Love Me Please, Uncle Sam

Love Me Please, Uncle Sam
Pernikahan



Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, pepatah itulah lah cocok di berikan kepada Daniel, setelah lima tahun berjuang dan bertahan akhirnya Daniel berhasil mempersunting Clara, gadis yang yang dia tunggu selama lima tahun lamanya.


Setelah mengucapkan janji suci pernikahan, kini Daniel dan Clara telah resmi menjadi suami dan istri. Kini mereka tengah duduk di atas pelaminan dan menikmati pesta pernikahan mereka yang di adakan di salah satu ballroom hotel mewah.


Segala ucapan dan doa tak henti-hentinya mereka dapatkan dari keluarga, rekan dan tamu undangan yang datang. Pesta pernikahan yang di gelar secara mewah itu semakin meriah saat Rama jauh-jauh datang dari Amerika.


"Selamat Ra, doa terbaik untukmu," ucap Rama tulus, pria itu lalu memeluk sahabatnya.


"Terima kasih Ram. Kapan kau akan menyusul?" jawab Clara.


"Setelah aku menjadi Profesor!"


"Astaga, apa kau belum puas juga, usiamu baru 25 tahun dan kau sudah hampir menjadi profesor Ram. Hentikan kegilaanmu itu dan menikahlah sebelum kau menua!"


Ya begitulah Rama, pria yang begitu terobsesi dengan pendidikan. Setelah berhasil menyandang gelar Dokter Spesialis Jantung, kini pria itu sedang melanjutkan pendidikannya agar menyendang gelar Doktor.


"Aku akan menikah Ra, kau tidak perlu khawatir!" Rama lalu beralih pada Daniel dan menyalami pria itu. "Selamat Dan, titip gadis nakal ini ya!"


Daniel tersenyum sambil melirik wanita yang kini resmi menjadi istrinya. "Kau tenang saja Ram, dia aman bersamaku!"


Setelah Rama, kini giliran Zea dan Sam yang memberi selamat pada sahabat mereka. Zea memeluk Clara sambil menangis bahagia karena akhirnya sahabatnya menikah juga. Puas menangis, Zea melepaskan pelukannya dan menatap Clara dengan sorot bahagia. "Selamat ya Ra, aku ikut bahagia untuk kalian. Dan kau Daniel, tolong jaga gadis keras kepala ini, kalau kau berani menyakitinya aku akan membunuhmu!" ucap Zea, air matanya kembali mengalir.


"Jangan menangis, nanti aku ikut menangis!' Clara menyeka air mata Zea, keduanya lalu tersenyum bahagia.


"Aku akan selalu menjaganya Ze, kau tidak perlu khawatir!"


Pesta berjalan dengan meriah, Nick dan Nicho juga terlihat menikamti pesta itu, atau lebih tepatnya mereka menikmati makanan yang tersedia di sana. Kedua bocah kembar itu selalu mengekor pada Rama karena Rama memang jarang sekali pulang ke Indonesia.


Saat pesta hampir selesai, suasana terlihat canggung karena kedatangan Dave. Pria itu awalnya tidak ingin datang, namun Zea dan momy nya terus memaksa. Serumit apapun hubungan Dave dan Clara mereka pernah menjadi sahabat yang sangat baik.


Dave menghampiri Clara dengan canggung, permasalahan mereka sudah berlalu begitu lama namun rasanya tetap tidak nyaman. "Selamat Ra, selamat Daniel," ucap Dave dengan senyum seperti di paksa.


"Terima kasih Dave," jawab Clara dan Daniel secara bersamaan.


"Hm," Dave terlihat ragu untuk melanjutkan kalimatnya. "Maafkan semua kesalahanku Ra. Aku menyesal karena dulu begitu naif dan tidak peka. Maaf karena aku menyakitimu. Aku hanya tidak ingin kehilangan sahabat sepertimu," setelah lima tahun lamanya, akhirnya Dave bisa mengutarakan rasa bersalahnya, meski hubungan mereka tak bisa di perbaiki lagi, namun Dave hanya ingin minta maaf.


"Terima kasih Ra. Aku datang juga ingin pamit denganmu, aku akan melanjutkan kuliahku di Amerika!"


"Hm, aku sudah dengar dari aunty Dita. Semoga kau berhasil Dave!"


"Terima kasih Ra!"


Semua orang terharu melihat kedua sahabat itu akhirnya berbaikan. Dita dan Arum saling merangkul dan menangis haru karena anak-anak mereka akhirnya berdamai.


Acara telah selesai, satu persatu tamu undangan mulai pergi. Begitupun Sam dan Zea, mereka pulang lebih dulu karena Nick terus mengeluh dan ingin pulang. Di perjalanan pulang, Nicho meminta ice cream sehingga mereka mampir ke salah satu minimarket untuk membeli ice cream.


Setelah membeli ice cream, Nicho melihat badut yang menjual balon, bocah itu kembali merengek dan meminta balon. Zea awalnya menolak karena badut itu ada di seberang jalan, namun karena terus Nicho terus menangis akhirnya Zea menyetujuinya.


"Biar dady yang beli, kalian tunggu di sini saja!" ucap Sam.


"Nicho mau ikut dad!"


"Nicho di sini saja bersama momy dan Nick ya!" sahut Zea namun Nicho semakin menangis.


"Oke, oke. Tapi dady gendong ya!"


Nicho tersenyum lebar, Sam lalu menggendong putranya dan menyeberangi jalan setelah lampu merah. Dari kejauhan Zea melihat Nicho begitu senang membeli balon. Setelah membeli balon, Sam dan Nicho menunggu sampai lampu merah lagi, Sam dan Nicho melambaikan tangan ke arah Zea dan Nick yang sedang menunggu mereka.


Saat lampu kembali merah, Sam segera menyeberang, namun saat mereka berada di tengah jalan tiba-tiba sebuah mobil melanggar lampu lalu lintas dan mengarah pada Sam dan Nicho.


Zea yang menyadari hal itu segera berteriak memanggil suaminya. "Sayang, awas!!!!!"


Brakkkkkk.......


"Samuel!"


BERSAMBUNG...