Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Merasakan Hal Sama



Aland memikirkan perkataan Carol, mungkin ada benarnya juga. Pantas saja dia susah menemukan gadis itu rupanya Gwen berada dalam perlindungan Trevor.


"Bukankah kau bilang jika Gwen itu gadis buruk rupa?" tanya Aland mengingat setiap Carol memaki Gwen.


"Iya aku rasa dia melakukan operasi plastik," sahut Carol yang merasa yakin sekarang.


Carol terkekeh. "Oh, jadi dia ingin balas dendam padaku!"


"Jangan sentuh, Gwen. Tugasmu hanya mencarinya bukan untuk menyentuhnya," tegas Aland dengan mencekal kedua bahu Carol.


"Sebenarnya apa yang kau ingin dapatkan dari Gwen?" tanya Carol yang tidak takut dengan ancaman Aland padanya.


"Sekutu, uang dan juga anak buah. "Aland menjauhkan diri dari Carol. "Dan balas dendam!"


"Gwen bisa memberi itu semua?" Carol bertanya dengan wajah bingungnya.


"Bahkan lebih dari itu!" Aland menyeringai. Jika Trevor begitu melindungi Gwen berarti gadis itu sangat penting bagi bos mafia itu. "Kita harus bisa membuat Gwen menjauhi Trevor!"


*****


"Trevor ada di mana?" tanya Gwen saat masih dalam perjalanan.


Sedari tadi Gwen hanya diam saja membuat Maudy kebingungan, Maudy yakin jika terjadi sesuatu sampai baju Gwen bisa sobek.


"Apa Nona mau bercerita padaku?" Maudy menawarkan diri.


Gwen menggelengkan kepalanya. "Aku ingin bersama Trevor!"


Entahlah, Gwen merasa Trevor tempat aman untuk berlindung.


"Bos ada di markas utama!" ucap Maudy kemudian.


Gwen tertidur sampai tepukan dari Maudy membangunkan dia, ternyata mereka sudah sampai di markas utama.


Gwen melirik sampingnya yang terdapat setumpuk kotak pizza, gadis itu membawa masuk dan membaginya pada anggota lain.


"Zack!" seru Gwen melihat rekannya yang selama ini paling dekat dengannya di markas. "Aku membawakanmu pizza!"


"Wow, Thanks Gwen." Zack menerima kotak pizza dari Gwen. Dahinya mengerut karena melihat Gwen yang matanya tampak mencari sesuatu, sepertinya dia tahu apa yang dicari oleh Gwen. "Bos Trevor ada di ruang latihan!"


Gwen langsung berdehem, apa dia begitu ketara kalau sedang mencari bos mafia itu. Gwen jadi malu sendiri.


"Aku akan ke ruang latihan," pamit Gwen dengan berlari kecil menuju ruang latihan.


Di ruang latihan, Trevor sedang berlatih bersama Neil sambil mereka yang menyusun rencana untuk pencurian selanjutnya.


"Apa ini tidak terlalu buru-buru, Bos? Aku masih ragu dengan metode yang akan kita pakai," ucap Neil yang menangkis serangan dari Trevor.


"Gwen mengatakan jika aku seperti pengangguran, dia belum tahu kalau aku bekerja di lapangan seperti apa," ketus Trevor dengan terus menyerang Neil. Lelaki itu terus melayangkan tinju pada tangan kanannya itu.


"Kau yang terbaik, Bos. Apalagi jika trik dan sugesti yang akan kita pakai berhasil pasti tidak akan meninggalkan jejak sama sekali," komentar Neil mengakui jika memang Trevor berbakat dalam pencurian besar-besaran.


Kegiatan mereka terhenti karena melihat Gwen yang datang. Trevor menatap Gwen dan matanya memicing karena melihat pipi gadisnya yang memerah. Bukan karena merona seperti saat mereka bercinta tapi warna merah itu seperti habis dipukul.


"Pergilah, Neil!" perintah Trevor. Dia segera turun dari ring untuk melihat keadaan Gwen lebih dekat. "Ada apa dengan pipimu, Gwen?"


Gwen merasa tersentuh karena Trevor sangat jeli bahkan tahu perubahan sedikit saja pada dirinya.


"Trey..." Gwen datang sendiri pada Trevor dan langsung memeluk lelaki itu. Padahal Trevor saat ini berkeringat tapi Gwen tidak merasa risih sedikitpun malah Gwen suka aromanya. "Huh, sepertinya indera penciumanku juga bermasalah dan aku juga ikut gila!" batin Gwen.