
Gwen ingin meminta ayahnya untuk membebaskan Trevor tapi Gwen tidak bisa melakukan itu karena para pengawal Marquez mencekal dan memaksanya untuk masuk ke dalam.
"Lepaskan aku!" Gwen memberontak tapi para penjaga terus menyeret dirinya ditambah lagi para pelayan juga membantu.
Saat sampai di kamar Gwen, para pelayan membantu Gwen membersihkan diri dan memberikan sebuah gaun berwarna putih polos.
"Apa tidak ada pakaian lain?" tanya Gwen yang merasa tidak suka dengan gaun itu.
Para pelayan tidak mau menjawab, mereka tetap memaksa Gwen memakainya.
*****
Aland terus saja mengelus paha Ruby saat dalam perjalanan ke istana Marquez, rasanya dia ingin menghabiskan waktu dengan Ruby di kamar saja tapi saat Marquez memanggilnya dia harus bergegas pergi.
"Setelah ini kita akan bersenang-senang lagi," ucap Aland dengan menjilati leher Ruby sebelum turun dari mobil karena mereka sudah sampai.
Ruby hanya diam saja tapi saat Aland sudah turun, Ruby segera mengusap lehernya yang bekas jilatan Aland itu.
"Menjijikkan!" umpat Ruby yang ikut turun dari mobil. Tapi dia memisahkan diri dari pasukan Aland secara diam-diam.
Marquez terus memandangi bulan purnama malam ini saat melihat Aland datang dia bisa bernafas lega.
"Kenapa di luar banyak bekas darah, Tuan?" tanya Aland yang melihat banyak darah dan mencium bau amis. Puluhan mayat tanpa kepala sebelumnya sudah di evakuasi tapi tentu bekasnya tidak akan mudah hilang.
"Aku diserang oleh musuhmu dan mereka mengincar Gwen!" jelas Marquez.
"Gwen memang dipelihara dan disembunyikan oleh Trevor selama ini makanya kita susah mencari keberadaannya, wajah Gwen juga sudah mengalami beberapa kali operasi jadi tidak akan mudah mengenalinya." Aland juga berusaha menjelaskan.
"Aku tidak peduli dengan semua itu," ucap Marquez yang menganggap semua itu tidak penting. Dia hanya butuh tubuh Gwen. "Aku akan melakukannya malam ini, kau harus memastikan jika tidak ada pengganggu sampai semuanya selesai!"
"Baik, Tuan." Aland menunduk hormat.
Aland memerintahkan semua anak buah dan para penjaga istana untuk bersiap dan menjaga semua situasi supaya aman.
"Ada di penjara bawah tanah, Tuan."
"Aku akan kesana sebentar, tetap waspada!"
Aland menuju ruang bawah tanah di mana Trevor tengah disekap sekarang. Aland tertawa kemenangan saat melihat keadaan Trevor di dalam salah satu sel.
"Jadi inikah rupa boss mafia Black Mamba sekarang?" cibirnya.
Trevor yang menyender di dinding dengan memejamkan matanya hanya tersenyum miring, dia enggan membuka matanya tapi Trevor sepenuhnya sadar. Tangan dan kakinya yang dirantai membuatnya kesulitan untuk bergerak.
"Ternyata kau tidak sehebat ayahmu!" tambah Aland.
"Hanya demi wanita, kau menjatuhkan harga dirimu seperti ini. Wanita yang bahkan sebentar lagi tidak akan bisa kau lihat karena Gwen akan mati!"
Trevor langsung membuka matanya dan menatap tajam Aland di sana.
"Aku bersumpah akan merobek mulutmu itu dengan kedua tanganku sendiri!" geram Trevor yang tidak suka dengan pernyataan Aland mengenai Gwen.
Aland semakin tertawa terbahak-bahak. "Dengan tanganmu itu ya? Aku tidak sabar!" tantangnya.
Puas melihat keadaan Trevor yang menyedihkan, Aland kembali untuk melakukan penjagaan ketat untuk keluarga Marquez.
Saat Aland sudah pergi, Trevor kembali memejamkan matanya. Lelaki itu sedang menahan sakit di punggungnya pasti bekas jahitan yang belum mengering sekarang terbuka.
"Bos, apa kau mendengarku?"
Tiba-tiba suara Dozer itu terdengar dibalik chip yang Trevor pakai.
"Hm!" jawab Trevor.
"Bertahanlah sebentar lagi, Bos!"