
Daniel segera membawa Clara ke rumah sakit terdekat, pria itu begitu panik melihat wajah pucat Clara dan tubuh yang basah oleh keringat. Clara sudah berada di ruang tindakan dan sedang di periksa oleh dokter, sementara Daniel menunggu di depan ruangan dengan gelisah dan cemas. Daniel mencoba menghubungi kedua orang tua Clara, mereka berjanji sesegera mungkin datang ke rumah sakit setelah menyelesaikan pekerjaan. Daniel juga menghubungi Zea, karena jarak rumah sakit cukup dekat, hanya dalam hitungan menit Zea sudah berada di rumah sakit, wanita itu di temani supir dan dua pengawalnya karena Sam sudah berangkat ke kampus.
"Apa yang terjadi Dan?" tanya Zea panik, setelah mendapat kabar dari Daniel, wanita hamil itu bergegas ke rumah sakit dan hanya mengenakan daster dan sandal jepit.
"Aku juga tidak tau, aku mengajaknya sarapan dan dia tiba-tiba pingsan," jawab Daniel seraya meraup wajahnya dengan kasar.
"Sarapan?" ulang Zea penuh tanda tanya.
"Hem, aku mengajaknya sarapan bubur ayam!"
"Apa? Bubur ayam katamu?" Zea membelalakan matanya, nampak jelas kekhawatiran di mata wanita hamil itu.
"Kenapa Ze, apa ada yang salah dengan bubur ayam?" Daniel mencoba mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada Clara.
"Maaf Daniel, sepertinya aku tidak berhak menceritakannya!"
"Please Ze, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Aku tidak mau hal seperti ini terulang lagi," Daniel memohon karena Zea membuatnya semakin penasaran dengan apa yang menyebabkan Clara pingsan.
Daniel mengangguk dengan cepat, pria itu lalu mengikuti Zea duduk di kursi tunggu.
"Waktu itu Clara berusia delapan tahun. Karena kedua orang tuanya sangat sibuk, Clara hanya di temani oleh asisten rumah tangga mereka. Setiap pagi Clara sarapan bubur ayam karena itu makanan kesukaannya. Sampai suatu hari, Clara dan asisten rumah tangganya menghilang. Aunty Arum dan uncle Dion panik karena saat pulang ke rumah mereka tidak menemukan siapapun, mereka hanya menemukan secarik kertas berisi surat ancaman, di dalam surat itu tertulis jika Clara di culik seseorang dan mereka meminta tebusan senilai satu milyar secara cash. Karena jumlah uang yang cukup banyak, kedua orang tua Clara tak bisa mengumpulkannya selama satu hari. Mereka sampai berhutang pada sahabat demi bisa menebus Clara. Setelah tiga hari beralalu, mereka akhirnya bisa menangkap pelaku penculikan Clara tanpa harus memberikan uang tebusan. Dan yang membuat semua orang terkejut pelakunya adalah asisten rumah tangga Clara. Sejak saat itu Clara mulai takut pada makanan apapun yang berbentuk bubur. Ketika di tanya apa alasannya, Clara bilang selama di culik, asisten rumah tangganya hanya memberinya bubur ayam, dan jika Clara tidak menghabiskan makanannya, orang yang menculiknya akan menyiramkan bubur itu di atas kepala Clara. Dan mulai hari itu Clara begitu takut saat melihat bubur, dia akan berteriak histeris lalu pingsan!" Zea menjelaskannya sedetail mungkin agar hal seperti ini tak pernah terjadi lagi.
"Ra, maafin aku," gumam Daniel seraya menyalahkan dirinya sendiri, dia merasa gagal melindungi kekasihnya. Di tengah perbincangan panjang mereka, seorang dokter keluar dari ruang tindakan. Daniel dan Zea segera menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana kondisi Clara dok?" tanya Daniel.
"Secara umum kondisi fisik pasien baik-baik saja, namun sepertinya dia memiliki trauma berat pada suatu hal, kalian bisa menemaninya pergi ke Psikiater," jelas sang dokter.
"Apa kami bisa menemuinya dok?"
BERSAMBUNG...