
Sebelumnya, Trevor ingin kembali ke markas utama. Dia sudah ditunggu oleh Dozer dan Zack di sana tapi Trevor justru mendapat laporan mengejutkan.
Ternyata Gwen makan malam dengan produsernya, dia tahu jika Gwen tengah menjalankan misinya tapi Trevor tidak suka gadisnya dekat atau disentuh pria lain.
Sepertinya dia harus mengubah rencana Gwen, kalau tujuan Gwen hanya ingin menghancurkan Carol itu sangat mudah baginya.
"Kita pergi menjemput, Gwen!" Trevor akhirnya memutuskan untuk mendatangi Gwen ke apartemen Peter.
Saat sampai Trevor mengusir Maudy dan supir supaya mereka pergi.
"Hen... hentikan, aku mohon," rintih Gwen dengan lelehan air mata yang membanjiri wajahnya. Gwen tidak bisa tegar seperti sebelumnya, dia merasa sangat terhina sekarang.
Trevor yang masih menggerakkan tubuhnya mulai sadar, sebelumnya dia dikuasai emosi sekarang emosi itu sudah mereda. Dia kaget melihat bibir Gwen yang bengkak dan tubuh gadis itu penuh dengan tanda yang dia buat bahkan ada bekas gigitan. Padahal dia sudah berjanji tidak akan membuat tanda apapun ditubuh Gwen.
Isak tangis Gwen membuat Trevor luluh, dia akhirnya melepaskan gadis itu.
Gwen langsung mundur dan meringkuk menutupi tubuhnya yang polos dengan tangannya.
"Gwen..." Trevor ingin memakaikan coat miliknya tapi Gwen menggeleng ketakutan.
"Jangan sentuh aku!" teriaknya.
Tangisan Gwen semakin menjadi-jadi. "Apa kau sudah puas, Trey?"
"Kenapa dulu kau menolongku? Seandainya aku tahu akan seperti ini lebih baik aku mati saja!"
"Aku masih ingat saat pertama kali kita bertemu, kau sangat tidak tertarik padaku karena wajahku yang cacat. Selama 6 bulan aku menjalani operasi kau tidak pernah sekalipun muncul!"
"Kau tidak pernah tahu, Trey! Tapi saat wajahku sudah cantik, sikapmu jadi berubah dan terobsesi padaku! Aku sangat membenci wajahku yang sekarang!"
Gwen menampar wajahnya sendiri bahkan berusaha mencakarnya. "Aku tidak mau wajah ini!"
Trevor yang melihat Gwen menyakiti dirinya sendiri berusaha menghentikan, lelaki itu mencekal kedua tangan Gwen kemudian Trevor memukul tengkuk gadis itu sampai Gwen tidak sadarkan diri.
Dengan cepat Trevor mengambil coatnya dan memasangnya pada tubuh Gwen.
"Neil, kita ke rumah sakit sekarang! Hubungi dokter Marry!" perintah Trevor sambil mendekap Gwen. Trevor menciumi puncak kepala gadis itu karena merasa sangat bersalah.
Sesampai di rumah sakit, Trevor menggendong Gwen dan meminta dokter Marry untuk mengobati gadis malang itu.
Dokter Marry terkejut melihat keadaan Gwen, dia ingin marah karena tahu pasti semua itu ulah Trevor tapi dia tentu tidak bisa melampiaskan amarahnya karena Trevor pasti tidak akan segan-segan membunuhnya.
"Berikan penanganan terbaik untuk Gwen!" perintah Trevor yang matanya tidak bisa lepas dari wajah Gwen yang memucat.
Dokter Marry memeriksa Gwen dan memasangkan baju pasien untuk menutupi tubuh polos gadis itu. Dokter Marry juga memasang infus dan memberi Gwen vitamin.
"Kalau sudah, pergi sana!" usir Trevor seperti biasa.
"Gwen sudah menjalani hari-hari yang berat selama menjalani operasi, aku harap Tuan tidak menyakitinya," ucap dokter Marry sebelum keluar dari ruangan VVIP, ruangan di mana Gwen dirawat sekarang.
Trevor tidak menjawab tapi sungguh dia sangat merasa bersalah, perasaan yang tidak pernah dia rasakan karena Trevor selalu merasa jika semua tindakannya selama ini adalah benar.
"Eugh!" Gwen melenguh dalam tidurnya pasti gadis itu merasa kesakitan. Trevor duduk di sisi ranjang dan mengelus rambut Gwen. Kemudian lelaki itu mengecup kening Gwen dengan memejamkan matanya. "Maafkan aku, Gwen! Aku menyakiti kelinci kecilku!"