Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Boss Mafia vs Tuan Bangsawan



Gwen kali ini tidak mau bersikap pasif, dia juga aktif memegang pusaka suaminya yang membuat Trevor semakin menggeram.


"Kau mulai pintar sayang," puji Trevor sambil memejamkan matanya karena Gwen sudah menggerakkan tangannya naik turun.


Gwen semakin bersemangat bahkan dia berjongkok dan memberanikan diri untuk bermain lollipop.


Suara erangan Trevor memenuhi kamar, dia ingin meledak karena Gwen yang bermain sangat lincah. Dia tidak akan membiarkan bibitnya terbuang sia-sia, Trevor membimbing Gwen untuk naik ke atas ranjang.


Trevor duduk dan Gwen duduk di atas perutnya, mereka saling berhadapan dengan debaran jantung saling bersahutan.


"Trey, ini bukan malam pertama kita tapi aku ingin sesuatu yang berbeda. Buat malam ini jadi berkesan," pinta Gwen sambil menggoyangkan bokongnya.


Trevor menyeringai. "Aku akan mengabulkannya dengan senang hati, sayang!"


Awalnya Gwen memimpin permainan tapi saat dia kelelahan, permainan diambil alih oleh suaminya.


"Ugh! Trey..." Gwen meremas seprai menahan hentakan Trevor yang ganas dari belakang. "Pelan-pelan..."


Trevor seakan tidak mendengar permintaan istrinya, justru dia bergerak semakin liar.


"Katanya kau ingin yang berkesan," ucap Trevor terengah-engah.


"Tapi ranjang sampai bergeser, Trey!! Akh.... pelan!"


Trevor menahan pinggang Gwen supaya Gwen tidak melepaskan diri.


"Kau mau kemana sayang saat tubuh sempitmu menjepitku seperti ini!"


"Ranjangnya akan roboh, Trey!!"


*****


Berbeda dengan yang amatiran justru mereka belum berhasil nana nini nunu karena terlalu banyak drama.


"Tidak akan muat, Suamiku. Kecilkan dulu!" pinta Maudy saat Erik membuka kedua kakinya.


"Tenanglah, pasti muat!" bujuk Erik dengan menggesek-gesekkan miliknya.


"Tapi itu terlalu besar, bagaimana kalau robek?" Maudy semakin cemas dan pikirannya sudah traveling kemana-mana.


Erik mengusap wajahnya kasar kalau Maudy terus seperti itu, Erik merasa menjadi seperti pemerkosa.


"Lebih baik pembibitan ditunda dulu. Aku akan menunggu sampai kau siap!" Erik mengecup kening Maudy kemudian kembali memakai celananya.


Maudy jadi merasa bersalah, dia memukul kepalanya sendiri merutuki kebodohannya.


"Bukankah aku yang ingin melecehkan tuan bangsawan tapi kenapa jadi begini? Tapi ukurannya memang besar sekali...." Maudy menggulingkan badannya.


Sampai akhirnya menjelang pagi tiba, Maudy yang sempat ketiduran membuka matanya. Dia melihat Erik yang tertidur di sampingnya dengan telentang tanpa memakai baju atasan.


Glek!


Maudy menelan ludahnya, dia membuang waktu semalaman. Padahal proses pembibitan harus dilakukan berulang kali.


"Baiklah, aku yang akan memulai!" pelan-pelan Maudy mendekati suaminya, dia melepas celana Erik dan duduk di atasnya.


Maudy menunduk dan menyesap buah dada Erik supaya pusaka suaminya berdiri.


"Mmmh..." Erik merasakan geli di sekujur tubuhnya. "Apa ini? Apa di istana ada hantu penghisap buah dada?" Erik merancau tidak jelas.


Sampai Erik merasakan benda pusakanya menegang dan tak lama sesuatu yang hangat perlahan ingin masuk.


Erik langsung membuka matanya dan mendapati Maudy yang berusaha memerawani dirinya sendiri.


"Hiks... susah!" keluh Maudy yang sedari tadi berusaha tapi tidak juga berhasil.


Erik yang awalnya terkejut menjadi tergelak karena kelakuan Maudy.


"Jadi kau sudah siap istriku?" tanya Erik kemudian.


Maudy menganggukkan kepala dan sedetik kemudian posisi jadi berubah, kini Erik yang berada di atas Maudy.


"Aku akan melakukannya perlahan!" bujuk Erik.


Maudy mulai merilekskan tubuhnya dan proses pembibitan akhirnya terjadi juga. Suara jeritan Maudy berubah menjadi suara desahaan seiring berjalannya waktu.


Tubuh Maudy terus bergoyang kesana kemari, Maudy berpegangan pada bisep suaminya. Dari bawah Erik semakin terlihat tampan apalagi dengan keringat yang membasahi pelipisnya.


Sampai beberapa menit kemudian, Maudy merasakan cairan hangat yang menembus rahimnya.


"Terima kasih, Istriku," ucap Erik dengan memeluk Maudy dalam keadaan masih menyatu.


*


*


*


*


Gak bisa buat adegan anu yang estetik😅 pokoknya nana nini nunu sudah berhasil.