
Daniel dan Clara kembali ke hotel setelah malam pertama mereka tertunda karena kecelakaan yang menimpa Victor, pasangan pengantin baru itu segera menyusul Zea dan Sam setelah mendengar kabar kecelakaan tersebut. Mereka juga ikut menghadiri pemakaman Victor karena bagaimanapun Daniel pernah mengenal Victor meksi hubungan mereka tak cukup dekat.
Setibanya di hotel, keduanya langsung mandi dan setelah badan mereka kembali segar mereka memesan makanan untuk makan siang. Daniel tersenyum melihat istrinya yang begitu lahap menyantap makanannya karena sejak pagi Clara memang tidak sempat sarapan.
"Aku kenyang," gumam Clara seraya mengelus perutnya. "Makan sudah, waktunya tidur!" Clara beranjak dari duduknya, namun Daniel menahan tangannya saat Clara hendak pergi ke tempat tidur.
"Sayang, sepertinya kau melupakan sesuatu," ucap Daniel dengan tatapan yang begitu dalam.
"Apa?" tanya Clara polos.
"Mm, malam pertama kita!"
Clara meneguk ludahnya dengan kasar, jantungnya tiba-tiba berdebar mendengar kata malam pertama dari mulut suaminya. "Ah, tapi ini masih siang. Nanti malam saja ya, kita istirahat dulu," jawab Clara beralasan, sebenarnya dia belum siap untuk melakukannya hari ini, dia masih gugup dan sedikit takut karena menurut cerita Zea rasanya sangat menyakitkan jika pertama kali melakukannya.
Daniel menarik tangan Clara sehingga wanita yang kini resmi menjadi istrinya itu jatuh ke atas pangkuannya, Daniel memeluk pinggang Clara dengan erat dan wajahnya dia uyel-uyelkan di dada sang istri. "Aku maunya sekarang!" pinta Daniel dengan mesra.
"Tapi aku..."
"Dulu kau selalu menggodaku dan memaksaku melakukan itu, sekarang kita sudah resmi kenapa kau tidak ingin melakukannya sekarang. Apa kau menyesal menikah denganku?" Daniel memotong ucapan Clara sebelum wanita itu menyelesaikan perkataannya.
Tanpa menunggu apapun lagi, Daniel mengangkat tubuh Clara dan membawanya ke atas tempat tidur, Daniel merebahkan tubuh istrinya lalu dia mengungkungnya dengan mesra, Daniel tidak akan melepaskan Clara hari ini, lima tahun sudah cukup baginya untuk menahan gejolak kedewasaannya apalagi Clara kerap menggodanya.
Dengan lembut Daniel mencium bibir sang istri, melumaatnya dengan mesra sehingga Clara terbuai dan membalas ciuman suminya. Rasa takutnya hilang seketika berganti perasaan aneh di dalam dirinya, tubuhnya terasa panas dan nafasnya mulai memburu.
Daniel melepaskan ciumannya, pria itu lalu membelai wajah sang istri dan menatapnya penuh cinta. "Hari ini kau akan menjadi milikku seutuhnya my wife," bisik Daniel dengan mesra, pria itu lalu kembali mencumbu istrinya dan entah sejak kapan keduanya sama-sama polos.
Daniel memposisikan dirinya, dalam sekali hentakan dia berhasil memasuki istrinya. Clara mengaduh sesaat namun saat Daniel mulai bergerak wanita itu mulai merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Suara erangan dan ******* memenuhi kamar pengantin baru itu, Daniel begitu bersemangat menggulumi istrinya, hasratnya tersalurkan sudah, rasa penasarannya terjawab sudah. Dia berhasil memiliki Clara seutuhnya.
Erangan panjang mengakhiri pergulatan mereka, Daniel merebahkan tubuhnya di samping Clara dengan nafas memburu. Sementara itu Clara menyembunyikan wajahnya di dada sang suami, tiba-tiba dia merasa malu karena Daniel sudah melihat semuanya.
"Terima kasih sayang," ucap Daniel seraya mengecup kening istrinya. Clara hanya mengangguk, sumpah demi apapun wajahnya merona padahal Daniel hanya mengatakan terima kasih saja. Dengan ragu Clara melingkarkan tangannya di pinggang Daniel, rasanya begitu hangat saat tubuh mereka tak berjarak sedikitpun. Clara menggigit bibir bawahnya saat membayangkan adegan panas yang baru saja mereka selesaikan, dan tiba-tiba gelenyar aneh kembali muncul. Oh tidak, Clara menginginkannya lagi.
"Hem," gumam Daniel seraya mengusap kepala istrinya.
"Mmm, kau mau mandi?" tanya Clara basa basi, kenapa sangat susah mengatakan jika dia menginginkan lagi.
"Nanti, aku ingin tidur dulu!"
"Tidur? Apa tidak panas, tubuhmu sangat lengket!"
"Hanya sebentar sayang, nanti aku akan mandi!"
"Lebih baik mandi dulu Dan, setelah itu baru tidur!"
Daniel menunduk dan menatap istrinya dengan curiga. "Apa yang sebenarnya ingin kau katakan sayang?" tanya Daniel dengan senyum mesyumnya.
"Apa mak-maksudmu? Aku menyuruhmu mandi?" kilah Clara dengan gugup.
"Benarkah? Bukan karena kau ingin melakukannya lagi di kamar mandi?" goda Daniel.
"Tentu saja tidak!"
"Katakan sayang, katakan kau menginginkanku lagi!
Clara menggigit bibir bawahnya, dia tidak tahan melihat pesona suaminya,.apalagi tatapan Daniel yang begitu menghanyutkan. Persetan dengan harga diri dan rasa malu, Clara menginginkan Daniel lagi.
"Ya, aku menginginkanmu lagi. Sentuh aku hubby!"
BERSAMBUNG...