Love Me Please, Uncle Sam

Love Me Please, Uncle Sam
Relaksasi



Sam terpaksa mengajak Zea ke kantor polisi karena wanita hamil itu memaksa untuk ikut ke kantor polisi untuk menemui Felisya setelah mereka menyadari jika Victor adalah orang suruhan Felisya.


Sam duduk bersebelah bersama Zea sementara Felisya duduk di hadapan mereka dan hanya terpisah oleh meja kayu yang telah usang. Felisya menyeringai sambil menatap Sam dan Zea secara bergantian, wanita itu sudah tau maksud kedatangan suami istri itu.


Sementara Sam seperti melihat orang lain, dia bukan lagi Felisya yang di kenalnya dulu, ataukah sebenarnya beginilah wajah Felisya yang asli, dia hanya memakai topeng menjadi wanita yang anggun dan baik hati untuk memperdayai setiap pria yang menjadi sasarannya.


"Kenapa kau melakukan itu Fel?" tanya Sam dengan tatapan nanar, wanita yang dulu sangat dia cintai sampai-sampai harus menyakiti istrinya kini hanyalah seorang monsten bagi Sam.


"Kenapa? Bukankah kau sudah tau jawabannya Sam," jawab Felisya di iringi seringai licik di wajahnya.


"Kita berpisah secara baik-baik, lagi pula kau tidak benar-benar mencintaiku, kau hanya mengincar uangku, tapi kenapa kau bertindak seolah-olah kau korban dan kau menghancurkan sertoranku?" ujar Sam masih tak mengerti, dia pikir urusannya bersama Felisya sudah berakhir saat wanita itu harus mendekam di jeruji besi, namun dugaannya salah, mereka harus kembali terlibat dalam urusan yang cukup pelik.


"Hm, aku hanya ingin tau apa gadis kecilmu itu masih mau bersamamu jika kau tak memiliki apa-apa Sam?" Felisya menatap Zea dengan penuh kebencian , Felisya selalu menganggap jika Zea lah yang sudah menghalangi jalannya untuk bersama Sam.


Zea tersenyum mengejek, wanita hamil itu menyangga kepalanya dengan tangan kiri dan menatap remeh ke arah Felisya. "Kau pikir aku sepertimu? Kau salah besar, aku bukan wanita yang haus harta sepertimu. Meski kau menghancurkan restoran suamiku, itu sama sekali tidak mempengaruhi perasaanku. Aku akan tetap mencintainya dan menemaninya sampai dia kembali bangkit!" jawab Zea penuh penegasan.


Felisya mengeraskan rahangnya, kedua tangannya mengepal sempurna. Ingin rasanya dia memukul Zea, namun dia tidak bisa melakukannya karena kedua tangannya di borgol.


"Kau yakin? Lalu bagaimana jika Sam kembali menyelingkuhimu? Kau tau bagaimana hubunganku dengannya dulu kan?" Felisya tak menyerah, dia harus menghancurkan Zea bagaimanapun caranya.


"Hm, jika wanita itu lebih baik dariku dan mencintai Sam lebih besar dariku maka aku akan merelakannya! Tapi kau tau kan, tidak ada wanita yang mencintai Sam sebesar rasa cintaku padanya, jadi aku yakin Sam tidak akan berpaling lagi dariku. Karena dia tau mana yang terbaik untuknya!"


"Sialan," Felisya memaki di dalam hati, rupanya Zea tak selemah penampilannya, gadis itu lebih bebal dari perkiraannya.


"Dimana Victor?" sela Sam karena dia tidak menemukan Victor dimanapun.


"Entah, mungkin dia berada di luar negeri!" jawab Felisya dengan sangat santai.


"Aku pasti akan menemukannya dan menjebloskannya ke penjara bersamamu!" ancam Sam dengan serius, dia lalu meraih tangan Zea dan mengajaknya pergi dari kantor polisi. Felisya sangat geram melihat kemesraan suami istri itu, apalagi Felisya melihat perut Zea yang membesar. Mereka sudah bahagia sementara dia harus mendekam di penjara. Dia merasa dunia tidak adil, sejak dulu dia selalu saja hidup menderita


"Aku tidak rela kalian bahagai!" teriak Felisya histeris, petugas polisi segara membawa Felisya ke sel sebelum wanita itu menggila.


Setelah dari kantor polisi, Zea mengajak Sam ke hotel untuk menginap di sana selama semalam. Sam hanya menurut karena dia pikir Zea ingin menenangkan pikiran setelah bertemu dengan Felisya. Namun rupanya dugaan Sam salah, Zea mengajaknya ke hotel justru untuk menghiburnya.


