
Sam segera kembali ke rumah sakit setelah memberi beberapa keterangan di kantor polisi. Felisya memohon kepada Sam untuk membebaskannya, namun Sam sama sekali tak menggubris permintaan Felisya. Apalagi kedua pengawal Zea datang membawa barang bukti berupa rekaman CCTV, dengan begitu Felisya sudah dapat di pastikan bersalah.
Sam memarkirkan mobilnya dengan asal, pria itu berlari menuju ruang tindakan dimana Zea berada, jauh di belakang Sam, ada Arum, Clara serta Dave yang mengikutinya.
Pintu ruangan perawatan terbuka, Sam masuk ke dalam dan terkejut karena tak menemukan Zea di dalam sana, dia juga tidak menemukan Dita dan juga Indhi. Sam panik, dia mencari Zea seperti orang gila, dia takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada istri dan calon anaknya.
Sam menghampiri perawat yang berjaga tak jauh dari ruangan tersebut. "Suster dimana istri saya, mereka memindahkan istri saya kemana?" tanya Sam dengan wajah khawatir.
"Zeana," ucap Arum menjawab kebingungan dari perawat yang Sam tanyai.
"Oh nona Zeana. Dokter Kevin baru saja membawanya ke Amerika karena tuan muda Rama menemukan pendonor di sana," jawab perawat itu.
"Amerika? Kapan mereka berangkat?"
"Setengah jam yang lalu dengan jet pribadi Dokter Kevin?"
"Rumah sakit mana? Ke rumah sakit mana mereka membawa istriku?" cecar Sam, kini dia merasa marah karena mereka membawa Zea tanpa sepengetahuannya.
"Saya tidak tau tuan. Mereka hanya bilang akan membawa nona Zeana ke Amerika!"
"Arrrrghhh," Sam menggeram seraya mengusap wajahnya dengan kasar, sepertinya Ega dan Indhi memang sengaja menyembuntikan Zea darinya.
"Sabar Sam, aunty akan tanya pada aunty Dita," Arum mencoba menenangkan Sam, wanita itu lalu menghubungi Dita dan setelah beberapa kali akhirnya panggilannya tersambung.
"Hallo Dit, kemana mereka membawa Zea?" tanya Arum tanpa basa basi.
"Aku juga tidak tau Rum. Rama hanya bilang mereka menemukan donor di Amerika, tapi dia tidak menyebutkan nama rumah sakitnya," jawab Dita yang semakin membuat Sam menggila.
Pria itu kenbali berlari keluar rumah sakit dan Clara mengejarnya. "Uncle mau kemana?" tanyanya dengan nafas tersenggal-senggal.
"Amerika!" jawab Sam.
"Tapi kita tidak tau Zea berada di Amerika bagian mana uncle!"
"Aku tidak peduli. Aku akan mengelilingi Amerika jika perlu!" Sam lalu masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi dari rumah sakit. Dia harus segera pulang mengambil paspor dan terbang ke Amerika mencari istrinya.
Selama perjalanan Sam tidak bisa fokus,dia memikirkan istrinya yang entah kini berada di mana. Sam memukul setirnya dengan keras, dia kembali menyalahkan diri, semua ini mungkin hukuman untuknya karena sudah menyia-nyiakan Zea selama ini.
Di rumah sakit, Arum dan Dave menghampiri Clara yang berada di parkiran. Mereka lalu pergi dari rumah sakit dan menuju rumah orang tua Dave karena Arum yakin jika orang tua Dave pasti tau Zea ada di mana, meningat Ega dan Dokter Aditya adalah saudara sepupu.
Benar saja, dugaan Arum tak meleset. Setibanya di rumah Dave, mereka melihat Dokter Aditya sudah bersiap dengan dua koper di tangannya.
"Suamimu mau kemana? Kalian tau dimana Zea berada kan?" cecar Arum pada sahabatnya, Dita.
"Rum, titip Dave sebentar. Ega memintaku mengantar beberapa dokumen yang mungkin di perlukan di sana, aku akan mengajak Dita untuk menemani Indhi. Kau tidak keberatan kan?" ujar Dokter Aditya dengan wajah serius, wajah yang belum pernah pria itu tunjukan sebelumnya karena Dokter Aditya terkenal dengan peringai konyolnya.
"Aku akan menjaga Dave, tapi beri tau aku dimana mereka berada? Aku tidak bisa tenang Dit!"
"Mereka di rumah sakit tempat Rama magang!"
Tak perlu bertanya lebih lanjut mereka sudah tau dimana mereka berada. "Tapi kenapa mereka tidak memberi tau Sam?"
