Love Me Please, Uncle Sam

Love Me Please, Uncle Sam
Di ikuti orang asing



Tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain mendapatkan balasan cinta dari orang yang kita cintai. Perjuangan Zea untuk mendapatkan cinta Sam terbayar lunas, kini mereka tengah meneguk manisnya madu pernikahan, benih cinta yang tubuh di rahim Zea menjadikan pernikahan mereka di limpahi cinta.


Sam seolah ingin menebus semua kesalahannya di masa lalu, meski sibuk menjadi dosen dan mengurus restoran, namun pria itu selalu menyempatkan waktu menemani istrinya agar tidak merasa bosan.


Seperti akhir pekan ini, Sam meluangkan semua waktunya untuk Zea. Mulai dari menyiapkan sarapan, menyuapi makan, menyiapkan air hangat untuk istrinya mandi dan mengajak Zea berjalan di sekitar komplek perumahan mereka.


Setelah berjalan kaki selama beberapa menit, Zea mengajak Sam untuk berbelanja kebutuhan dapur di supermarket. Sam menyetujuinya karena dia juga memerlukan beberapa stok ikan segar untuk di konsumsi oleh istrinya. Siapa sangka, pria yang dulu sangat cuek kini menjadi suami yang super protektif pada istrinya.


Setibanya di supermarket, Zea berjalan mengelilingi rak penyimpanan buah dan Sam mengikutinya sambil mendorong troli belanjaan. Sam hanya mengamati saat Zea memilih beberapa alpukat dan jeruk.


"Uncle, aku mau ice cream," ujar Zea seraya menunjuk lemari pendingin yang menyimpan berbagai jenis ice cream.


"Tidak boleh lebih dari satu Ze," jawab Sam mengingatkan sang istri untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi ice cream karena di khawatirkan bayi mereka terlalu besar di dalam perut Zea.


Wanita hamil itu mencebikan bibirnya, namun dia patuh dan hanya mengambil satu buah ice cream kesukaannya. Semejak hamil, Zea sangat menyukai makan ice cream sambil berkeliling supermarket, menurutnya rasa ice cream nya jauh lebih enak.


Sambil menjilati ice creamnya,.Zea mengamati suaminya yang sedang sibuk memilih berbagi jenis ikan segar dan hati ayam..Zea terharu melihat Sam yang kini sangat memperhatikan kesehatannya. Dia sangat bahagia karena pada akhirnya Sam mencintainya, tentunya setelah perjuangan panjang dan menyakitkan.


Setelah selesai belanja, Sam membiarkan Zea beristirahat di depan supermarket tersebut. Sam duduk di samping Zea sambil mengipasi istriny yang mengaku sedang kepanasan meski sekarang sedang turun hujan.


Saat sedang mengipasi istrinya, ekor mata Sam tak sengaja melihat seseorang yang sejak tadi sepertinya sedang mengawasi mereka berdua. Meski hujan masih sangat lebat, Sam buru-buru mengajak istrinya pulang.


Selama perjalanan pulang Sam merasa cemas, entah mengapa dia merasa ada yang sedang mengikutinya. Dan benar saja, sebuah mobil sedan mengikuti persis di belakang mobilnya. Untuk memastikan kecurigaannya, Sam sengaja mengambil jalan yang cukup jau, dan memang benar, mobil itu terus mengikuti mobilnya.


"Uncle, kenapa kita lewat sini?" tanya Zea penasaran karena tak biasanya Sam memilih jalan memutar.


"Aku hanya ingin jalan-jalan sayang," jawab Sam bohong. Pria itu tersenyum seraya mengusap kepala istrinya.


"Oh," Zea tak menaruh curiga apapun karena dia sudah memutuskan untuk selalu mempercayai suaminya, meski alasan Sam sedikit tak masuk akal, jalan-jalan di saat hujan sangat deras.


Setibanya di rumah, Sam langsung mengajak Zea masuk ke dalam rumah. Sam sempat mengamati mobil yang mengikutinya, dapat Sam pastikan jika yang mengendarai mobil itu adalah seorang pria.


.


.


"Ayah sama mama sedang ngapai?" tanya Sam, dia kaget saat melihat kedu mertuanya berada di dapur.


"Mama mu kelaparan, minta di buatkan mie instan!" sahut Ega.


"Kenapa kau belum tidur Sam?" tanya Indhi seraya menatap wajah lelah menantunya.


"Sam tidak bisa tidur," jawab Sam apa adanya, pria itu lalu menarik kursi dan duduk di sebelah mama mertuanya.


"Ada apa, kenapa kau terlihat cemas?" Indhi merasa ada yang aneh dengan menantunya.


"Begini mah, tadi saat aku dan Zea belanja, aku merasa seperti ada yang mengawasi kami. Dan saat kami pulang ada mobil yang mengikuti sampai ke depan rumah," Sam memilih menceritakan hal itu kepada mertuanya, dengan begitu Sam dan mertuanya bisa lebih waspada lagi.


"Kau yakin?" sahut Ega menimpali.


"Yakin yah, Sam bahkan memutari komplek perumahan kita dan mobil itu terus mengikuti!"


Sekujur tubuh Indhi tiba-tiba gemetaran, wajahnya memucat dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. Sam yang menyadari perubahan ekspresi mama mertuanya pun terlihat panik.


"Mama kenapa?" tanya Sam.


"Minum dulu mah," Ega memberikan segelas air putih kepada istrinya. Indhi segera meminumnya sampai habis.


"Sam, kita harus lapor polisi. Kau ingat kenapa kakakmu meninggal kan? Itu karena aku lalai dan menganggap orang yang mengikutiku hanya orang iseng," ucap Indhi dengan wajah yang semakin panik.


"Iya mah," Sam mengiyakan permintaan ibu mertuanya. Bukan tanpa alasan, dahulu Indhi juga pernah mengalami hal tersebut, selama dua tahun dia di ikuti oleh orang dan Indhi mengabaikannya dan hanya menganggapnya sebagai orang iseng, namun siapa sangka orang iseng itu lah yang justru merenggut nyawa kekasihnya, Arzean Wijaya yang merupakan kakak kandung Sam.


BERSAMBUNG...