Zea mengajak Sam melakukan SPA karena dia tau suaminya butuh suasana yang menengkan. Dan benar saja setelah selesai SPA, Sam merasa lebih segar dan tubuhnya kembali bugar.


Ternyata kejutan Zea tak sampai di sana, begitu mereka kembali ke kamar, Zea sudah menyiapkan makan malam romantis. Di atas meja bundar terdapat bunga segar, dan di beberapa penjuru ruangan terdapat puluhan lilin aromaterapi yang menenangkan.


"Kapan kau menyiapkan semua ini sayang?" tanya Sam seraya menatap istrinya, dia tak menyangka Zea akan menyiapkan semua ini untuknya.


"Tadi pagi. Pengawalku yang memesan semua ini," jawab Zea sambil terdenyum. "Apa kau senang?" tanya Zea dan Sam segera mengangguk.


"Aku sangat senang, terima kasih sayang," Sam mengecup tangan Zea lalu beraling pada kening yang meciumnya cukup lama.


"Ayo kita makan sebelum makanannya dingin!" Zea menarik tangan Sam ke arah meja makan, Sam lalu membantu Zea duduk dan setelah istrinya merasa nyaman Sam ikut duduk di hadapan istrinya.


"Red wine? Are you serious?"


"Kau tidak berencana untuk minum ini juga kan?" selidik Sam seraya memicingkan kedua matanya.


"Tentu saja tidak! Aku akan minum orange jus saja!"


"Good girl!"


"Ayo makan, aku sudah lapar!"


Keduanya lalu menikmati makan malam romantis mereka, Zea begitu lahap menikmati makanannya, begitupun dengan Sam. Dia berusaha untuk menikmati makan malamnya karena Zea sudah bersusah payah menyiapkan semua ini untuk menghiburnya.


Selesai makan malam, Zea memutar musik klasik. Wanita hamil itu mengadahkan tangannya dan sedikit membungkuk. Sam tertawa, dia lalu meraih tangan Zea dan berdiri mensejajai istrinya. Rupanya Zea mengajaknya berdansa. Zea mengalungkan tangannya di leher Sam, sementara pria itu memeluk pinggang istrinya dengan mesra. Dan tak sengaja Sam merasakan pergerakan dari bayi-bayi mereka.


"Oh Astaga, mereka pasti ingin menari bersama kita sayang," ujar Sam dengan mata berbinar, akhirnya Zea bisa melihat Sam tesenyum lagi.


"Mereka pasti ingin menghibur dady juga," sambung Zea.


Keduanya lalu bergerak mengikuti irama musik. Ruangan yang temaram dengan cahaya lilin di setiap sudut membuat suasana malam semakin romantis. Sepasang suami istri itu begitu dekat, tak ada jarak di antara mereka, keduanya bahkan bisa mendengar detang jantung masing-masing.


Sam menempelkan keningnya di kening Zea, pria itu tersenyum bahagia. "Aku mencintaimu sayang," ucapnya begitu mesra.


"Aku tau," jawab Zea penuh percaya diri.."Aku juga sangat, sangat mencintamu Samuel!" ungkap Zea tanpa beban sedikitpun. Lalu tanpa malu-malu lagi Zea mengecup bibir Sam, mengulumnya dan menyesapnya dengan lembut. Sam mulai terbuai dengan permainan lidah istrinya, pria itu memejamkan matanya dan mulai membalas ciuman sang istri.


Sam seolah tau apa yang di inginkan istrinya, pria itu terus mendorong tubuh Zea sampai kakinya menyentuh sisi ranjang, dengan perlahan Sam mulai membaringkan tubuh Zea tanpa melepas ciuman mereka.


Sam mengungkung tubuh istrinya dengan ciuman yang semakin dalam, perlahan tangannya mulai melepaskan gaun tanpa lengan milik istrinya. Sam lalu melepas ciumannya dan menatap Zea dengan mata berkabut gairah.


"I want you babe," ucap Sam dengan suara serak.


"Aku milikmu sayang!"


Sam tersenyum penuh kebahagiaan, pria itu lalu kembali mencumbu istrinya dan muali mendikte satu persatu bagian tubuh Zea. Sam melakukannya dengan lembut membuat Zea melayang di buatnya.


Erangan dan desaaaahan menggema di penjuru kamar, sepasang suami istri sedang memadu kasih, mengejar kenikmatan yang tiada tara.


Sam mengakhiri pergumulan mereka dengan erangan panjang, pria itu lalu memeluk tubuh istrinya dengan erat.


"Terima kasih sayang, kau selalu bisa membuatku tenang!" bisik Sam tepat di telinga Zea.


"Aku akan melakukan apaapun untuk kebahagiaanmu! Aku mencintaimu Samuel!"


"Aku juga sangat mencintaimu Zeana!"


BERSAMBUNG...