Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Calon Janda Muda



"Hamil?" gumam Gwen dalam hatinya. Gwen langsung memegang perutnya. "Apa aku siap?"


Kenapa Trevor tiba-tiba membahas kehamilan, bukankah sebelumnya lelaki itu tidak mau punya anak. Gwen mengerutkan dahinya dalam.


"Aku tahu yang ada dalam pikiranmu, Gwen. Aku tahu, aku mungkin tidak pantas menjadi seorang ayah tapi aku benar-benar tidak ingin kau meninggalkan aku!"


"Mommy Violet bilang kalau aku harus membuat anak yang banyak denganmu supaya kau tidak bisa pergi!"


Trevor mengingat kata-kata Violet yang mengandung modus saat di Pulau Biru waktu itu.


"Hahaha!" Gwen tidak bisa lagi menahan tawanya. Di matanya Trevor sangat lucu sekarang walaupun begitu Gwen jadi yakin jika Trevor benar-benar mencintainya hanya saja lelaki itu tidak tahu cara mengungkapkan cintanya.


Gwen mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh Trevor dan menyatukan kening mereka.


"Lamaran diterima, Tuan Mafia. Aku tidak akan meninggalkanmu tapi aku punya syarat," ucap Gwen kemudian.


"Apa syaratnya?" tanya Trevor jadi penasaran.


"Bisakah kita melakukan proses pembuatan anak saat kita sudah resmi jadi suami istri?" pinta Gwen.


Trevor terkesiap mendengar syarat itu, artinya dia harus secepatnya menikahi Gwen. Kalau menunda lagi, dia tidak akan bisa menahan diri.


"Aku harus memberitahu mommy Violet untuk segera mempersiapkan pernikahan kita, kita menikah di Pulau Biru!" Trevor buru-buru mengambil ponselnya. Tapi Gwen menahan tangan Trevor.


"Trey, walaupun aku dan Erik beda ibu tapi kami satu ayah. Jadi, Erik satu-satunya keluargaku sekarang!" ucap Gwen yang sebenarnya ingin meminta sesuatu lagi dari Trevor.


"Erik memintaku supaya kita menikah bersama dengannya secara bangsawan," tambah Gwen. Dia mengingat permintaan Erik jika Gwen tidak mau meneruskan garis keturunan keluarga setidaknya Gwen mau menikah secara bangsawan.


Trevor semakin terkejut mendengar itu, Trevor segera menghubungi Neil.


"Neil, panggil semua anggota dari seluruh markas yang ada!" perintahnya melalui pesan suara.


"Mau apa, Trey?" Gwen yang mendengar itu jadi takut-takut.


"Tentu saja untuk menghadiri pesta pernikahan bos mereka, kau harus memberitahu Erik jika jamuan makan harus banyak karena anak buahku semua akan hadir!"


*****


Di bandara sudah ada ajudan Erik yang menunggu kedatangannya.


"Ini bagianmu!" Neil memberikan satu tas uang pada Erik tapi Erik menolaknya.


"Aku tidak perlu uang karena pengalaman yang lebih berharga walaupun itu pengalaman mencuri!" ucap Erik sebelum pergi.


Erik menggandeng tangan Maudy untuk mencari ajudannya berada. Erik akan langsung memperkenalkan Maudy pada Isabel.


Sepanjang perjalanan, Maudy hanya diam saja yang membuat Erik keheranan.


"Ada apa?" tanyanya.


"Tidak ada, hanya gugup. Bagaimana jika ibumu tidak menyukaiku?" Maudy jadi cemas karena jika Erik mati, dia akan tinggal bersama Isabel.


"Akan aku pastikan ibuku akan menyukaimu!" Erik berusaha membujuk Maudy.


*****


Di istana sendiri, Isabel tengah sibuk mencari calon istri yang cocok untuk Erik. Isabel melihat dari bibit, bebet dan bobotnya.


Saat Erik datang membawa Maudy tentu saja Isabel tidak menerima dengan mudah karena Maudy jauh di bawah standar.


"Gadis itu dari kalangan bawah, tidak berkeluarga dan parahnya dia seorang mafia!" Isabel menolak dengan terang-terangan.


"Bu, tapi aku menyukai Maudy terlepas dari apapun itu! Tolong terima pilihanku!" bujuk Erik.


Isabel masih enggan menerima Maudy yang membuat gadis itu mencoba meluluhkan hati Isabel.


"Nyonya, saya tahu dari segi apapun, saya tidak memenuhi standar untuk menjadi istri tuan bangsawan yang super tampan dan segalanya tapi saya punya satu kelebihan..."


"Saya datang ke sini untuk menyerahkan diri menjadi calon janda muda! Saya yakin tidak semua wanita mau dan mampu!"


Maudy sangat percaya diri sekali.