
"Lumayan, Tuan Mafia," komentar Gwen menilai sikap Trevor yang seperti itu.
Gwen duduk berhadapan dengan Trevor di mana hidangan menggugah selera telah tersaji, Gwen yang tenaganya terkuras hanya fokus pada makanan sekarang.
"Ck, lihatlah! Makanan jauh lebih penting daripada aku!" decak Trevor sebal.
Trevor membiarkan saja Gwen yang menikmati makanan karena setelah selesai nanti dia akan mengajak gadis itu berdansa dan Gwen harus terpesona padanya.
Tapi keinginan Trevor sepertinya hanya sebatas angan-angan karena tiba-tiba Neil datang dan melaporkan sesuatu yang penting padanya.
"Sebenarnya kau punya nyawa berapa, Neil? Apa kau bosan hidup? Kau selalu mengganggu!" kesal Trevor saat Neil akan berbisik padanya.
"Tapi ini penting, Bos." Neil mulai berbisik ditelinga Trevor untuk melapor mengenai apa yang dilakukan Dozer dan Zack di markas The Alligator.
Trevor memicingkan matanya saat mendengar nama Aland Smith, Trevor semakin yakin ada sesuatu yang mereka incar dari Gwen.
"Persiapkan semuanya, kita harus ke Pulau Biru!" perintah Trevor menyebutkan nama pulau pribadi keluarganya, dia ingin menemui ayahnya Noah karena ingin menanyakan tentang Aland Smith.
Pantas saja selama ini Trevor kesulitan melacak misteri dibalik kematian pengasuh Gwen ternyata Aland Smith dibalik semuanya.
Sebelum pergi, Trevor mendekati Gwen dan mencium bibirnya yang masih dipenuhi oleh makanan.
"Kau berhutang dansa denganku, Gwen," ucap Trevor setelah melepas ciumannya. Tangannya mengelus rambut panjang Gwen dan menatap mata bulat gadis itu. "Dengarkan aku, Gwen. Aku tidak akan melepasmu apapun yang terjadi. Aku akan mengejarmu, mengikatmu dan mengurungmu jika kau berani pergi dariku!"