Love Me Please, Uncle Sam

Love Me Please, Uncle Sam
Apa kamu normal?



Lima tahun bukan waktu yang sebentar perihal menunggu, namun Daniel dengan sabar mendampingi Clara sampai gadis itu berhasil menjadi seorang pengacara, hampir setiap tahun Daniel melamar Clara, namun sebanyak itu pula Clara menolaknya dengan alasan yang sama, dia belum siap meski kini restoran Daniel mulai berkembang dan banyak yang mengenal.


Namun bukan cinta namanya jika menyerah begitu saja, Daniel tetap menunjukan keseriusannya, bahkan pria itu sudah sangat dekat dengan kedua orang tua Clara, mereka pun sampai bingung kenapa Clara selalu menolak Daniel meski sudah mendapatkan restu dari mereka.


Seperti biasa, setiap hari Jumat, Daniel akan menjemput Clara di tempat kerjanya. Selama dua tahun terkahir mereka memang jarang bertemu karena Clara sangat sibuk sehingga mereka menetapkan hari Jumat sebagai hari bertemu.


"Sudah lama?" tanya Clara begitu masuk ke dalam mobil Daniel.


"Sekitar sepuluh menit," jawab Daniel seraya memerika jam tangan.


"Kemana kita malam ini?" tanya Clara lagi, biasanya Daniel mengajaknya makan di restoran yang terkenal dan membandingkan dengan restorannya, dengan cara itu Daniel tau apa yang di sukai pelanggan dan apa yang tidak, namun tetap Daniel tidak merubah cita rasa khas dari restorannya.


"Sky hotel!"


"Ho-hotel?" ulang Clara seraya menatap Daniel, gadis itu membayangkan apa yang akan terjadi setelah mereka makan malam, apakah Daniel akan mengajaknya menginap di hotel dan mereka akan.....? Tidak-tidak, tidak mungkin, selama lima tahun menjalin kasih mereka hanya pernah berciuman saja, sisanya Daniel selalu menahan diri meski Clara kerap menggodanya.


"Hm, aku dengar makanan di sana enak!" ucap Daniel


"Apa kita akan menginap? Besok aku libur," lirih Clara sambil menunduk namun suaranya masih terdengar jelas di telinga Daniel.


"Kau ingin menginap?" tanya Daniel, seketika Clara menoleh dan menunduk malu.


"Oke kalau itu maumu!


Clara mengulum bibinyaa, dia tau apa yang ada di dalam pikirannya adalah salah, namun Clara tetap penasaran mengapa selama lima tahun bersama dia tidak pernah melihat Daniel lepas kendali. Clara hanya penasaran, dia takut jika Daniel bukan lelaki normal, karena zaman sekarang banyak sekali lelaki yang menyimpang secara sekkksual dan menikah sekedar menutupi kelainan pada mereka, dan karena itulah dia terus menolak lamaran Daniel, masalah belum siap dan restoran Daniel sebenarnya hanya alasan Clara saja.


Keduanya sudah berada di restoran dan sedang menikmati makan malam mereka, sesekali Daniel menyuapi Clara karena gadis itu sibuk dengan ponselnya. Daniel tak marah sama sekali, dia sudah terbiasa, karena semenjak Clara menjadi pengacara gadis itu memang selalu sibuk. Namun yang Daniel pikirkan tak sepenuhnya benar karena Clara bukan sibuk dengan pekerjaannya, gadis itu sedang membaca tips dan trik bercintaaaa. Konyol memang, namun Clara memang sangat penasaran dengan hal itu, toh dia sudah cukup dewasa untuk menjajal apa itu sekkkkssss.


Setelah makan malam, Daniel memesan kamar karena Clara ingin menginap di hotel tersebut. Namun, Clara kembali kecewa karena Daniel memesan dua kamar alih-laih satu kamar. Clara semakin yakin jika Daniel memang tidak normal. Clara merajuk, dia mematung di depan pintu kamar dengan bibir mencebik.


