
Gwen memejamkan matanya karena menikmati es krim yang dia makan.
"Hmmm... es krim memang moodboster," gumam Gwen kesenangan.
Sampai atensinya teralihkan pada layar televisi di kafe tempat Gwen makan es krim. Di televisi itu menampilkan berita tentang dirinya dan Peter.
"Apa Trevor tahu tentang berita itu?" Gwen menjadi cemas. Dia bukan takut karena skandal yang menimpanya tapi Gwen takut akan amarah Trevor yang akan menyakitinya kembali.
"Saya rasa bos Trevor sudah tahu, Nona," sahut Maudy yang setia menemani Gwen di manapun berada.
Maudy sepertinya tahu akan kecemasan Gwen. "Tenang saja, bos pasti tidak akan marah pada, Nona," bujuknya.
"Aku tidak yakin," ketus Gwen yang tahu bagaimana peringai Trevor yang mengerikan. "Aku mau pulang saja!"
Gwen akhirnya memutuskan untuk pulang ke apartemen, dia ingin berendam di bath up sepertinya menyenangkan. Dia berharap Trevor tidak akan datang ke apartemen umtuk sementara waktu.
"Apa perlu saya temani, Nona?" tanya Maudy saat mereka sampai.
"Tidak perlu, aku ingin sendiri." Gwen masuk ke dalam unit apartemennya. Gadis itu berdiri cukup lama di tombol password apartemen itu, Gwen ingin mengganti passwordnya tapi mengingat Trevor yang suka nekat dia mengurungkan niatnya.
Gwen mencari cara agar Trevor tidak mau dekat-dekat dengannya. Gwen mondar-mandir tidak jelas sampai dia menemukan sebuah ide.
"Aha!" Gwen langsung berlari ke kamar menuju meja riasnya.
Gwen bereksperimen mencampur berbagai jenis parfum dan akan membuat aroma parfum yang menyengat.
"Pasti Trevor tidak suka gadis bau, 'kan?" gumam Gwen merasa yakin.
Beberapa menit berlalu akhirnya ramuan parfum Gwen sudah jadi juga. Gwen mencium parfum racikannya sampai terbatuk-batuk karena aromanya yang menyengat.
Gwen tertawa jahat membayangkan jika Trevor mencium parfum itu pasti akan langsung menjauhi dirinya.
"Perfect!" seru Gwen segera berlalu ke kamar mandi untuk berendam di bath up sesuai keinginannya.
Satu jam Gwen berendam akhirnya tubuhnya rileks dan segar. Gadis itu memilih piyama untuk dia pakai karena Gwen ingin beristirahat cepat malam ini.
Sebelum membaringkan diri di atas ranjang, Gwen menyemprotkan parfum racikannya sebanyak mungkin. Sebenarnya Gwen tidak tahan dengan baunya tapi mengingat jika dia tidur seperti orang mati, jadi tidak masalah.
*****
Trevor yang tahu jika Gwen sudah kembali ke apartemen tentu saja ingin melihat keadaan gadis itu. Seharian ini dia sudah merindukan Gwen.
Saat sampai di apartemen, dia mendapati Gwen yang tertidur pulas.
"Bagaimana jika ada yang ingin membunuhmu saat tidur begini, kelinci kecil," gumam Trevor yang selama ini selalu mencuri kesempatan saat Gwen tidur.
Trevor mencium mata Gwen yang terpejam, dia ingin mengajari gadis itu tehnik siaga saat tertidur seperti itu. Gwen harus mempunyai insting yang kuat terhadap sentuhan bahkan saat tertidur sekalipun.
Cukup lama Trevor menggoda Gwen sampai gadis itu akhirnya membuka matanya perlahan.
Gwen terkejut karena saat membuka mata sudah ada Trevor yang wajahnya begitu dekat dengannya.
"Lumayan, Gwen. Setelah ini kau harus lebih peka lagi terhadap sekitarmu. Kau tidak boleh lengah," ucap Trevor memberi peringatan.
Dan Trevor mencium Gwen saat selesai mengatakan itu. Sejenak Gwen menikmati ciuman Trevor padanya sampai dia mengingat sesuatu.
Gwen mendorong Trevor supaya melepas ciumannya.
"Trey, kau tidak mencium bau tubuhku?" tanya Gwen yang keheranan. Seharusnya Trevor marah karena bau tubuhnya yang menyengat.
"Bau apa? Aku hanya mencium bau yang memabukkan di tubuhmu," jawab Trevor jujur.
Gwen mengerutkan keningnya mendengar itu. "Ternyata selain gila, indera penciumanmu juga bermasalah ya," kesal Gwen karena rencananya yang gagal.
*
*
*
*
*
Definisi kalau udah cinta bau tai kucing rasa cokelat😅
Readersnya bos Trey, jangan komen pake kata "mesum" lagi ya, soalnya komen kalian tuh kalo pake kata itu gak masuk kolom komen karena kena sensor jadi nulisnya di double huruf aja. Misal : "Mesumm" "Mesuummm"
Wkwkwkwk, unfaedah banget ya. Oke, skip...