Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
The World of Mafia



Klontang!


"Shiit!" umpat Trevor.


Setiap ada barang yang jatuh pasti Trevor mengumpat, saat ini dia tengah membuat bubur untuk istrinya. Hanya berbekal video, Trevor memasak untuk pertama kalinya.


Gwen demam karena Trevor yang menggempurnya tanpa henti. Trevor jadi merasa bersalah, untuk itu dia nekat membuat bubur secara otodidak.


"Awas kau, Neil!" geram Trevor yang menyalahkan tangan kanannya atas apa yang terjadi.


Trevor mengambil ponselnya dan menghubungi Neil untuk meluapkan emosinya.


"Hallo, Bos."


"Sebenarnya obat kuat apa yang kau beli!? Gara-gara obat sialan itu, aku tidak mau berhenti. Gwen sekarang demam! Kalau sampai terjadi apa-apa dengan istriku, akan aku potong tanganmu!?"


Neil langsung memegang dadanya. "Padahal tanpa obat kuat pun, kau tidak mau berhenti juga, Bos," ucapnya dalam hati.


"I--iya, Bos. Apa saya perlu ke mansion dan membelikan sesuatu?"


"Tentu saja!? Makanan dan obat untuk Gwen, aku ingin istriku sehat karena aku ingin membuat anak lagi!?"


Setelah meluapkan emosinya, Trevor memerintahkan salah satu robotnya untuk membersihkan kekacauan yang dia buat. Kemudian Trevor membawa bubur buatannya ke dalam kamar.


"Sayang..." Trevor mencoba membangunkan Gwen. Dia mengambil kompres yang ada di kepala istrinya dan mencoba membantu Gwen untuk duduk.


"Badanku sakit semua," keluh Gwen dengan suara lemahnya. Kemudian dia melotot tajam pada Trevor karena suaminya itu yang membuatnya jadi seperti ini. "Kau mau membunuh istrimu!?"


Trevor hanya tersenyum tanpa dosa di sana, dia memberikan bubur buatannya. "Ini sebagai permintaan maafku, kau satu-satunya orang yang beruntung karena menikmati hasil masakan pertamaku!"


Gwen melihat tampilan bubur itu yang dari tampilannya saja Gwen sudah tahu rasanya. Tapi demi menghargai usaha suaminya, dia memakan sedikit dan benar saja rasanya sangat mengerikan.


"Neil akan datang membawa obat dan makanan yang layak," ucap Trevor sambil mengelus rambut istrinya.


Gwen malas berdebat karena dia sangat kesal dengan penjahat kelamin itu.


"Mau melihat pemandangan laut?" Trevor mengambil remote dan tirai terbuka dengan sendiri yang membuat pemandangan lautan terlihat dari kamar.


"Aku selalu kemari saat butuh waktu sendiri," ungkap Trevor dengan memeluk istrinya dari belakang. Mata mereka tertuju dengan pemandangan lautan yang luas.


"Apa kau tidak ingin hidup dengan normal, Trey?" tanya Gwen kemudian.


"Hidup normal seperti apa?" tanya Trevor balik.


"Membaur dengan orang-orang, seperti bertetangga dan bersosialisasi," jelas Gwen.


"Aku tidak pernah memikirkan hal seperti itu dan kalau itu yang kau mau, aku tidak bisa mengabulkannya."


Gwen mulai menerima keadaan, dia istri dari seorang mafia jadi apapun keadaan suaminya, Gwen akan menjalaninya.


"Fisikmu masih sangat lemah sayang, kau harus banyak berlatih lagi. Setidaknya kau harus mengimbangiku di atas ranjang," ucap Trevor yang membuat Gwen memukul perut Trevor dengan siku tangannya.


Trevor mengecup punggung tangan Gwen, dia sangat menyukai momen berdua dan intim dengan istrinya. Ternyata rasanya memang berbeda setelah menikah, Trevor jadi mabuk cinta.


*****


Selang beberapa jam kemudian ada sebuah helicopter yang mendarat di landasan heliped.


Neil ditemani Dozer datang dan mereka langsung mencari bos mereka.


Terjadi pembicaraan serius antara Trevor dan kedua anak buahnya itu.


Trevor tampak mengepalkan tangan dan meninju udara, sangat terlihat jika Trevor tidak baik-baik saja.


"Aku akan menemui Gwen dulu," ucapnya.


Saat itu Gwen baru selesai membersihkan diri, dia berdandan dan memakai baju yang cantik. Gwen ingin bermesraan dengan Trevor dengan tubuh yang harum dan juga cantik.


"Sayang..." panggil Trevor yang masuk ke kamar. Dia membawa obat dan makanan yang Neil bawa.


Gwen melangkah mendekati suaminya dan langsung memeluknya.


"Aku sudah tidak demam lagi, obatnya hanya butuh dekat denganmu," ucap Gwen yang manja. "Kau yang membuatku demam tapi kau juga yang membuatku sembuh, Tuan Mafia."


Tapi Trevor tidak merespon perkataan Gwen yang membuat gadis itu mengerutkan dahinya.


"Kenapa?" tanya Gwen.


Trevor menghela nafasnya dan mengusap pipi istrinya, sangat berat mengatakannya pada Gwen.


"Aku harus pergi! Ada misi yang harus aku jalani!" ucap Trevor kemudian.


"Misi apa lagi? Bisakah aku ikut?" pinta Gwen yang tidak ingin berpisah.


"Untuk kali ini, kau tidak bisa ikut. Karena aku harus melakukan penyamaran dan aku tidak tahu kapan akan kembali. Maafkan aku tapi Zack akan datang kemari untuk menjemputmu, kau harus kembali ke markas utama," jelas Trevor dengan berat hati.


Inilah salah satu alasan kenapa Trevor tidak mau menjalin hubungan serius sebelumnya.


"Pergilah, aku bisa menjaga diriku, jangan jadikan aku kelemahanmu!" Gwen berusaha mengerti.


"Good wife." Trevor mencium bibir Gwen sebelum pergi.