"Kenapa wajahmu murung begitu Ra?" tanya Daniel seraya menempelkan kartu akses ke pintu kamar.


"Kau serius memesan dua kamar?" Clara menatap kesal kekasihnya.


"Ya, aku juga akan menginap di sini!" jawab Daniel santai.


"Kita kan bisa memesan satu kamar saja Dan!" Clara menggerutu, gadis itu menabrak lengan Daniel dan masuk ke dalam kamar, Daniel segera menyusul Clara dan menutup pintu.


"Ada apa sayang? Kenapa kau jadi kesal?" tanya Daniel tak mengerti.


"Kau ini bodoh atau pura-pura bodoh Daniel?" Clara menatap nyalang kekasihnya, sungguh dia sangat takut jika apa yang di pikirkannya benar, jika Daniel menyimpang.


"Apa maksudmu?"


"Ya karena aku juga mau menginap di sini!"


"Kita bisa menginap di kamar yang sama Daniel!" tegas Clara, dia tak perduli lagi pada harga dirinya, dia hanya ingin tau apakah kekasihnya normal atau tidak.


Daniel menghela nafas panjang, bukan hanya sekali dua kali Clara mengajaknya menginap di kamar yang sama. "Berapa kali aku jelaskan Ra, aku tidak akan melakukannya sampai kita resmi menikah!" jawab Daniel dengan tegas.


Clara menunduk, selalu itu yang di jadikan alasan oleh Daniel. "Apa kau benar-benar mencintaiku?" tanya Clara seraya mengangkat kepalanya.


"Tentu saja, kalau tidak untuk apa aku menunggumu selama lima tahun!"


"Lalu kenapa kau tidak pernah menyentuhku?"


"Karena aku mencintaimu, aku tidak mau merusakmu!"


"Kau yakin karena itu alasannya. Bukan karena kau tidak berhasrat kepadaku?" tanya Clara dengan tatapan nyalang, pertanyaan yang dia simpan selama ini akhirnya dia keluarkan juga.


"Apa maksudmu Ra?"


"Lima tahun kita bersama dan kau tidak pernah menunjukan ketertarikan sekkksual kepadaku Daniel. Apa aku sungguh tak membuatmu nafsu? Atau kau lebih tertarik dengan sejenismu?


Daniel menyugar rambutnya dengan kasar, sungguh dia tak mengerti dengan jalan pikiran Clara. "Maksudmu aku G*aaayy? Oh astaga Clara, pikiran liar apa yang kau miliki!"


"Bagaimana aku tidak berpikir seperti itu jika kau saja tidak tertarik pada tubuhku!"


Daniel melangkah lebih dekat mengikis jarak di antara mereka. Daniel memegang kedua lengan Clara dan mentatap gadis itu. "Apa kau tau, selama lima tahun ini aku berjuang melawan hasratku sendiri Ra, setiap kali kita bersama aku ingin menyentuhmu, aku ingin menciummu, memelukku dan bercintaa denganmu. itulah kenapa aku selalu mengajakmu menikah agar aku bisa memilikimu seutuhnya! Tapi sepertinya aku berubah pikiran. Aku tidak terima kau menganggapku ga-yy , malam ini aku akan menunjukannya padamu Ra! Bersiaplah, aku tidak akan membiarkanmu tidur malam ini!"


Clara meneguk ludahnya dengan kasar, dia tiba-tiba gugup melihat tatapan Daniel yang begitu menakutkan seolah-olah Daniel ingin menyantapnya. Clara semakin gugup saat Daniel mulai melepas kancing kemeja yang Clara pakai.


"A-apa ya-ng kau lakukan Daniel?" tanya Clara dengan bibir bergetar.


"Menuruti kemauanmu!"


"Apa maksudmu?"


"Bukankah kau ingin melihatku berhasrat? Kau berhasil sayang karena malam ini aku tidak akan menahannya lagi! Aku akan menunjukan padamu betapa hebatnya aku bermain di atas ranjang!"


"Dan.. Aku..."


BERSAMBUNG...


Nikahin dulu apa unboxing dulu gays?"