
Pesta itu diadakan di sebuah gedung mewah di mana para orang-orang kaya di berbagai negara berkumpul. Sebelum mereka melakukan judi besar-besaran keesokan hari, mereka mengadakan pesta dan mencari target untuk dijadikan lawan main.
Tanpa mereka semua sadari jika ada sekelompok mafia yang justru menjadikan mereka semua target.
"Trey, kita akan mencuri di sini?" tanya Gwen saat turun dari mobil limusin yang membawa mereka ke acara pesta. Gwen meragu, penjagaan di gedung itu sangat ketat.
"Seperti yang sudah aku bilang Gwen, kita akan membaur," sahut Trevor dengan merentangkan satu tangannya pada Gwen. "Kau sangat cantik malam ini!"
"Ingat kita sedang menyamar jadi jangan gunakan nama asli!"
Gwen mengangguk paham, dia berjalan beriringan dengan Trevor.
Sementara Erik dan Maudy juga ikut masuk, mereka menggunakan undangan resmi yang tentu saja undangan itu sudah diretas oleh Dozer sebelumnya jadi nama Erik dan yang lainnya ada dalam daftar tamu.
"Aku tidak menyangka putra Marquez ada di sini, kami ikut berduka atas kematian ayahmu!" tegur salah satu pria yang mengenal Marquez.
Kabar Marquez meninggal tentu saja sudah tersebar tapi demi nama baik keluarga, Marquez dikabarkan meninggal karena sakit. Tentang pembantaian yang dilakukan Trevor juga ditutup rapat-rapat.
"Terima kasih," ucap Erik. Atensi Erik tertuju pada Trevor kemudian dia memperkenalkan Trevor pada orang-orang kaya di sana.
Erik memejamkan matanya kembali karena dia akan membuat kebohongan. "Maafkan aku! Maafkan aku!" batinnya.
"Namanya Krei, dia CEO dari perusahan Krei Tech yang bergerak dalam bidang nano teknologi," ucap Erik memperkenalkan Trevor.
Trevor menyeringai, dia hanya butuh berjabat tangan dengan orang-orang kaya itu.
"Hallo, Mr. Krei!"
Trevor menjabat tangan dan menepuk pundak mereka satu persatu, Trevor membisikkan sesuatu di telinga mereka.
Dan hal itu diamati oleh Gwen dari kejauhan, dia menduga-duga apa yang dilakukan Trevor pada orang-orang kaya itu.
"Trey, kau memang aneh dan langka!" dengusnya.
Gwen berjalan menuju meja yang di mana meja itu terdapat banyak minuman, Gwen mengambil satu gelas martini. Sekarang Gwen mulai terbiasa dengan minuman beralkohol.
"Sendirian girl?" tanya seorang pria yang berambut cepak. "Kenalkan namaku Jeremy!"
Gwen melirik sekilas lelaki itu kemudian berkata. "Aku sudah menikah!"
Gwen berusaha menyembunyikan tangan kanannya. "Bukan urusanmu!"
Saat Gwen ingin pergi, tangannya dicekal oleh Jeremy.
"Mau kemana girl? Aku belum tahu namamu!" Jeremy mengecup telapak tangan Gwen. "Mari kita berkenalan!"
Gwen ingin melawan dan menghajar Jeremy tapi melihat posisinya yang ditengah pesta membuat Gwen jadi ragu. Dia takut penyamarannya terbongkar.
"Singkirkan tangan kotormu itu, brengseek!"
Tiba-tiba suara itu terdengar yang membuat Jeremy menoleh ke arah sumber suara.
Jeremy terkekeh karena mengenal orang di balik suara itu. "Trevor Brown! Sudah lama kita tidak bertemu!"
"Oh, jadi gadis cantik ini kekasihmu?"
Gwen langsung menginjak kaki Jeremy dan berlari ke arah Trevor. "Trey, jangan buat keributan!" ucap Gwen berusaha memberi peringatan.
Karena takut penyamaran mereka terbongkar, Trevor memilih membawa Gwen pergi.
"Semua keluar, ada Jeremy di sini!" perintah Trevor dibalik chip.
"Siapa Jeremy itu Trey?" tanya Gwen jadi penasaran.
"Dia juga ketua mafia dari organisasi lain, pasti dia juga mengincar orang-orang kaya di sini!" jawab Trevor yang sudah keluar dari gedung pesta.
"Terus misi kita bagaimana?" tanya Gwen jadi cemas.
"Tidak perlu khawatir, kau hanya perlu mengingat kodenya. Kamkuat!"
"Kamkuat?"
"Saat aku memberi kode, kau harus meneriakkan kata itu dengan kuat, Gwen! Setelah itu game over!"
"Kenapa harus aku?"
"Karena kau memiliki kekuatan auman singa saat marah padaku! Jadi, kau berhak mengakhiri permainan dan misi kita!"