
Malam kedua Sam tidur di kamar Zea, pria itu bahkan tanpa permisi saat masuk ke dalam kamar istrinya dan dengan santainya dia merebahkan diri di atas kasur. Zea yang sedang membaca buku hanya terkekeh melihat sikap suaminya yang terlihat sangat lucu, lihatlah kini Sam bahkan sedang berguling-guling di atas kasur.
Zea menutup bukunya, dia lalu menghampiri sang suami dan menyusulnya ke atas ranjang. Seperti malam kemarin, jantung Zea berdebar tak karuan saat berada di ranjang yang sama bersama Sam.
Bgeitupun Sam, sebenarnya pria itu sangat gugup. Meski usianya sudah menginjak 32 tahun, namun tetap saja tidur bersama wanita adalah pengalaman pertamanya. Sam menggigit bibir bawahnya, berkali-kali tangannya ingin menyentuh punggung istrinya namun selalu dia urungkan.
Sam menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, setelah detak jantungnya mulai terkendali pria itu memberanikan diri untuk mendekat, bahkan Sam dengan berani memeluk punggung Zea dari belakang. Aroma rosemary dari rambut Zea membuatnya merasa tenang.
Zea menelan ludahnya berkali-kali, jantungnya hampir melompat keluar saat dia merasakan tangan Sam melingkar di pinggangnya.
"Bernafaslah Ze," bisik Sam mesra, pria itu tersenyum seraya menciumi rambut istrinya.
Hahh...
Zea membuang nafas panjang, saking tegangnya dia sampai lupa bernafas. Sungguh sangat memalukan. setelah seperkian menit hanya diam mematung, tangan Zea menyentuh pungung tangan Sam yang begitu hangat, bahkan kehangatannya menyeruak.ke dalam hati.
"Hangat," ujarnya sambil menutup mata. Entah sejak kapan keduanya terlelap. Sepanjang malam Sam tak melepaskan pekukannya, dia membagi kehangatannya dengan Zea, gadis kecil yang perlahan menggetarkan hatinya.
.
Saat membuka mata orang petama yang Zea cari adalah suaminya. Bukankah semalam mereka tidur bersama, lalu kenapa Sam sudah menghilang pagi buta begini.
Zea segera mandi, seperti biasanya dia akan membeli sarapan karena dia belum bisa memasak. Namun saat Zea turun, dia melihat Sam di dapur, sepertinya pria itu sedang memasak jika di lihat dari apron yang menutup tubuhnya.
"Uncle sedang apa?" tanya Zea, gadis itu mendekat dan berdiri di samping Sam.
Sam menoleh sejenak, dia lalu kembali fokus pada kompornya. "Bikin sarapan," jawabnya lugas. "Tunggu di sana, sebentar lagi matang," Sam menunjuk kursi meja makan, Zea patuh dan duduk.
Mata Zea berbinar saat Sam menyajikan dua piring nasi goreng buatannya. Sejak kuliah Sam memang sudah mahir dalam urusan masak memasak, namun karena kesibukannya pria itu jarang sekali terjun ke dapur. Dan entah apa yang merasukinya hari ini, dia memasak untuk istrinya untuk yang pertama kali.
Zea tak henti hentinya tersenyum meski kini mulutnya penuh dengan makanan, dia sangat bahagia dan dia ingin kebahagiaan ini selalu menyertainya bersama Sam.
Namun sepertinya Tuhan masih ingin menguji hubungan mereka. Karena setibanya di kampus, semua perhatian tertuju pada Zea. Gadis itu di tatap dengan sedemikian rupa, seolah Zea adalah objek yang harus di kasihani.
Karena merasa tak nyaman, Zea menghampiri salah satu teman sekelasnya dan bertanya. "Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?" tanya Zea penasaran.
"Perbincangan apa?" Zea mengerutkan keningnya, dia sama sekali tidak mengerti mengapa dia jadi perbincangan.
"Kenapa kau bertanya padaku, bukankah kau sendiri yang menyebarkan berita perselingkuhan pak Sam dan bu Feli."
