Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Merebut Gwen I



Ruby tidak berani bergerak karena satu langkah saja dia melangkah lagi pasti Aland akan menembak kepalanya.


"Cih, ternyata sebegitu setianya kau dengan Noah dan Trevor!" Aland menjadi geram sendiri mengingat Ruby yang berani mengulik semua informasi darinya. "Sekarang tamatlah riwayatmu!"


Aland menarik pelatuk pistolnya dan pada saat yang sama satu anak panah melesat mengenai tangannya.


"Argh!" teriak Aland dengan mencabut anak panah itu dari tangannya. Anak panah yang berasal dari busur panah Violet.


Merasa ada kesempatan, Ruby segera berlari untuk mengamankan diri.


Sementara Aland sendiri segera memerintah semua penjaga dan anak buahnya untuk siaga karena mereka diserang secara diam-diam.


"Targetku para pemanah yang ada di atas kastil!" Violet yang memegang busur panahnya siap membidik targetnya.


Neil segera memerintahkan anak buahnya yang lain untuk menyebar dan melakukan serangan setelah itu mereka akan mencari celah supaya bisa menyelamatkan Gwen.


"Aku akan melemparkan granat ke tengah!" Neil menggigit pembuka granat kemudian melemparnya. Disaat itulah Neil dan para anak buahnya yang lain melakukan serangan.


Suara tembakan dan teriakan membuat atensi Noah teralihkan, saat ini lelaki itu masih berusaha keluar dari penjara bawah tanah bersama Trevor, Dozer dan Zack.


"Ayo kita harus cepat!" Noah yang menjadi pemimpin jalan mempercepat langkahnya. Dia sudah bersiap dengan senjatanya begitu pula dengan yang lain.


Saat mereka berhasil keluar, mereka segera bergabung untuk menyerang para penjaga istana dan juga anak buah Aland.


Trevor maju dan menembaki mereka tanpa ragu, tujuannya saat ini mengambil pedangnya yang dia tancapkan ke tanah sebelumnya. Dia seperti mendapat bisikan oleh Dark Blood karena pedang itu ingin memenggal darah biru malam ini.


Dor!


Dor!


Trevor menembaki siapa saja yang menghalangi jalannya. Sampai akhirnya Trevor menemukan apa yang dia cari.


"Ayo kita berburu darah malam ini!" Trevor mencabut kedua pedangnya.


Trevor mencari Noah dan melemparkan satu pedangnya pada ayahnya itu. "Sepertinya keturunan Smith harus musnah!"


Sebelum pergi Trevor berkata. "Setelah ini aku pasti akan menghamilinya!"


"Cih, pamer!" decih Noah.


*****


Trevor pergi mencari Violet yang sibuk memanah dan membidik musuhnya, sesekali Violet bersembunyi untuk berlindung kemudian membalas serangan.


"Awas!" teriak Violet saat melihat anak panah melesat ke arah Trevor.


Trevor langsung membalik badan dan menangkisnya dengan pedangnya.


Trang!


Anak panah itu langsung terbelah menjadi dua.


"Mom, di mana Gwen?" tanya Trevor kemudian.


"Kita harus mencari Ruby, aku akan ikut!" Violet yang merasa para pemanah sudah tumbang dan sebagian membantu rekan mereka di bawah, akan ikut menjemput Gwen.


Trevor mengangguk, dia bersama Violet pergi mencari Ruby yang saat itu sedang bersembunyi.


"Ruby, kau ada di mana?" tanya Violet dari balik chip.


Tidak ada jawaban yang membuat Violet menjadi cemas.


"Aku akan mencarinya sendiri!" Trevor mulai kehilangan kesabaran.


"Akan membuang waktu!" komentar Violet karena bangunan istana itu sangat luas.


Ternyata Ruby tertangkap oleh dokter Regis, dokter itu menodongkan pisau di leher Ruby yang membuat gadis itu tidak bisa menjawab pertanyaan Violet.


"Jangan mengacaukan ritual!" ancam dokter Regis. Saat ini mereka berada di pintu masuk tempat ritual Marquez.