Love Me Please, Uncle Sam

Love Me Please, Uncle Sam
Minta maaf



Zeana begitu terkejut saat membuka pintu dan melihat Felisya berdiri di depan rumahnya.Bukan hanya terkejut, Zea juga merasa takut, dia khawatir Felisya akan melakukan hal jahat padanya, apalagi sekarang Sam tidak ada di rumah dan dia hanya bersama ibu dan kedua anaknya.


"Bu Feli," pekik Zea tertahan.


"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Felisya dengan wajah sendu.


"Mm, ya. Silahkan duduk!" jawab Zea ragu, dia lalu menunjuk kursi kayu yang berada di depan rumahnya, setelah Felisya duduk Zea lalu menutup pintu rumah dan menyusul duduk di sebelah Felisya.


"Dimana Samuel?" ucap Felisya mengakhiri keheningan di antara mereka.


"Dia di rumah sakit!" Zea mencoba menjawab dengan tenang meski tangannya bergetar hebat.


"Ah, aku dengar dia menjadi pimpinan rumah sakit sekarang!"


"Ya, dia mengantikan ayahku!"


Hening, keduanya kembali diam dan larut dalam pikiran masing-masing. Felisya nampak ragu, wanita itu meremas buku-buku tangannya.


"Maafkan aku!" ucap Felisya kemudian, Zea menoleh dan menatap Felisya tak percaya, benarkah wanita itu minta maaf padanya. "Aku tau kesalahanku tak mudah di maafkan, tapi aku benar benar tulus ingin minta maaf. Kalau boleh jujur aku melakukannya karena aku benar-benar mencintai Sam, tapi aku tidak menyadarinya lebih cepat, aku pikir aku hanya ingin memanfaatkan uangnya saja. Setelah Sam meninggalkanku aku baru sadar kalau aku mencintainya! Tapi sekarang aku sadar, cinta yang aku miliki justru menyakiti kami berdua!" sambung Felisya dengan mata berair, dia memberanikan diri untuk menatap Zea, seorang gadis yang menjadi korban dari rasa dengkinya. "Semoga kau mau memaafkanku!"


Di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba Sam pulang. Melihat Felisya bersama istrinya Sam segera turun dari mobil dan berlari menghampiri sang istri. Sam lalu menutupi Zea dengan tubuhnya. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Sam dengan tatapan tajam.


Zea menggeser kakinya sehingga kini berada di samping Sam, Zea lalu menggenggam tangan Sam dengan hangat. "Bu Feli datang untuk minta maaf," jawab Zea mewakili Felisya.


"Terlepas bu Feli benar-benar tulus atau tidak, setidaknya dia sudah memberanikan diri menemui kita dan meminta maaf pada kita secara langsung!" ujar Zea mencoba menenangkan Sam.


"Aku tau kau pasti tidak percaya Sam, tapi aku benar- benar tulus minta maaf. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi, semoga kalian hidup bahagia!" setelah mengucapkan kalimat itu, Felisya lalu pergi dari rumah Zea, meski belum mendapatkan maaf dari mereka, setidaknya dia merasa sedikit lega karena sudah mengakui kesalahannya.


Setelah Felisya pergi, Sam langsung memeluk istrinya dengan erat, dia benar-benar takut saat melihat Felisya bersama Zea. "Aku sangat takut. Aku pikir dia akan mencelakaimu sayang!" ucap Sam dengan perasaan lega.


Zea membelas pelukan sang suami, sangat menyenangkan ketika Sam mengkhawatirkannya. "Apa kau sangat mencintaiku?" tanya Zea sambil terkekeh.


"Tentu saja aku sangat mencintaimu. Sangat, sangat sangat mencintaimu sampai aku begitu takut kehilanganmu!"


"Ah, senang sekali mendengarnya. Aku bahkan tidak bosan mendengar kalimat cinta darimu sayang. Aku ingin mendengarnya sampai kita menua, aku ingin kau terus mengatakan kalau kau mencintaiku!"


"Tentu saja, untuk menebus kesalahanku di masa lalu. Aku akan mengucapkan kata cinta setiap hari!"


"Terima kasih uncle. Aku bahagia sekali!"


"Aku juga sangat bahagia sayang! Oh ya, kita bahkan tidak memiliki foto pernikahan yang layak, bagaimana kalau kita merayakan pesta pernikahan dan menebus momen yang terlewatkan?"


Zea melepaskan pelukannya dan menatap sang suami dengan wajah berbinar. "Mari lakukan!"


BERSAMBUNG...