Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Ritual yang Tertolak



Mendengar penjelasan dari Noah membuat Trevor langsung berdiri dari tempatnya, matanya semakin menajam, rahangnya gemerutuk karena memendam amarah. Trevor memukul dinding tahanan sampai buku jarinya berdarah.


"Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh, Gwen!" geram Trevor.


"Kita harus cepat keluar dari sini dan bergabung dengan yang lain!" Noah menepuk pundak Trevor supaya anaknya itu bisa mengendalikan emosinya.


"Aku butuh pedangku!" ucap Trevor yang berniat akan menebas kepala siapa saja yang akan menghalanginya untuk menyelamatkan Gwen.


*****


Tim Violet yang beranggotakan Neil dan Ruby mencoba mencari tempat ritual Marquez, mereka yakin jika Gwen ada di sana.


"Aku akan mencoba mendekati Aland lagi untuk mencari tahu," ucap Ruby.


Ruby ingin pergi tapi lengannya dicekal oleh Neil. "Apa kau yakin?"


"Aku yakin, Aland percaya padaku!" jawab Ruby meyakinkan.


Violet yang mendengar itu akhirnya menyetujui usul dari Ruby. "Berhati-hatilah!"


"Aku akan berhati-hati!" Ruby memasuki istana dan mencari Aland berada.


Aland tampak waspada mengamati sekitar, lelaki itu tidak ingin siapa pun mengganggu ritual Marquez karena ini adalah kesempatan terakhir, Erik akan memasuki usia tiga puluh tahun. Jadi, Gwen harus segera ditumbalkan.


Atensi Aland teralihkan saat melihat Ruby yang mendekat padanya.


"Kau ke mana saja?" tanya Aland yang sedari tadi mencari keberadaan Ruby.


"Aku hanya sedang mengamankan diri, aku seorang pengkhianat pasti dari kubu Trevor akan berusaha membunuhku," sahut Ruby memberi alasan.


"Kau akan aman di sini, setelah ritual selesai. Trevor giliran selanjutnya!" ungkap Aland.


"Tapi aku harus tetap waspada bukan?" Ruby menempel pada Aland kemudian tangannya meraba dada lelaki itu. "Bisakah aku berjaga di tempat ritual saja?"


"Tempat itu terlarang dan tersembunyi lebih baik kau di sini saja!" tolak Aland.


Tapi Ruby tidak akan menyerah, dia terus merengek sampai akhirnya Aland setuju. Aland memberitahu lokasi di mana ritual berada.


"Aku akan segera ke sana!" Ruby membalik badannya. Pada saat itu Ruby tanpa sadar menyelipkan rambut di telinganya yang mana membuat chip yang dia pasang terlihat oleh Aland.


Dor!


Satu tembakan melesat tepat di antara kedua kaki Ruby membuat gadis itu menghentikan langkahnya.


"Ruby, ternyata kau seorang mata-mata!" ucap Aland yang merasa tertipu.


Deg!


*****


Di tempat ritual, Gwen mulai membuka mata karena obat bius yang diberikan memang berdosis kecil.


Gwen tidak bisa bergerak karena tubuhnya yang terikat di sebuah batu besar persembahan. Sekelilingnya ada banyak lilin.


Saat menoleh ke samping kanan dan kirinya, dia melihat beberapa orang tengah bersimpuh dengan memejamkan mata mereka. Mulut mereka tampak mengeluarkan kalimat-kalimat yang Gwen tidak mengerti.


"Kau sudah bangun, Gwen?" tegur Isabel yang berpakaian serba putih.


"Ibu, kenapa aku ada di sini? Tolong lepaskan aku!" pinta Gwen yang belum mengerti apa-apa.


Isabel terkekeh mendengar permintaan Gwen, dia sebenarnya sangat membenci Marquez yang telah meniduri para pelayan untuk mendapatkan keturunan seperti Gwen.


"Iya sebentar lagi, kau akan lepas!" ucap Isabel ambigu.


Isabel meninggalkan Gwen karena dia akan melakukan ritual bersama Marquez.


"Ibu... Ayah..." Gwen terus berteriak.


Marquez yang sedari tadi sudah memimpin pemujaan sudah bisa membuka gerbang dimensi lain.


Suasana menjadi begitu menyeramkan yang membuat Gwen merinding karena kepulan asap hitam mendekat ke arahnya.


Saat kepulan asap hitam itu semakin dekat, Gwen begitu ketakutan karena dia bisa melihat wujud iblis mengerikan di dalam sana.


Tapi tak lama kepulan asap itu tiba-tiba menghilang dan tempat ritual diterpa angin yang begitu dahsyat.


"Dia sudah tidak suci lagi!"


Suara itu terdengar bersamaan dengan Marquez dan Isabel yang tubuhnya terpental seperti di lempar seseorang dengan kuat.


*


*


*


*


*


Ternyata mabuk perawannya Trey ada gunanya😭