Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Sang Predator



Trevor yang merasa tidak terima karena penolakan Gwen akhirnya hilang kesabaran juga. Kalau dengan cara baik-baik tidak bisa, Trevor akan menggunakan cara kasar.


Dia membuat jebakan di kapal pesiar supaya gadis itu tidak bisa lari darinya.


"Kau tampak berantakan, Gwen," tegur Trevor yang duduk santai di sofa kamar itu.


Gwen memicingkan matanya, dia sudah kehabisan energi untuk menghadapi Trevor.


"Jadi semua ini rencanamu, Trey?!" tanya Gwen gusar.


"Kau pikir setelah kau meninggalkan aku sendirian di kamar mandi, aku akan diam saja. Tidak akan semudah itu kau lepas dariku, Gwen!" sahut Trevor tak mau kalah.


Trevor menelisik keadaan Gwen, syukurlah hanya tangannya saja yang terluka. Setidaknya gadis itu tidak bisa melawan dirinya dengan penuh seperti sebelumnya.


"Kemarilah!" Trevor memberi perintah pada Gwen untuk mendekat padanya.


Tapi Gwen tidak akan semudah itu menyerah, dia justru berusaha merusak pintu kamar supaya dia bisa keluar. Usahanya tentu saja sia-sia justru tenaganya kini benar-benar habis.


"Gadis keras kepala," komentar Trevor berdiri dari tempat duduknya.


Trevor mendekati Gwen yang saat ini tengah mengatur nafasnya dengan menyender di pintu.


"Trey..." Gwen tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena Trevor mengangkat tubuhnya kemudian membantingnya di atas ranjang.


Breeet!!


Trevor merobek baju Gwen dan membuangnya, Gwen hanya menyisakan pakaian dalamnya saja sekarang.


"Jangan Trey..." Gwen masih berusaha memohon supaya Trevor berhenti.


Tapi Trevor yang sudah bernafsuu tinggi tentu saja mengabaikan semuanya.


"Jangan takut, Gwen!" Trevor berusaha membujuk Gwen supaya gadis itu rileks.


Mata Trevor teralihkan pada tangan Gwen yang diperban, lelaki itu meraih tangan Gwen kemudian menjilatinya.


"Sorry Gwen, pasti ini sangat sakit," ucap Trevor merasa bersalah karena membuat gadisnya terluka.


Gwen memalingkan wajahnya enggan menatap Trevor yang tidak mau berbelas kasih padanya. Tapi Trevor tidak menyukai itu, dia tidak mau Gwen menganggapnya sebagai pemerkosa.


"Tatap aku," Trevor berusaha memalingkan wajah Gwen supaya menatapnya. Kemudian dia menunduk dan mencium bibir Gwen dengan lembut.


Setelah Gwen merasa cukup tenang, Trevor menurunkan ciumannya ke leher dengan tangannya perlahan membuka pakaian dalam Gwen.


Kini Gwen sudah dalam keadaan polos dan Trevor mulai membuka jubahnya.


Wajah Gwen merona padahal bukan pertama kalinya dia melihat Trevor yang bertelanjang dada seperti itu.


Trevor mengulum senyumnya melihat perubahan wajah Gwen, dia kembali menunduk untuk menikmati bukit kembar Gwen yang sudah membuatnya terobsesi sampai di tahap ini.


"Ugh!" Gwen mulai melenguh menikmati sentuhan dari lelaki itu. Trevor begitu lihai mempermainkan tubuhnya.


"Kau menikmatinya, Gwen?" tanya Trevor kemudian.


Gwen tidak mau menjawab yang mana membuat Trevor jadi gemas sendiri. Trevor akhirnya membuka kedua kaki Gwen karena dia ingin memberi pengalaman yang tidak akan terlupakan.


Gwen menggelengkan kepalanya berusaha menolak Trevor yang berusaha mencicipi tubuh bagian bawahnya.


Tapi usahanya jelas sia-sia karena Trevor benar-benar tidak melepasnya untuk kali ini.


"Hiks.... Ternyata nyamuk kanibal sekarang jadi predator kelas kakap!" gumam Gwen meratapi nasibnya.


*


*


*


*


*


Othor : Anak orang lu apain, Trey?😭


Trevor : Diem lu, Thor. Awas ya kalo sampai gagal lagi!!


Othor : Nikahin dulu, Trey!


Trevor : Gue mapia, Thor. Kenapa lu buat gue mesum, salah lu sendiri!!


Othor : Iya salah gue dah😭