Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Sekedar Hobi



Keesokan harinya, Neil, Dozer dan Zack melaporkan pekerjaan mereka di kamar yang ditempati oleh bosnya.


"Kami sudah menjalankan misinya, Bos." Neil melaporkan apa saja yang dia dan kedua rekannya lakukan.


Trevor menganggukkan kepalanya puas. Dia tidak sabar ingin menggandakan uang karena misi sebenarnya ada di Macau.


"Persiapkan diri kalian! Kita harus cari modal dulu di Hongkong!" perintah Trevor kemudian.


Bersamaan dengan itu, Gwen masuk ke dalam kamar. Gwen emosi karena kamarnya kini penuh dengan asap rokok dan bau alkohol.


"Cepat pergi! Gwen datang!" usir Trevor pada para anak buahnya yang belum beranjak pergi.


Tanpa banyak kata, Gwen juga berlalu pergi. Dia ingin memesan kamar lain.


"Kau mau kemana?" tanya Trevor yang mengikuti Gwen dari belakang.


"Aku mau cari kamar lain!" Gwen tetap berjalan tanpa memperdulikan Trevor sampai tiba-tiba dia merasakan tubuhnya diangkat oleh Trevor seperti karung beras.


"Trey..."


"Kamarku juga kamarmu Gwen!"


Trevor kemudian membanting tubuh Gwen di atas ranjang.


"Trey memang seperti ini," gumam Gwen dengan memalingkan wajahnya. Dia sebenarnya iri pada Maudy yang akan mempunyai status jelas bukan seperti dia sekarang. Entah bagaimana masa depannya dengan Trevor nantinya.


Trevor membuka bajunya kemudian mencumbu Gwen seperti yang biasa dia lakukan, bermain dengan buah dada Gwen, mendengar desahaan dan lenguhan Gwen yang indah didengar.


"Bantu aku lagi Gwen!"


Mau tidak mau Gwen menurut, menolak pun Trevor akan tetap memaksanya.


Sampai beberapa menit berlalu Gwen merasakan cairan hangat yang dibuang di atas perutnya. Gwen hanya bisa memejamkan matanya menerima perlakuan Trevor padanya.


"Apa sudah selesai? aku ingin mandi," ucap Gwen supaya Trevor melepasnya.


Trevor tak acuh, tentu dia tahu perubahan wajah Gwen. "Ada apa, hem?"


"Kapan kau akan berhenti, Trey? bukankah uangmu sudah banyak?" tanya Gwen yang ingin mempunyai hidup normal.


"Uangku memang banyak dan aku juga mempunyai bisnis Kasino, menguasai pasar gelap, beberapa wilayah kekuasaan. Aku hanya hobi mencuri," jelas Trevor dengan gamblang.


"Percayalah Gwen sebelum bertemu denganmu banyak hal keji yang aku lakukan! Aku harus berpindah-pindah tempat untuk menghindari polisi. Sekarang, aku hanya ingin menyalurkan hobiku saja!"


Gwen memukul dada Trevor cukup keras. "Tidak ada orang yang hobinya mencuri!"


Trevor memeluk Gwen, dia semakin menyukai kelinci kecilnya itu. "Setelah misi selesai, kita akan berkencan!"


"Berkencan?"


"Hm, berkencan seperti orang normal lainnya!"


"Janji?"


"Janji!"


*****


Trevor berdiri di sebuah bangunan untuk mengamati Gwen dan para anak buahnya beraksi di jalanan. Kebetulan ada karnaval di jalanan kota dan banyak turis yang datang.


"Kau sudah banyak belajar Gwen jadi tunjukkan kemampuanmu!" Trevor memberi aba-aba dibalik chip yang dipakai Gwen.


Gwen menghela nafasnya dia ikut membaur dengan kerumunan orang-orang dan mencoba mengambil dompet, perhiasan dan juga barang berharga lainnya.


Setelah Gwen berhasil mengambil, dia mengoper pada Dozer yang lewat. Begitu pula Dozer langsung melempar pada Zack atau Neil.


Mereka berempat melakukan aksi mereka dengan begitu mulus.


Trevor segera turun dan menuju mobil van yang akan dia jadikan tempat menampung barang curian itu.


"Semua berkumpul di titik aman!" Trevor memberi kode.


Tak berselang lama semua sudah kembali di titik aman dan mengumpulkan barang curian mereka.


Mata Gwen membulat melihat banyaknya barang curian mereka hari ini.


"Aku tidak menyangka akan sebanyak ini!" ungkap Gwen.


Tapi Dozer, Neil dan Zack malah tertawa melihat respon Gwen yang seperti itu.


"Ini hanya pemanasan Gwen. Seharian ini kita akan sibuk mencuri, sekarang kita harus ganti baju!"