Deg...
Zea menelan ludahnya dengan kasar, dia lalu pergi ke kamar mandi untuk memeriksa apa yang sebanarnya terjadi. Zea duduk di atas closet, dia meraih ponsel di saku lalu membuka forum online mahasiswa. Dan betapa terkejutnya Zea saat berita mengenai pernikahannya bersama Sam tersebar di forum itu, tak sampai di sana, bahkan foto-foto saat Sam sedang bersama Felisya juga ada di forum tersebut.
"Gadis yang tersakiti," ucap Zea saat dia membaca nama akun yang menuliskan cerita mengenai dirinya dan juga Sam.
"Aku adalah mahasiswi semester 4 jurusan managemen bisnis. Beberapa bulan yang lalu aku menikah dengan dosenku tanpa aku tau jika dia memiliki hubungan dengan dosen wanita di kampus yang sama. Meski kami sudah menikah, namun mereka tetap menjalin hubungan, bukan di belakangku melainkan terang-terangan di hadapanku. Aku tak bisa berbuat apapun, aku tak bisa bercerita kepada siapapun karena aku tak memiliki banyak teman. Teman-temanku selalu menghindariku karena aku aneh, aku selalu di kawal oleh dua orang yang menyeramkan. Namun kali ini aku sudah tidak tahan lagi, aku muak dengan semua ini. Aku ingin membagikannya dengan kalian semua!" tulis akun tersebut, tak lupa dia juga melampirkan beberapa foto saat Sam dan Felisya sedang bersama dan bermesraan.
Zea mengatupkan rahangnya, dia penasaran siapa yang sudah menulis cerita sampah itu di media. Zea memutar otaknya, mencoba menerka kemungkinan terbesar siapa pemilik akun sampah itu.
"Bu Feli," terka Zea seraya menutup mulutnya dengan tangan. Sekeras apapun dia berfikir hanya Felisya yang dia curigai karena satu-satunya orang luar yang mengetahui pernikahannya dengan Sam adalah Felisya.
"Tapi kenapa? Bukankah sama saja merusak reputasinya?" tanya Zea pada dirinya sendiri, dia akhirnya ragu jika Felisya yang melakukannya mengingat cerita tersebut akan menyudutkan Felisya dan Sam.
Berita mengenai cinta segitiga antara Zea, Sam dan Felisya menjadi topik panas di seantero kampus. Bahkan kini Sam dan Felisya berada di ruang komisi etika untuk memberikan pernyataan. Selama berjam-jam kedua dosen itu di jejali berbagai macam pertanyaan mengani berita tersebut.
Sam dan Felisya keluar dari ruangan tersebut setelah mereka menjawab pertanyaan dari anggota komisi etik. Wajah keduanya terlihat lesu.
"Teganya Zea melakukan ini padaku Sam. Padahal aku sudah melepaskanmu untuknya. Kenapa dia malah menyerangku dan merusak reputasi kita Sam," ujar Felisya dengan mata berkaca-kaca, wanita itu merasa sangat malu karena di cap sebagai pelakor.
"Aku yakin bukan Zea yang melakukannya. Dia tidak akan berani melakukan itu," sanggah Sam, dia sangat mengenal Zea, meskipun kadang Zea menyebalkan dan keras kepala, namun Zea tidak akan pernah melakukan suatu hal yang akan menyakiti orang lain.
"Lalu siapa gadis aneh yang selalu di kawal dua orang menyeramkan. Hanya Zea yang aneh di kampus ini Sam. Buka matamu, demi mendapatkanmu dia menghancurkan reputasi kita!"
Sam tak menjawab lagi, pria itu lalu pergi mencari Zea tanpa memperdulikan tatapan menghakimi dari anak didiknya. Setelah memutari hampir keseluruhan gedung, akhirnya Sam menemukan Zea di dekat kantin, Sam lalu menarik tangan Zea dan membawanya ke ruangan kosong.
"Apa kau yang melakukannya? Kau yang menulis berita sampah itu?"
BERSAMBUNG...