Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Menang Taruhan



Setelah pembicaraan terakhir dengan suaminya, Gwen lebih banyak diam. Dia masih tidak percaya Trevor akan memisahkan kedua bayinya.


Walaupun dia tidak berpengalaman mengurus bayi tapi ibu mana yang mau dipisahkan dengan anak mereka, kecuali ibu itu memang tidak punya hati.


Sementara Trevor sendiri, pantang mencabut perjanjian yang dia buat. Toh, yang akan mengurus salah satu anaknya adalah orang tuanya sendiri bukan orang lain.


"Kita akan sering mengunjunginya," ucap Trevor yang terus membujuk Gwen.


"Aku tetap tidak setuju, Trey. Mereka anakku!" tegas Gwen. Gadis itu langsung turun dari mobil karena mereka sudah sampai di kediaman Erik.


Trevor menatap punggung istrinya yang berjalan menjauhinya. Sepertinya dia harus membujuk Gwen pelan-pelan.


*****


"Gwen!" panggil Maudy saat melihat gadis itu datang.


"Apa kabar?" tanya Gwen sambil melihat perubahan tubuh Maudy. "Berat badanmu naik drastis ya?"


"Pekerjaanku hanya makan dan tidur. Aku rindu melakukan misi," keluh Maudy. Kemudian dia langsung menggelengkan kepalanya. "Apa kau datang sendirian?"


Dan tak lama Trevor yang menyusul Gwen langsung merangkul pundak istrinya.


"Mana mungkin Gwen akan datang sendiri," ucap Trevor yang posesif.


Gwen menjauhkan tangan Trevor dari bahunya dan langsung menarik Maudy untuk menjauh.


"Hah! Kau akan cepat tua sayang kalau marah-marah terus!" kesal Trevor yang merasa hubungannya dengan Gwen selalu saja seperti Tom dan Jerry. Sebentar-sebentar berbaikan dan sebentar-sebentar berkelahi, begitu terus.


Tapi justru yang begitu akan membuat hubungan mereka awet.


*****


Gwen diperiksa duluan, gadis itu sudah berbaring untuk melakukan proses USG.


"Sepertinya si kembar sudah mulai aktif bergerak," komentar dokter yang melihat bayi-bayi Gwen di layar monitor USG.


"Iya mereka aktif sekali, aku sampai terus terjaga setiap malam," sahut Gwen bahagia tapi wajahnya muram lagi karena mengingat jika salah satunya tidak akan bersamanya.


"Sepertinya sepasang, laki-laki dan perempuan. Selamat, Nyonya," ucap dokter lagi yang membuat Gwen terharu. Anaknya kembarnya sepasang.


"Kita bahas di mansion, okay." Trevor merasa tak enak hati jika bertengkar di tempat umum.


Erik yang melihat adiknya seperti itu tampak gusar pada Trevor, pasti terjadi sesuatu.


"Ada apa dengan Gwen? Apa kau menyakitinya?" cecar Erik kemudian.


"Aku tidak mungkin menyakiti Gwen!" jawab Trevor tegas. Dia segera membawa Gwen untuk pulang karena suasana hati Gwen yang tidak bagus akan membuat semua orang salah paham.


Maudy dan Erik menatap kepergian Gwen dan Trevor yang terburu-buru padahal setelah pemeriksaan ada jamuan makan siang.


"Lebih baik jangan ikut campur, suamiku. Aku tahu bos Trevor mencintai Gwen," ucap Maudy yang mencoba menenangkan suaminya.


"Jangan panggil bos lagi, kau bukan bawahan Trevor lagi," sahut Erik yang tidak suka jika istrinya masih menganggap dirinya mafia.


Maudy merangkul suaminya. "Jadi aku sekarang siapa?"


"Tentu saja istri dan ibu dari anak-anakku!"


"Anak-anak? berarti kita akan terus melakukan pembibitan?"


Kedua pasangan yang sedang dimabuk cinta itu tidak sadar jika ada dokter kandungan yang menyaksikan kemesraan mereka.


"Ehem! Sekarang giliran pemeriksaan anda, Nyonya." Dokter mencoba menghentikan pasangan yang akan berciuman itu.


"Kita lanjutkan nanti, Tuan Suami." Maudy segera membaringkan dirinya untuk melakukan proses USG.


Saat pemeriksaan Maudy harap-harap cemas, dia takut kalah taruhan. Tapi senyumnya mengembang saat dokter mengatakan jenis kelamin bayinya adalah perempuan.


"Hiks..." Maudy sampai menangis karena terharu.


"Hei, kenapa menangis?" Erik mengusap air mata Maudy supaya istrinya berhenti menangis. "Tidak apa-apa anak pertama kita perempuan!"


Erik berpikir jika Maudy sedih karena tidak bisa memberinya keturunan laki-laki.


"Bukan begitu, kalau perempuan artinya aku menang taruhan. Aku sangat bahagia sampai bingung mau memakai gaya apa yang aman untuk wanita hamil yang ingin melecehkan suaminya," ucap Maudy kemudian.