Love Me Please, Uncle Sam

Love Me Please, Uncle Sam
Lamaran di terima



"Bukankah kau ingin melihatku berhasrat? Kau berhasil sayang karena malam ini aku tidak akan menahannya lagi! Aku akan menunjukan padamu betapa hebatnya aku bermain di atas ranjang!"


"Dan.. Aku..."


Entah kenapa Clara tiba-tiba merinding melihat tatapan Daniel yang begitu berbeda. Clara berjalan mundur namun kakinya tertahan oleh tempat tidur, hal itu justru membuat tersenyum dan semakin mendekati Clara. Daniel melepas satu persatu kancing kemejanya dan membuangnya dengan asal, kini pria itu sudah setengah telanjanngg membuat Clara semakin merasa takut.


Daniel semakin dekat, Clara tak bisa berkutik saat Daniel merebahkannya di atas tempat tidur dan pria itu mengungkungnya. Tatapan mata Daniel begitu dalam dengan nafas yang memburu. Daniel menarik paksa kemeja yang di pakai Clara, kini hanya terisisaa braa berwarna hitam yang menutupi dadaaa sang kekasih.


"Kau siap sayang, aku dengar rasanya sedikit menyakitkan saat pertama kali," Daniel mengangkat tubuhnya dan melepas ikat pinggangnya, dia lalu melepaskan celananya hingga sesutu yang berada di balik ****** ***** terlihat menonjol. Clara menelan ludahnya dengan kasar, dari balik kain itu saja dia tau jika ukurannya sangat besar. Oh astaga, tiba-tiba Clara ketakutan.


"Dan, ma-maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk mencurigaimu. Jadi tolong pakai lagi celanamu ya," pinta Clara dengan perasaan was was. Dia memang sangat bodoh, di dunia ini sudah sangat langka pria yang menjaga kekasihnya dan Clara dengan bodohnya malah meragukan Daniel, kini dia harus menerima hukuman karena tidak percaya pada kekasihnya.


"Why, aku bahkan belum menunjukannya sayang. Bukankah kau ingin tau apakah aku gaaayy atau tidak?" Daniel bersiap melepaskan celaanaa dalamnya, namun Clara segera duduk dan menahan tangan Daniel.


"I'm so sorry Dan, aku memang bodoh. Aku hanya takut karena zaman sekarang banyak sekali pria yang seperti itu. Maafkan aku Dan!"


"Kau yakin tidak ingin melihatnya?" tanya Daniel dan Clara mengangguk dengan cepat.


"Tapi dia sudah bangun sayang, ayo lakukan malam ini!"


"Tapi kita belum menikah," jawab Clara gagap, dia seakan termakan oleh ucapannya sendiri.


"Aku akan menikahimu besok. Kau yang memulainya Ra, dia sudah bangun dan ingin di puaskan!"


"Tapi Dan, aku takut! Apa tidak ada cara lain?"


Daniel menahan tawanya, dia berhasil membuat Clara ketakutan, salah siapa gadis itu selalu menantangnya.


"Sebenarnya ada cara lain, tapi aku tidak yakin kau bisa melakukannya!"


"Apa itu?" Clara mendungak dan menatap Daniel.


"Memasukannya ke sini," Daniel menunjuk bibir Clara dan seketika gadis itu mengatupkan mulutnya.


"Tidak mau!"


"Kalau begitu masukan ke sana saja!"


"Aku tidak mau juga!


"Kau harus bertanggung jawab aayang!" Daniel kembali mendorong tubuh Clara dan mengungkungnya, pria itu kembali mecium bibir dan menyusuri setiap jengkal wajah hingga leher Clara. Saat wajah Daniel semakin turun ke bagian dadaaa, Clara segera menahannya.


"Aku tidak mendengar apa yang kau katakan sayang!"


"Aku akan menikahimu Daniel!" teriak Clara dengan lantang.


Daniel menghempaskan tubuhnya di sebelah tubuh Clara, pria itu tertawa dan membuat Clara kebingungan.


"Kenapa kau tertawa?" tanya Clara tak mengerti.


"Seharusnya aku memakai cara ini sejak dulu agar kau mau menerima lamaranku!" jawab Daniel dengan senyum bahagia.


"Kau sengaja mempermainkanku ya!" ucap Clara kesal.


Daniel tak menjawab, pria itu hanya tersenyum sambil mentap wajah kekasihnya. "Jadi kapan aku harus melamarmu secara resmi?" tanyanya penuh kebahagiaan.


"Tidak jadi!" ketus Clara seraya memunggungi Daniel.


"Oh, jadi kau lebih memilih aku hamili malam ini!"


Clara menelan ludahnya dengan kasar saat mengingat benda besar di balik kain penutup yang Daniel pakai, secepat kilat Clara berbalik dan menatap Daniel. "Minggu depan!" jawab Clara.


"Terima kasih sayang!" Daniel menarik tubuh Clara ke dalam pelukannya, penantiannya selama lima tahun akhirnya terbayarkan sudah. Lamaran yang selalu di tolak akhirnya di terima meski dengan cara yang sedikit ekstrim. "Aku sangat bahagia!"


Clara membalas pelukan Daniel, dia dapat merasakan aroma tubuh Daniel secara langsung karena pria itu masih bertelanjang dada. "Apa kau sangat ingin menikahiku?' tanya Clara.


"Tentu saja!"


"Kenapa?"


"Karena aku sangat mencintaimu Ra!"


"Terima kasih karena bersedia menungguku Dan," ucap Clara dengan tulus.


"Hm. Kalau begitu apa boleh aku melakukannya malam ini!"


Deg...


Clara segera melepas pelukan Daniel, dia lalu menarik selimut dan menutupi tubuhnya yang hampir polos. "Tahan sampai menikah!"


BERSAMBUNG...