"Jelas saja aunty Indhi marah mom, uncle Sam mengkhianati Zea, uncle Sam berselingkuh dengan wanita yang sudah membuat Zea terluka," sahut Dave, pemuda itu kembali marah saat mengingat kondisi Zea yang berlumuran darah.
"Dave, jangan bicara sembarangan!" Dita menegur putra semata wayangnya.
"Dave tidak asal bicara aunty, uncle Sam memang berselingkuh dan aunty Indhi mengetahuinya," ucap Clara membenarkan ucapan Dave. Arum dan Dita saling menatap, mereka terkejut Sam tega melakukan hal itu pada Zea, kini akhirnya mereka tau mengapa Indhi tidak ingin Sam mengetahui di mana Zea.
"Dave, momy dan dady harus pergi sekarang. Kalau kau membutuhkan sesuatu segera hubungi aunty Arum. Dan ingat, kalian tidak boleh memberi tau uncle Sam dimana Zea di rawat, oke!"
"Oke mom, hati-hati di jalan," ucap Dave seraya memeluk momy dan dady nya bergantian.
"Baik aunty, kalian hati-hati di jalan!"
.
.
Sam sudah berada di Amerika, dia akan mulai mencari keberadaan Zea. Berulang kali Sam menghubungi Indhi dan Rama namun mereka mengabaikan panggilannya. Sam berencana menemui Rama terlebih dahulu, jika Rama yang menemukan pendonor untuk Zea maka Rama tau dimana Zea berada, dan besar kemungkinan Zea berada di rumah sakit tempat Rama magang, The Johns Hopkins Hospital, Amerika Serikat.
Sam sudah berada di depan apartemen Rama, sudah lebih dari tiga jam dia menunggu Rama namun pemuda itu belum juga menampakan batang hidungnya. Sebenarnya Sam ingin langsung ke rumah sakit, namun dia ingin mendengar dari Rama langsung, dia juga ingin tau mengapa mereka menyembunyikan Zea darinya.
Setelah hampir lima jam menunggu, akhirnya Rama pulang ke apartemennya. Rama tak terkejut sama sekali melihat kedatangan Sam, dia tau jika Sam pasti akan mencarinya untuk menanyakan keberadaan Zea.
Rama berlagak acuh, dia bahkan tak menyapa Sam sama sekali. Sam menahan Rama saat pemuda itu akan masuk ke dalam apartemennya.
"Dimana Zea?" tanya Sam tanpa basa-basi.
Rama membuang nafas kasar, pria itu lalu berbalik sehingga mereka saling berhadapan. Dari dekat, Rama bisa melihat kesedihan dan kekhawatiran di wajah Sam, namun mengingat perlakuan Sam pada Zea membuat Rama belum bisa memaafkan pria yang berstatus sebagai adik iparnya.
"Ada apa? Kenapa uncle mencari Zea?" jawab Rama sinis.
"Aku suaminya, aku berhak mengetahui dimana istriku," ucap Sam dengan suara meninggi, dia sudah tidak sabar lagi, dia ingin segera menemui Zea dan melihat kondisi istrinya.
"Suami macam apa yang masih berhubungan dengan wanita lain?" sindir Rama dengan tatapan penuh amarah.
"Aku dan wanita itu sudah tidak memiliki hubungan lagi, kalian salah paham!" ujar Sam membela diri.
"Pulanglah uncle, aku tidak akan memberi tau dimana Zea berada!" Rama hendak masuk ke dalam apartemennya, namun lagi-lagi Sam menahannya.
"Aku tidak akan pulang sebelum menemukan keberadaan Zea. Setidaknya beri tau aku bagaimana kondisinya? Aku mohon Ram, beri tau aku bagaimana kondisi Zea," Sam memohon, dia tak memperdulikan lagi tentang harga dirinya,.pria itu sampai berlutut di kaki Rama agar Rama menjawab pertanyaannya.
Rama menghela nafas kasar, dia tak tega melihat Sam yang memohon bahkan sampai berlutut. "Zea sudah melakukan transfusi darah dan kondisinya mulai membaik, tapi sayangnya bayi kalian tidak!"
Setelah mengatakan kondisi saudari kembarnya, Rama segera masuk ke dalam apartemennya sebelum Sam kembali memohon padanya.
"Bayi kami tidak baik-baik saja, apa maksudmu Rama!" Sam berteriak di depan pintu apartemen Rama, namun dia tak mendapat jawaban apapun. Dia masih tak mengerti dengan maksud ucapan Rama, tidak baik-baik saja, apakah artinya bayi mereka tak bisa di selamatkan?
"Aku akan menemukanmu dan bayi kita sayang!"
BERSAMBUNG...