Love Me Please, Uncle Sam

Love Me Please, Uncle Sam
Salah paham lagi



"Zea."


Semua orang menoleh saat seseorang meneriakan nama Zea, mereka semua terkejut dan memberi jalan pada pria yang sedang terlibat dalam cinta segitiga tersebut, Samuel Haris Wijaya.


Sam menarik tangan Zea dengan kasar, menerobos kerumunan dan membawa Zea menuju parkiran. Sam memaksa Zea masuk ke dalam mobilnya lalu pria itu menyusul sang istri. Sam menatap Zea dengan kecewa, dia tak menyangka jika Zea akan berbuat kasar pada Felisya.


Zea tau jika Sam semakin salah paham, dia juga enggan menjelaskan karena percuma saja Sam tidak akan mempercayainya. Namun Zea memberanikan diri membalas tatapan tajam sang suami, gadis itu kembali tersiksa melihat tatapan penuh kebencian di mata suaminya.


"Sebenci itu uncle padaku?" tanya Zea seraya menatap suaminya.


Sam mengalihkan pandangannya, tatapan Zea membuat amarahnya seolah meredup. Tatapan tulus gadis itu seolah menyiratkan jika bukan dia yang melakukannya, jika dia tidak bersalah dan dia berharap Sam percaya padanya.


"Zea tidak akan membela diri, tapi uncle akan tau kebenarannya suatu saat nanti. Saat uncle tau kebenarannya, kembalilah, kembalilah pada Zea karena Zea selalu menunggu uncle," ucap Zea sedih, gadis itu lalu keluar dari mobil suaminya dengan air mata berlinang. Sam hanya bisa menatap kepergian Zea, dia merasa bimbang harus mempercayai yang mana, gadis yang mencintainya atau wanita yang dia cintai.


Sam memukul setirnya berkali-kali, dia lalu keluar dari mobil untuk mencari keberadaan Felisya. Meski dia belum yakin jika Zea yang mendorong Felisya namun Sam harus meminta maaf atas nama Zea.


Dan kebetulan sekali, Felisya sudah berada di parkiran saat Sam turun dari mobilnya. Wanita itu menghampiri Sam dengan kaki pincang. "Kau mau pulang Sam?" tanyanya dengan wajah sedih, dia mengibas-ngibaskan telapak tangannya.


"Aku mencarimu. Apa kakimu terluka?"


"Sepertinya terkilir Sam," jawab Felisya seraya menunduk memeriksa kakinya yang sebenarnya baik-baik saja.


"Aku antar ke rumah sakit ya," Sam sungguh merasa bersalah pada Felisya karena sudah menyeret Felisya dalam hubungannya yang rumit bersama Zea.


"Bisa tolong antar aku ke rumah saja. Aku ingin istirahat," pinta Felisya, lagi-lagi wanita itu memasang wajah sedih dan membuat Sam tidak tega untuk menolaknya.


Sam membantu Felisya masuk ke dalam mobil, pria itu lalu melajukan mobilnya menuju kediaman Felisya. Selama perjalanan mereka hanya diam, Felisya masih mendalami perannya sebagai korban sementara Sam ragu untuk mengucapkan kata maaf mewakili Zea.


Setibanya di depan rumah Felisya, Sam segera turun dan membantu Felisya turun dari mobil. Dengan hati-hati Sam memapah Felisya masuk ke dalam rumah.


"Fel aku sungguh minta maaf. Gara-gara aku, kau terlibat masalah di kampus," ucap Sam ketika mereka sudah duduk.


"Tidak Sam, kau tidak bersalah. Akulah yang bersalah. Aku mengerti kenapa Zea melakukan ini semua, dia pasti sangat marah dan cemburu padaku," jawab Felisya yang sengaja menyalahkan Zea agar Sam semakin membenci gadis itu.


"Aku minta maaf. Aku janji hal ini tidak akan pernah terjadi lagi!"


"Zea juga menyebar berita di media sosial Sam, aku harus bagaimana?" tutur Felisya dengan tersedu.


"Apa maksudmu Fel?"


Sambil menangis Felisya mengeluarkan ponselnya dan menunjukannya pada Sam jika berita mengenai mereka bertiga juga ramai di sosial media. Sam mengusap wajahnya dengan kasar, kali ini Zea sungguh keterlaluan.


Sam menaruh ponsel dengan kasar, dia lalu beranjak dari duduknya dan harus segera pulang. "Hubungi aku jika kakimu semakin parah," ujarnya lalu keluar dari rumah Felisya.


Setelah kepergian Sam, Felisya melepas sepatunya dan membuangnya asal-asalan, wanita itu lalu berdiri dan berjalan dengan normal menuju dapur. "Ini baru awal Zeana, aku akan membuat Sam membencimu!" ucapnya dengan senyum menyeringai, wanita itu benar-benar iblis bertopeng malaikat.


Setibanya di rumah Sam langsung menuju kamar Zea, pria itu masuk tanpa permisi..Zea yang sedang berbaring terlonjak dari tempat tidur saat Sam menutup pintu dengan kencang.


"Kau keterlaluan Ze," ucap Sam dengan mata memerah, bahkan otot otot di lehernya mencuat keluar karena menahan amarah.


"Apa apa uncle?" Zea berdiri lalu menghapiri suaminya yang sedang berkacak pinggang sambil menatapnya tajam.


"Ada apa? Kau sangat kekanakan. Apa tidak cukup mempermalukan Felisya di kampus. Kau bahkan menyebarkan cerita sampah itu di media sosial!" Sam menjawabnya dengan berapi-api.


"Zea sungguh tidak tau apa yang uncle bicarakan?"


"Cih, jangan bersikap polos lagi Zea. Kau bahkan mendorong Felisya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Apa begini cara orang tuamu mendidikmu, tidak memiliki sopan santun dan dengan mudahnya menyakiti orang lain!"


Plak....


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Sam. Zea tak tahan lagi, ucapan Sam sangat keterlaluan. Zea menatap nanar suaminya, gadis itu benar-benar sudah di luar kendali. "Kau boleh menghinaku tapi jangan pernah sekalipun kau menghina orang tuaku. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang aku bicarakan Sam. Asal kau tau semua tuduhan yang kau layangkan padaku sama sekali tidak benar," Zea menjedaa kalimatnya, gadis itu mengatur nafasnya yang memburu. "Buka matamu Sam, wanita itu tak sebaik yang kau pikirkan. Dia licik, dia tidak mencintaimu. Dia hanya mengicar uangmu!"


"Cukup Zea," Sam membentak Zea hingga gadis itu tersentak. Air matanya tak lagi bisa di bendung, dia menangis di hadapan suaminya. Dia tak berdaya saat Sam membentaknya.


"Kau akan menyesal Samuel!" ucap Zea sambil terisak, gadis itu lalu berlari keluar dari kamarnya dan pergi dari rumah yang selama beberapa bulan ini di tempatinya.


"Argg," Sam melampiaskan kemarahannya, dia marah bukan karena Zea menamparnya, dia marah karena lagi-lagi menyakiti Zea dengan ucapannya. Dan kali ini dia merasa sangat keterlaluan karena membawa nama kedua orang tua Zea.


BERSAMBUNG...