Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Menjemput Gwen



Gwen mengusap air matanya, padahal dia sudah mulai nyaman bersama Trevor tapi kenapa lelaki itu begitu tega menahannya padahal Trevor tahu siapa orang tua aslinya.


Tanpa mau mendengar Trevor dan yang lainnya, Gwen berlari keluar dari ruangan tersebut.


"Bos?" tanya Neil pada Trevor, dia ingin bertanya apa perlu mengejar Gwen.


"Biarkan saja, Gwen memang seperti itu. Awasi saja!" perintah Trevor dengan memejamkan matanya. Sebenarnya dia yang kecewa pada Gwen, setelah apa yang Trevor lakukan tapi gadis itu menganggap dirinya hanya sebatas teman ranjang.


"Kalian istirahatlah, biar aku yang mengawasi Gwen," ucap Dozer menawarkan diri. Dia tahu jika rekannya kelelahan dan belum istirahat.


*****


Gwen berlari ke taman yang ada di rumah sakit, di sana gadis itu menangis sejadi-jadinya. Dia tidak sadar jika memang itulah tujuan Ruby membuat Gwen tidak percaya dengan Trevor dan datang sendiri pada Aland.


"Kau sangat menyedihkan, Gwen," tegur Ruby yang mengawasi semuanya. Dia menyamar supaya tidak ketahuan.


"Kenapa kau ada di sini?" tanya Gwen yang sangat mengenali suara Ruby.


Sebelumnya Ruby sudah menyingkirkan Maudy, dia menghajar Maudy sampai pingsan di toilet. Dan sekarang dia harus bergegas supaya Dozer tidak menghalangi rencananya.


"Kau ingin bertemu dengan orang tuamu, 'kan? Kalo iya, ikut aku!" Ruby mengulurkan satu tangannya dan berharap Gwen menerima uluran tangannya.


Gwen yang tidak tahu jika Ruby berpindah ke kubu Aland, menerima uluran tangan itu. Gwen sangat ingin bertemu dengan kedua orang tuanya.


"Ayo cepat pergi!" Ruby tersenyum miring, dengan begini Aland akan percaya kalau dia anggota baru yang setia.


Saat mereka melangkah pergi, disaat itu Dozer yang menyusul Gwen ke taman merasa terkejut. Dozer lekas-lekas mengeluarkan senjatanya dan mencoba menghentikan Gwen dan Ruby.


Dor! Dor!


Dozer mencoba menembak kaki Gwen supaya gadis itu tidak bisa berjalan lagi.


"Berhenti, Gwen!" teriaknya.


Tembakan Dozer meleset yang membuat Gwen dan Ruby semakin menambah kecepatan untuk berlari.


"Ada mobil van yang menunggu kita!" seru Ruby yang melepas pegangannya pada Gwen. "Aku akan mengurus Dozer!"


Ruby berhenti dan mengeluarkan senjatanya juga, dia ingin membalas tembakan Dozer.


"Hai, spy loser!" sapa Ruby menyapa mantan rekannya dengan mencemooh.


"Kau pengkhianat Ruby! Beginikah caramu berbalas budi? Kau dipungut dan dibesarkan oleh bos," ucap Dozer yang masih tidak mempercayai tindakan Ruby.


Dozer berlindung untuk mengisi pelurunya tapi saat dia keluar, Ruby sudah tidak ada.


"Sial! Arghhh..." Dozer berteriak frustasi.


Sebuah mobil van menjemput Gwen dan Ruby, kemudian keduanya langsung masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil sudah ada Aland yang menunggu.


"Selamat datang, Nona." Aland menunduk hormat pada Gwen.


Gwen mengernyit kenapa Aland begitu hormat padanya. "Siapa kau?"


"Saya utusan dari tuan Marquez, ayah kandung anda, Nona," jelas Aland.


Gwen meneteskan air matanya. "Jadi orang tuaku mencariku, 'kan?"


"Tentu saja mereka mencari Nona tapi kami kesulitan mencari karena anda masuk dalam sarang mafia apalagi dengan wajah baru yang susah dikenali, untung ada Ruby," jelas Aland bersikap lemah lembut.


Gwen memandang Ruby dengan tatapan sulit diartikan.


"Ya, aku berkhianat!" ucap Ruby dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Semua demi aku?" tanya Gwen memastikan.


"Aku tetap tidak menyukaimu, Gwen," ungkap Ruby dengan memalingkan wajahnya.


Mobil yang membawa Gwen terus melaju dan membawa Gwen ke sebuah bangunan megah seperti istana yang pernah dia baca di buku dongeng.


"Selamat datang, Nona." Aland membuka pintu mobil dan mempersilahkan Gwen untuk turun.


*


*


*


*


*


Cerita ini sudah memasuki klimakss konflik jadi banyak part yang bakal bikin emosi😅 Tapi disitulah Gwen dan Trevor akan menyadari perasaan mereka.